Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

AMD Alami Lonjakan Saham 7,5% pada Sektor Penjualan Chip AI

Henny Surya Akbar Purna Putra • Selasa, 6 Agustus 2024 | 23:10 WIB
Ilustrasi AMD
Ilustrasi AMD

NASIONAL - Pengumuman terbaru membuat saham AMD melonjak naik hingga 7,5% dalam perdagangan yang telah diperpanjang.

Meskipun ada peningkatan perkiraan, CEO AMD, Lisa Su, mengungkapkan bahwa pasokan chip AI akan tetap terbatas hingga tahun 2025 mendatang.

AMD telah merevisi jumlah perkiraan penjualan chip AI untuk tahun 2024 menjadi $500 juta lebih tinggi, mengantisipasi kelangkaan pasokan yang berlanjut hingga tahun 2025.

Pengumuman tersebut menyebabkan lonjakan saham AMD yang berbasis di California. Chip AI AMD, yang sebagian besar dibeli oleh raksasa cloud computing, dianggap sebagai pesaing utama bagi dominasi pasar Nvidia. Menyusul laporan AMD, saham Nvidia juga naik 4,7%.

Lisa Su menyatakan bahwa perkiraan pendapatan chip AI AMD untuk tahun 2024 kini mencapai $4,5 miliar, meningkat dari target sebelumnya sebesar $4 miliar.

Pada kuartal kedua, pendapatan dari pusat data AMD, yang mencakup penjualan chip AI, melonjak 115% menjadi $2,8 miliar, melampaui ekspektasi.

Untuk pertama kalinya, pendapatan chip AI setiap kuartal melebihi $1 miliar, menandakan adanya permintaan yang meningkat untuk produk-produk AI tersebut.

Meski terdapat investasi besar dalam teknologi AI, keuntungan signifikan belum terlihat.

Hal ini tercermin dari penurunan saham Microsoft sebesar 6% karena tidak memenuhi target pertumbuhan dalam layanan cloud-nya, menunjukkan bahwa keuntungan dari investasi AI mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk terealisasi.

Pendapatan AMD pada kuartal kedua naik 9% menjadi $5,8 miliar, melebihi ekspektasi. Perusahaan juga memperkirakan pendapatan kuartal ketiga sebesar $6,7 miliar, dengan margin kotor sekitar 53,5%.

Selain itu, bisnis chip PC AMD sedang mengalami pemulihan, dengan pendapatan kuartal kedua sebesar $1,5 miliar, didorong oleh harapan bahwa fitur AI baru akan dapat meningkatkan permintaan konsumen.

 

 

 

Dengan berita ini, AMD menunjukkan pertumbuhan yang solid dan prospek yang cerah di pasar chip AI dan pusat data.

Sementara tantangan pasokan masih ada, langkah strategis perusahaan dan peningkatan dalam pendapatan chip AI memperkuat posisinya sebagai pesaing utama di industri teknologi.

Ke depan, AMD berpotensi terus menarik perhatian investor dan memperluas pangsa pasar mereka seiring dengan terus berkembangnya permintaan untuk solusi berbasis AI.***

 

 

 

 


Tentang Penulis:

Mahasiswa PKL

Nama: Muhammad Fahrish Maulana
Jurusan: Informatika
Fakultas: Sains & Teknologi
Kampus: UBHI Tulungagung

 

 

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#amd #chip ai