Dino Naas dalam Hitungan Jawa, Ini Tanggal yang Disebut Perlu Diwaspadai

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 18:45 WIB
Dino naas dalam hitungan Jawa disebut mencakup tanggal 3, 5, 13, 16, 21 dan Rabu terakhir tiap bulan. Ini penjelasannya.(pinterest)
Dino naas dalam hitungan Jawa disebut mencakup tanggal 3, 5, 13, 16, 21 dan Rabu terakhir tiap bulan. Ini penjelasannya.(pinterest)

JAKARTA - Istilah dino naas kembali dibahas dalam sebuah kajian yang mengulas hitungan Jawa dan pengalaman mengenai hari-hari yang dipercaya perlu diwaspadai. Dalam penjelasan tersebut, terdapat sejumlah tanggal yang disebut sebagai dino naas, di antaranya tanggal 3, 5, 13, 16, 21, serta Rabu terakhir setiap bulan.

Pembahasan itu disampaikan dalam bahasa Jawa dengan mengaitkan hitungan Jawa, kejadian yang dialami sejumlah orang, serta berbagai pengalaman yang menurut penutur menjadi bagian dari hasil pengamatan. Penjelasan tersebut juga menekankan bahwa pemahaman mengenai dino naas tidak semestinya hanya didengar, tetapi perlu dipelajari dan diteliti.

Dalam kajian tersebut, dino naas disebut sebagai hari yang perlu mendapat perhatian ketika seseorang hendak melakukan sejumlah urusan penting. Beberapa aktivitas yang disebut antara lain bepergian jauh, berbelanja barang penting, membeli kendaraan, membeli pakaian baru, menggali sumur, hingga membangun rumah.

Penutur bahkan mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati ketika hendak melakukan kegiatan tertentu pada hari yang dianggap naas. Namun, pembahasan itu disampaikan dalam konteks hitungan Jawa dan hasil pengamatan terhadap berbagai kejadian, bukan sebagai kepastian bahwa setiap orang akan mengalami sesuatu pada tanggal tersebut.

Tanggal yang Disebut dalam Hitungan Jawa

Dalam penjelasan yang disampaikan, terdapat tujuh waktu yang disebut perlu diwaspadai. Daftar tersebut meliputi tanggal 3, tanggal 5, tanggal 13, tanggal 16, tanggal 21, serta Rabu terakhir dalam setiap bulan.

Baca Juga: Nogo Dino dalam Hitungan Jawa, Cara Menentukan Arah yang Perlu Dihindari

Penutur menyebut angka-angka tersebut berdasarkan pengamatan terhadap berbagai kejadian yang pernah terjadi. Ia juga mengaitkannya dengan sejumlah peristiwa pada masa lalu yang menurutnya menjadi bagian dari proses meneliti pola hari dan tanggal.

Salah satu contoh yang diceritakan berkaitan dengan seseorang yang melakukan kegiatan tertentu pada hari yang disebut dino naas. Ada pula cerita mengenai orang yang membangun rumah, menggali sumur, hingga melakukan selamatan. Dalam kisah yang disampaikan, beberapa kejadian tidak biasa disebut terjadi setelah aktivitas tersebut dilakukan.

Meski demikian, cerita tersebut merupakan pengalaman dan pengamatan yang disampaikan dalam kajian. Tidak ada kepastian dalam transkrip bahwa seluruh kejadian tersebut berlaku kepada setiap orang.

Diingatkan Tidak Menyamakan Semua Ramalan

Penjelasan tersebut juga membedakan hitungan Jawa dengan ramalan dari tradisi lain. Penutur menyebut bahwa hitungan Jawa memiliki dasar pengamatan tersendiri dan tidak bisa begitu saja disamakan dengan ramalan Arab maupun Tiongkok.

Baca Juga: Xiaomi Pad 8 Disebut Lebih Worth It dari iPad 2025, Ini Alasannya

Ia kemudian menghubungkan pembahasan dino naas dengan berbagai kejadian dalam kehidupan. Menurut penjelasan dalam kajian, pada hari-hari tertentu seseorang dianjurkan lebih berhati-hati dalam melakukan urusan penting maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan perselisihan.

Beberapa aktivitas seperti bercanda, bermain, berdebat hingga bertengkar juga disebut dalam pembahasan. Penutur menggambarkan bahwa hari tertentu dipercaya memiliki kecenderungan munculnya konflik jika dikaitkan dengan hasil pengamatan hitungan tersebut.

Selain urusan manusia, kajian itu juga membahas kejadian alam. Penutur mengaitkannya dengan cerita mengenai angin dan berbagai peristiwa yang dapat menyebabkan kerusakan. Indonesia kemudian disebut sebagai salah satu wilayah yang mengalami berbagai bencana, termasuk tsunami.

Namun, penutur tidak menguraikan secara lengkap alasan atau kesimpulan mengenai hubungan antara dino naas dengan bencana tersebut. Ia justru mengatakan bahwa pembahasan itu tidak perlu dilanjutkan karena khawatir membuka sesuatu yang dianggap sebagai rahasia Tuhan.

Pada bagian akhir, penutur kembali mengingatkan agar pembahasan hitungan Jawa dipahami sebagai ilmu yang perlu dipelajari dan diteliti. Masyarakat juga diajak mengambil sisi kehati-hatian dari penjelasan tersebut tanpa menjadikannya sebagai kepastian atas apa yang akan terjadi.

Dengan demikian, daftar dino naas yang disebut dalam kajian merupakan bagian dari penjelasan mengenai hitungan Jawa dan pengalaman yang dikisahkan penutur. Tanggal-tanggal tersebut tidak disampaikan sebagai jaminan bahwa peristiwa tertentu pasti terjadi pada setiap orang.

Editor : Maylanni Diana Fitri
hari naas hitungan Jawa Dino Naas Primbon Jawa Tradisi Jawa