NASIONAL - Saat kita berbelanja di supermarket pasti disuguhkan dengan berbagai produk instan.
Saat mendengar kata instan semua pasti berasumsi bahwa sesuatu yang instan pasti tidak baik untuk kesehatan.
Namun banyak juga yang belum tahu, ada beberapa produk dengan label makanan atau minuman sehat tetapi tinggi dalam gula. Kandungan gula yang tinggi justru sangat berbahaya apabila dikonsumsi jangka panjang.
Banyak kita temui produk seperti olahan susu, jus buah, sereal bergizi yang sebenarnya tinggi dalam gula.
Baca Juga: Selama Ini Ternyata Salah, Begini Cara Kerokan yang Benar Menurut Ahli Medis
Untuk menarik pembeli biasanya produk tersebut menggunakan tampilan yang menarik pada kemasan seperti gambar buah, susu segar, dan makanan sehat lainnya.
Namun di balik itu kita belum tahu berapa kandungan gula di dalamnya. Biasanya produk kemasan tersebut mengandung 20 - 30 gram gula bahkan bisa lebih, tergantung jenis produknya.
Lalu berapa kebutuhan gula harian?
Menurut American Heart Association jumlah gula yang dikonsumsi pria maksimal 37,5 gram atau 9 sendok teh, sedangkan untuk wanita maksimal 25 gram atau 6 sendok teh dalam sehari.
Apabila gula yang dikonsumsi melebihi batas maksimal maka akan terjadi risiko berbagai penyakit seperti obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.
Untuk membatasi jumlah gula yang masuk anda dapat melakukan hal berikut:
1. Membaca label makanan
Membaca label makanan adalah hal yang paling baik untuk mengetahui kandungan gula di dalamnya. Selain mengetahui informasi nilai gizi, membaca label makanan juga menambah kewaspadaan akan produk yang mengandung tinggi gula.
2. Batasi mengonsumsi produk kemasan
Membatasi mengonsumsi produk kemasan sama saja dengan membatasi asupan gula yang masuk. Dengan begitu anda dapat melakukan defisit kalori akibat gula yang berlebih.
Meskipun demikian anda tetap boleh mengonsumsi makanan maupun minuman kemasan tetapi tetap harus memerhatikan asupan gula yang masuk agar tidak berlebihan.
Penulis: Muhamad Atok Ulaziz (PKM IAIN Kediri)
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra