Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Korban TPPO Asal Tulungagung Masih Terus Diteror Kekasih dari Kamboja, Pihak Keluarga Buka Suara

Sandy Sri Yuwana • Jumat, 6 Juni 2025 | 20:45 WIB

SANDY SRI YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG

 

 

Derita NS, 27, perempuan asal Kecamatan Ngunut, Tulungagung, korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja, hingga kini belum berakhir.
Derita NS, 27, perempuan asal Kecamatan Ngunut, Tulungagung, korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja, hingga kini belum berakhir.

TULUNGAGUNG– Derita NS, 27, perempuan asal Kecamatan Ngunut, Tulungagung, korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja, belum berakhir meski telah kembali ke Indonesia.

Kini NS yang sudah di kampung halaman Tulungagung, justru mendapat teror berulang dari sang kekasih, YD, warga Mojokerto, yang diduga kuat menjadi dalang utama kasus TPPO ini.

Menurut penuturan ibunda korban NS, Iswati mangaku, masih menerima ancaman melalui pesan media sosial dari YD.

“Dia terus minta uang Rp 30 juta, katanya untuk menebus kepulangan. Kalau tidak diberi, anak saya diancam akan didatangi dan dipukul,” ujar Iswati dengan suara bergetar, Kamis (5/6/2025).

Ancaman tersebut menambah tekanan mental NS yang belum sepenuhnya pulih.

Sebelumnya, NS mengalami penyiksaan berat di Kamboja hingga mengalami patah tulang bahu dan gigi lepas. Ia sempat nyaris kehilangan harapan sebelum berhasil diselamatkan melalui jalur diplomatik oleh KBRI.

Pihak keluarga kini terus memberi dukungan agar NS tidak lagi menjalin kontak dengan YD dan lebih fokus pada pemulihan.

“Kami minta dia jangan komunikasi lagi dengan laki-laki itu. Sekarang yang penting sembuh dulu, baik fisik maupun mentalnya,” lanjut Iswati.

Setelah kepulangannya pada 12 Mei 2025, hari-hari NS diisi dengan aktivitas menenangkan diri. Ia lebih banyak berdoa, mendengarkan lagu rohani, dan menonton film sebagai bentuk terapi hiburan.

Baca Juga: Perempuan Asal Tulungagung Jadi Korban TPPO, Begini Kronologinya Hingga Terperangkap Menjadi Operator Judi Online di Kamboja

Meski trauma masih membekas, keluarga berharap NS bisa segera bangkit dan kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus NS mendapat perhatian setelah seorang pengurus gereja memberi perhatian kepada NS hingga kemudian menggerakkan jaringan untuk berkoordinasi dengan KBRI.

Penyelamatan NS dilakukan secara diam-diam untuk menghindari risiko lebih besar.

Kini, pihak keluarga dan relawan pendamping mendorong aparat penegak hukum untuk segera menindaklanjuti kasus ini. Mereka berharap pelaku bisa diusut hingga tuntas agar tidak ada lagi korban serupa di masa mendatang.

"Saya sebagai orang tua NS berharap kasus ini bisa segera tertangani dan anak saya bisa kembali pulih," pungkasnya. (sri)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#judi online #tulungagung #korban tppo #kamboja #mojokerto