Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sedot Perhatian, Wakil Presiden Gibran Unggah Tarian Pacu Jalur, Muncul Beragam Komentar Para Nitizen dari Melek Budaya hingga Daftarkan ke UNESCO

Aini Nihayatul Khusna • Kamis, 10 Juli 2025 | 15:15 WIB
Wakil Presiden Gibran upload video pacu jalur, begini komentar netizen.
Wakil Presiden Gibran upload video pacu jalur, begini komentar netizen.

TULUNGAGUNG- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menyedot perhatian publik kali ini bukan karena pidato politik atau kebijakan, melainkan lewat unggahan video tarian Pacu Jalur yang tengah viral. 

Dalam video pendek tersebut, Wakil Presiden Gibran membagikan cuplikan aksi tukang tari, sosok ikonik dari lomba perahu tradisional Pacu Jalur, lengkap dengan caption yang menyentuh:

“Pacu Jalur bukan hanya tradisi. Ia adalah narasi, warisan, dan identitas Indonesia yang menginspirasi dunia.”

Unggahan ini pun memantik reaksi positif dari netizen yang bangga melihat budaya lokal tampil di panggung digital nasional bahkan global.

Budaya Lokal yang Viral: “Aura Farming” Menjadi Tren

Aksi menari tukang tari dalam Pacu Jalur sebelumnya telah viral di TikTok, bahkan disebut warganet sebagai bagian dari tren “Aura Farming”.

Gerakan ekspresif, penuh karisma, dan dilakukan sambil berdiri di ujung perahu panjang saat perlombaan berlangsung membuatnya begitu ikonik dan menghibur.

Kini, dengan Gibran turut mengunggah dan menarasikan tradisi ini, warganet melihatnya sebagai langkah positif dari seorang pemimpin muda yang mau ikut mengangkat warisan budaya Indonesia ke level yang lebih tinggi.

Komentar Positif Netizen: “Inilah Wapres yang Melek Budaya!”

Unggahan Gibran menuai banyak komentar positif dari netizen di Instagram.

Mereka menyambut baik upaya sang Wakil Presiden yang secara aktif mendukung pelestarian budaya lokal melalui platform digital.

Beberapa komentar positif yang terlihat antara lain:

“Segera daftarkan ke UNESCO, Pak, biar nggak diklaim negara lain.”

“Bangga banget budaya Riau bisa FYP. Terima kasih sudah angkat ini, Pak Gibran!”

“Salam kayuahh, Pak! Ayok ke Kuansing Agustus nanti, nonton Pacu Jalur langsung.”

Respons hangat dari masyarakat ini menunjukkan bahwa ketika budaya dilibatkan dalam percakapan digital oleh pemimpin, dampaknya bisa luas mengangkat identitas lokal menjadi topik nasional.

Sekilas Tentang Pacu Jalur

Pacu Jalur adalah olahraga dayung tradisional dari Kuantan Singingi, Riau, yang telah ada sejak awal abad kke-20

Jalurnya (perahu) memiliki panjang hingga 40 meter dan diisi oleh 50–60 pendayung.

Satu hal yang membedakan Pacu Jalur dari lomba dayung lainnya adalah hadirnya tukang tari, yaitu pria yang berdiri di ujung perahu sambil menari sebagai bagian dari semangat dan estetika perlombaan.

Pacu Jalur telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kemendikbud, dan pada tahun 2022 sempat diabadikan dalam Google Doodle pada peringatan HUT RI ke-77.

Budaya, Digital, dan Diplomasi Sosial

Melalui unggahan ini, Gibran tidak hanya berbagi video budaya, tetapi juga membangun diplomasi sosial yang kuat antara generasi muda, pelestari budaya, dan pemimpin nasional.

Kombinasi budaya lokal dan kekuatan media sosial terbukti mampu membuka pintu global bagi warisan budaya Indonesia.

Apa yang dilakukan Gibran adalah contoh nyata bahwa budaya Indonesia punya tempat di panggung digital asal ditampilkan dengan bangga, jujur, dan tepat sasaran.

Melalui dukungan pemimpin muda dan keterlibatan masyarakat digital, Pacu Jalur tak lagi hanya hidup di tepian Sungai Kuantan, tapi kini mengalir ke seluruh dunia, melalui video, like, dan komentar penuh bangga. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#riau #sejarah #Gibran Rabuming Raka #wakil presiden #Pacu Jalur #netizen