Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Hasil Survei Celios Tunjukkan Airlangga Hartarto Menteri Ekonomi Berkinerja Terbaik Selama Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Shofia Indana Zulfa • Senin, 20 Oktober 2025 | 18:39 WIB

Survei Celios tunjuk Airlangga Hartarto sebagai menteri ekonomi terbaik di tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran. (Instagram: @sekretariat.kabinet)
Survei Celios tunjuk Airlangga Hartarto sebagai menteri ekonomi terbaik di tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran. (Instagram: @sekretariat.kabinet)

RADAR TULUNGAGUNG - Kinerja para menteri di sektor ekonomi selama satu tahun pemerintahan Prabowo Gibran menjadi sorotan utama, yang kini tergambar jelas melalui hasil survei terbaru.

Center of Economic and Law Studies (Celios), sebuah lembaga kajian ekonomi dan hukum terkemuka, telah merilis laporan yang menempatkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pada posisi puncak sebagai menteri ekonomi dengan performa terbaik.

Survei yang dilakukan oleh Celios ini bertujuan untuk mengukur penilaian publik dan ahli terhadap pejabat di bidang ekonomi dalam Kabinet Merah Putih.

Menurut Peneliti Celios, M Bakhrul Fikri, Airlangga Hartarto berhasil meraih nilai tertinggi dengan total 25 poin dari setiap responden.

Baca Juga: Survei Celios Ungkap Rapor Merah Kabinet, Kantongi Nilai -151 Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Jadi Sosok Paling Layak Di-Reshuffle

Hasil ini menjadikannya figur yang paling diapresiasi kinerjanya di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan domestik selama periode satu tahun terakhir.

M. Bakhrul Fikri menjelaskan lebih lanjut, survei Celios ini menggunakan dua pendekatan metodologi yang komprehensif untuk mendapatkan gambaran yang akurat mengenai persepsi publik.

Pendekatan pertama adalah expert judgement, yang melibatkan 120 jurnalis dari 60 media nasional.

Pendekatan kedua adalah survei kuantitatif yang menjaring 1.338 responden masyarakat umum yang tersebar di seluruh Indonesia.

Data kinerja menteri dikumpulkan berdasarkan penilaian atas berbagai aspek, termasuk informasi kebijakan, capaian program, konsistensi kerja, dan rekam jejak publik.

Selain itu, responden juga diminta untuk memberikan penilaian berdasarkan pengalaman pribadi mereka terkait harga kebutuhan, ketersediaan lapangan kerja, layanan pemerintah, dan kondisi sosial ekonomi.

Dalam kategori menteri terbaik sektor ekonomi versi Celios, posisi kedua diduduki oleh Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Roeslani, yang mengumpulkan 9 poin.

Rosan diikuti oleh Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, pada posisi ketiga.

Kinerja Amran Sulaiman, khususnya di sektor pertanian, mendapat apresiasi tinggi dari publik, membawanya masuk dalam daftar menteri terbaik.

Selain tiga nama teratas, beberapa menteri lain di sektor ekonomi juga mendapatkan nilai positif dari responden.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memperoleh 7 poin, yang menempatkannya di posisi keempat.

Menariknya, Yassierli mendapatkan poin yang sama dengan Amran Sulaiman, meskipun Amran menempati peringkat ketiga berdasarkan urutan yang disebutkan Bakhrul Fikri.

Berikutnya, Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mendapatkan 5 poin, disusul oleh Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang, dengan 1 poin.

Baca Juga: Setahun Memimpin, Pemerintahan Prabowo–Gibran Dapat Nilai 3 dari 10! Survei Ungkap Mayoritas Publik Nilai Kinerjanya “Sangat Buruk”

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, berada di posisi netral dengan perolehan 0 poin.

Survei ini menanyakan kepada responden ahli (jurnalis) dua pertanyaan utama:

"Menurut Anda, siapa menteri dengan kinerja terbaik di bidang ekonomi dalam Kabinet Prabowo-Gibran selama satu tahun pertama?" dan,

"Menurut Anda, siapa menteri dengan kinerja terburuk di bidang ekonomi dalam Kabinet Prabowo-Gibran selama satu tahun pertama?".

Responden diminta memilih masing-masing satu nama untuk peringkat 1, 2, dan 3.

Dalam proses penilaian ini, Celios juga memastikan bahwa menteri yang baru dilantik atau di-reshuffle pada September 2025 tidak disertakan dalam penilaian karena masa jabatannya yang masih singkat.

Pengumpulan data expert judgement dilakukan pada 30 September hingga 17 Oktober 2025.

Meskipun terdapat daftar menteri dengan kinerja terbaik, Bakhrul Fikri juga mengungkapkan adanya sejumlah pejabat yang dinilai memiliki kinerja kurang memuaskan atau terburuk di sektor ekonomi.

Pejabat yang menempati peringkat terbawah adalah Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, yang mendapatkan nilai minus (-) 67. Kinerja buruk ini menjadi perhatian khusus dalam evaluasi satu tahun pemerintahan.

Di posisi kedua terburuk, terdapat Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, dengan perolehan minus (-) 22 poin.

Kemudian, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko, menempati posisi ketiga terburuk dengan minus (-) 17 poin.

Nama lain yang masuk dalam daftar ini termasuk Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang mendapatkan minus (-) 11 poin.

Sementara Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, memperoleh minus (-) 3 poin, dan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mendapatkan minus (-) 1 poin.

Dalam survei paralel yang dilakukan kepada 1.338 responden masyarakat umum, Celios juga menggali pandangan masyarakat mengenai kondisi ekonomi rumah tangga mereka dan dampak dari program pemerintah.

Baca Juga: FIP Universitas Negeri Malang Sukses Menggelar Festival Kelima PAUD, Begini Kemeriahan Acara Dua Tahunan Ini

Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat, yakni 45%, menilai kondisi ekonomi rumah tangga mereka "sama saja" dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, menariknya, 28% responden menyatakan kondisi ekonomi rumah tangga mereka membaik, yang sedikit lebih besar dibandingkan 27% responden yang merasa kondisi mereka lebih buruk.

Terkait program-program pemerintah, hasil survei juga menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat belum merasakan dampak signifikan.

Sebanyak 53% responden menilai program ekonomi pemerintah "tidak berpengaruh". Walaupun demikian, 39% masyarakat merasakan manfaat nyata dari program pemerintah.

Rinciannya, 14 persen menyatakan program tersebut "sangat membantu" dan 25 persen menyatakan "membantu".

Namun, ada juga 4% responden yang justru menganggap program pemerintah menjadi beban.

Secara keseluruhan, hasil survei Celios ini memberikan gambaran awal yang penting mengenai persepsi publik terhadap kinerja menteri-menteri di bidang ekonomi selama satu tahun Kabinet Prabowo.

Penilaian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah, khususnya dalam upaya menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#ekonomi nasional #airlangga hartarto #Celios #Kabinet Merah Putih #pertumbuhan ekonomi #kinerja menteri #Prabowo Gibran