Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pernah Rekomendasikan Pemberhentian Prabowo dari Dinas Kemiliteran pada 1998, Inilah Rekam Jejak Djamari Chaniago di TNI

Resma Putri Anggraini • Jumat, 19 September 2025 | 00:31 WIB

 

Letjen (Purn) Djamari Chaniago resmi dilantik sebagai Menko Polhukam, mengakhiri spekulasi pasca reshuffle kabinet jilid III.
Letjen (Purn) Djamari Chaniago resmi dilantik sebagai Menko Polhukam, mengakhiri spekulasi pasca reshuffle kabinet jilid III.

RADAR TULUNGAGUNG – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Letnan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam).

Djamari Chaniago dilantik pada Rabu, 17 September 2025 di Istana Negara. ini menjadi bagian dari perombakan kabinet atau reshuffle jilid III.

Penunjukan ini mengakhiri spekulasi panjang mengenai siapa yang akan mengisi posisi strategis tersebut setelah sebelumnya Budi Gunawan dicopot dari jabatan yang sama.

Sosok Djamari Chaniago langsung menjadi sorotan publik bukan hanya karena rekam jejak militernya yang panjang, tetapi juga karena hubungan historisnya dengan Presiden Prabowo Subianto.

Lebih dari dua dekade lalu, Djamari adalah salah satu perwira tinggi yang terlibat dalam Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang merekomendasikan pemberhentian Prabowo dari dinas kemiliteran pada tahun 1998.

Baca Juga: Di Balik Reshuffle Kabinet Merah Putih, Mahfud MD Terkejut dengan Pencopotan Budi Gunawan dari Menko Polkam, Apa Alasannya?

Kini, di bawah pemerintahan yang dipimpin oleh Prabowo sendiri, ia dipercaya untuk menjaga stabilitas politik, hukum, dan keamanan nasional.

Lahir di Padang, Sumatera Barat, pada 8 April 1949, Djamari Chaniago merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1971, tiga tahun lebih senior dari Prabowo.

Dia meniti karier di korps infanteri, khususnya di lingkungan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

Kepemimpinannya yang profesional dan berpengalaman terbukti melalui berbagai jabatan strategis yang pernah diembannya.

Baca Juga: Djamari Chaniago dan Ahmad Dofiri Mendapat Pangkat Istimewa, Ini Alasan Presiden Prabowo Subianto

Perjalanan karier militer Djamari terbilang cemerlang. Ia pernah menjabat sebagai Panglima Kodam (Pangdam) III/Siliwangi pada periode 1997–1998.

Setelah itu, kariernya menanjak menjadi Panglima Kostrad (Pangkostrad) pada 1998–1999, lalu Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) pada 1999–2000.

Puncak karier militernya dicapai saat ia menjabat sebagai Kepala Staf Umum (Kasum) TNI dari tahun 2000 hingga memasuki masa pensiun pada 2004 dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal.

Selama masa dinasnya, ia dikenal sebagai perwira yang melewati masa-masa transisi krusial di Indonesia, Atas pengabdiannya, ia telah menerima sejumlah tanda jasa militer, seperti Bintang Dharma hingga Yudha Dharma Pratama 

Baca Juga: Erick Thohir Jadi Menpora, Djamari Chaniago Menko Polkam, Presiden Prabowo Lantik 11 Pejabat Baru

Kini, dengan segala rekam jejak dan pengalamannya, Djamari Chaniago dipercaya memegang salah satu pos kementerian paling vital.

Publik menantikan bagaimana jenderal purnawirawan ini akan menjalankan tugasnya dalam mengoordinasikan sektor politik, hukum, dan keamanan di bawah kepemimpinan presiden yang pernah ia rekomendasikan untuk diberhentikan dari militer. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#Menko Polkam #presiden prabowo subianto #Djamari Chaniago