NASIONAL - Proses pembangunan Bandara Dhoho Kediri terus dikebut. Meskipun hingga Januari 2024, serifikat Tanggal Operasi Komersial (TOK) Bandara Dhoho Kediri belum juga ada kepastian dari oleh Direktorat Jendral (Ditjen) Perhubungan Udara, Kementrian Perhubungan (Kemenhub).
Sembari mununggu TOK keluar, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Kediri, Sukadi mengatakan bahwa pihaknya terus mengebut persiapan operasional Bandara Dhoho Kediri pada bulan Januari ini.
Diketahui, saat ini Pemkab Kediri terus kebut sarana prasarana (Sarpras) penunjang bandara Dhoho Kediri. salah satunya, jalan PB sudirman yang merupakan akses utama menuju ke Bandara sebelum tol Kediri-Tulungagung beroperasi itu kini masih berupa cor.
Dilansir dari Radar Kediri, pengaspalan jalan PB Sudirman akan ditargetkan selesai pada pertengahan bulan Januari, atau sesaat sebelum Bandara Dhoho Beroperasi. Percepatan yang sama juga dilakukan untuk pelebaran jalan sisi barat di perempatan banyakan. Dengan demikian, saat pengasapalan selesai, pelebaran jalan pun juga sudah tuntas.
Selain jalan PB Sudirman, pemkab Kediri juga sudah menyelesaikan jalan Desa Jongbiru, yang merupakan jalan alternatif ke bandara dari sisi utara itu sudah mulus dengan aspal.
Sedangkan terkait dengan sertifikat TOK, Pemkab Kediri optimis bakal turun di minggu pertama bulan Januari ini atau paling lambat diminggu kedua bulan ini.
Dilansir dari Radar Kediri, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kediri Sukadi mengungkapkan hingga kemarin mereka memang masih menunggu sertifikat TOK dari Kemenhub.
“Masih belum turun (TOK, Red). Tapi kami optimistis tanggal operasi komersil itu akan keluar secepatnya,” kata Sukadi.
Di sisi lain, Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kemenhub Maria Kristi Endah Murni dalam holding statement-nya mengatakan, hingga minggu ini pihaknya masih melanjutkan proses verifikasi dokumen Bandara Dhoho. Proses verifikasi berkas itu pula yang membuat sertifikat TOK belum kunjung turun.
Meski TOK belum turun, menurut Kristi pihaknya sudah memberi persetujuan operasi kepada Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia.
Kristi memastikan, persetujuan diberikan setelah melewati proses sertifikasi, evaluasi dan pemeriksaan sesuai standar Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil dan ICAO SARPs.
Selain itu, Kemenhub juga sudah menyetujui rute penerbangan dua maskapai. Yakni, Batik Air dan Super Air Jet. Batik Air mendapat persetujuan rute penerbangan Kediri-Jakarta (CGK-DHX), Kediri-Bali (DPS-DHX), dan Kediri-Palembang (PLM-DHX).
Adapun Super Air Jet mendapat persetujuan lima rute. Mulai Kediri-Banjarmasin (BDJ-DHX), Kediri-Balikpapan (BPN-DHX), Kediri-Makassar (UPG-DHX), Kediri-Bali (DPS-DHX), dan Kediri-Palembang (PLM-DHX).***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra