KENA PRANK! Dikira Milik Nafa Urbach, Massa Justru Obrak-abrik Rumah Kontrakan Mantan Suami di Bintaro
Mohammad Dzakwan Wahyu Nur Fauzan• Senin, 1 September 2025 | 18:06 WIB
kondisi rumah yang diduga milik nafa urbach
RADAR TULUNGAGUNG – Sebuah insiden penjarahan yang menimpa sebuah rumah Nafa Urbach di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, pada Minggu dini hari (31/8/2025), mengejutkan publik.
Awalnya, rumah yang diduga kuat sebagai kediaman artis sekaligus anggota DPR RI dari Partai NasDem, Nafa Urbach, menjadi sasaran amuk massa yang diperkirakan berjumlah lebih dari 200 orang.
Mereka datang bergelombang, mengenakan masker, dan langsung menyerbu masuk ke area perumahan elit tersebut.
Peristiwa ini merupakan dampak dari serangkaian demonstrasi massa yang memprotes pernyataan kontroversial beberapa anggota dewan, termasuk Nafa Urbach, mengenai tunjangan rumah.
Namun, insiden ini semakin memanas dengan adanya "plot twist" mengejutkan: ternyata rumah Nafa Urbach yang dijarah tersebut bukanlah milik pribadi sang artis, melainkan rumah kontrakan milik mantan suaminya Zack Lee.
Penjarahan rumah Nafa Urbach ini menjadi sorotan utama setelah pernyataan sang anggota dewan mengenai tunjangan rumah sebesar Rp 50 juta untuk anggota DPR yang disebutnya bukan kenaikan fasilitas, melainkan kompensasi atas tidak adanya rumah jabatan dari negara.
Pernyataan ini, ditambah dengan keluhannya soal kemacetan dari Bintaro ke Jakarta, dinilai menyakiti hati masyarakat.
Meskipun Nafa Urbach telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui akun Instagramnya pada Sabtu malam (30/8/2025), amarah massa tetap tak terbendung.
Rumah di Bintaro ini menjadi salah satu dari beberapa target penjarahan yang menimpa kediaman anggota DPR lainnya, seperti Ahmad Sahroni, Eko Patrio, dan Uya Kuya.
Menurut kesaksian Syamsul Bahri, seorang petugas keamanan di kawasan elit Kebayoran Essence, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, massa yang datang awalnya menanyakan lokasi rumah Nafa Urbach.
Syamsul menjelaskan bahwa rumah tersebut sebenarnya milik mantan suami Nafa Urbach, Zack Lee, dan berstatus kontrak selama enam bulan terakhir.
Nafa Urbach memang sering mengunjungi rumah tersebut karena mantan suami dan anaknya tinggal di sana, tetapi itu bukanlah rumah pribadinya.
Pihak keamanan bahkan sempat mencoba menjelaskan kepada massa bahwa rumah itu bukan milik Nafa dan meminta mereka tidak merusak atau membakar, tetapi peringatan itu diabaikan.
Peristiwa penjarahan terjadi pada Minggu dini hari. Tetangga sekitar, Syarif, melihat kerumunan orang di sekitar rumah Nafa Urbach sekitar pukul 04.00 WIB.
Puncaknya, sekitar pukul 04.45 WIB, Syarif melihat puluhan orang, sekitar 20 orang, sudah keluar dari lokasi sambil membawa barang-barang.
Petugas keamanan Syamsul menambahkan bahwa massa datang secara bergerombol dalam dua gelombang.
Gelombang pertama terdiri dari beberapa orang yang diduga koordinator, datang dengan sopan meminta diantar ke rumah yang mereka yakini milik Nafa.
Namun, tak berselang lama, gelombang massa kedua yang jauh lebih besar, mencapai 200-an orang, menyusul dan langsung menyerbu.
Para pelaku penjarahan ini digambarkan sebagai orang asing bagi warga sekitar. Kebanyakan dari mereka mengenakan masker, baju biasa, dan tidak dikenali.
Syamsul juga mencatat bahwa para pelaku, sebagian besar berusia sekitar 20 tahunan, memiliki perawakan tegap namun tidak membawa senjata tajam.
Keterbatasan jumlah petugas keamanan membuat mereka tidak dapat membendung massa yang sangat banyak. Massa berhasil masuk ke dalam rumah dengan merusak pintu gerbang dan mendobrak pintu utama.
Meskipun salah sasaran, aksi penjarahan tetap tidak terhindarkan. Sejumlah barang elektronik seperti televisi dan barang berharga lainnya dijarah oleh para pelaku.
Mereka mengangkut barang-barang tersebut menggunakan sepeda motor, bahkan ada yang berteriak, "ini uang kami". Aksi penjarahan ini baru berakhir sekitar pukul 06.00 WIB. Saat kejadian, kondisi rumah diketahui sedang kosong.
Setelah insiden tersebut, pantauan di lokasi menunjukkan kondisi rumah yang berantakan. Di halaman rumah, sejumlah barang berserakan, termasuk lemari kayu, kulkas, dan treadmill.
Yang paling mencolok adalah sebuah tulisan "Rumah Ini Sudah Di Jarah" yang diletakkan di depan rumah, menjadi penanda kekacauan yang terjadi.
Tidak seperti kediaman pejabat lain yang mungkin dijaga ketat, rumah ini tampak sepi tanpa penjagaan yang kuat setelah penjarahan. Namun, pasca-kejadian, lokasi dikabarkan dijaga ketat oleh aparat TNI.
Insiden ini memperlihatkan adanya koordinator di antara massa penjarah. Syamsul mengaku melihat beberapa koordinator yang berusaha menenangkan massa dengan mengatakan, "jangan rusuh, jangan rusuh".
Ini mengindikasikan bahwa meskipun aksi berlangsung rusuh, ada elemen perencanaan atau setidaknya upaya untuk mengendalikan tingkat kekerasan oleh beberapa individu di dalam kerumunan.
Sebagai respons atas gelombang kemarahan publik, Partai NasDem telah mengambil tindakan tegas. Nafa Urbach dan Ahmad Sahroni dinonaktifkan dari keanggotaan DPR RI per 1 September 2025.
Kejadian penjarahan ini tidak hanya menyoroti kemarahan masyarakat terhadap anggota dewan, tetapi juga menguak fakta bahwa seringkali informasi awal mengenai target penyerbuan bisa jadi keliru, seperti yang terjadi pada kasus rumah yang dikira milik Nafa Urbach ini.
Pihak berwenang telah memulai penyelidikan terkait penjarahan ini. Diketahui, 9 pelaku telah ditangkap terkait penjarahan di rumah Eko Patrio, Uya Kuya, dan Nafa Urbach.
Insiden ini menjadi pengingat penting akan dampak dari pernyataan publik yang kontroversial dan betapa cepatnya informasi (terkadang salah) dapat menyebar dan memicu reaksi massa yang tidak terkendali. ****