Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

4 Jembatan di Aceh Putus, 20 Titik Longsor Belum Terpetakan, Kementerian PUPR Bakal Kirim Alat Berat ke Sumatera

Dharaka R. Perdana • Jumat, 28 November 2025 | 19:20 WIB

Sejumlah lembaga dan kementerian mengikuti RKTM di Pusdalops BNPB. (FACEBOOK BNPB)
Sejumlah lembaga dan kementerian mengikuti RKTM di Pusdalops BNPB. (FACEBOOK BNPB)

RADAR TULUNGAGUNG - Bencana hidrometeorologi yang terjadi di beberapa provinsi di Sumatera membawa dampak buruk pada infrastruktur. 

Wakil Menteri PUPR Diana Kusumastuti melaporkan masih ada empat jembatan terputus di Aceh.

Di Sibolga dan Tapanuli Tengah, terdapat 20 titik longsor yang belum dapat dipetakan sepenuhnya.

Alat berat telah dikerahkan untuk membuka akses dan membersihkan material longsoran.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan memastikan layanan medis tetap berjalan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Minta Penanganan Bencana di Sumatera Dilakukan Secara Cepat, Terkoordinasi, dan Terfokus

Tenaga kesehatan cadangan telah dikirim, termasuk dukungan agar aktivitas pembelajaran bisa segera dimulai kembali setelah kondisi dinilai aman.

Kementerian Dalam Negeri juga memberikan keleluasaan daerah untuk menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) dan melakukan pergeseran anggaran guna mempercepat penanganan darurat.

Kepala Basarnas Muhammad Syafii melaporkan terdapat delapan operasi SAR yang sedang berlangsung di tiga provinsi terdampak.

Prioritas utama adalah penyelamatan warga yang terisolasi dan pencarian korban menggunakan metode manual maupun teknologi pendukung.

Baca Juga: Banjir dan Tanah Longsor Mengancam 13 Kabupaten/Kota di Sumatera Barat, BNPB Tekankan Penetapan Status Darurat dan Posko Terpadu

Sebagai penyedia utama data cuaca, BMKG menegaskan bahwa fenomena Siklon Tropis Senyar menjadi pemicu utama bencana.

Setelah masuk ke daratan Sumatera, siklon sempat berputar di wilayah Aceh Timur hingga Aceh Tamiang sebelum akhirnya melemah.

BMKG memprediksi cuaca akan berangsur membaik, namun mengingatkan adanya potensi aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang bisa meningkatkan risiko cuaca ekstrem, terutama di Mandailing Natal dan Sumbar.

Menko PMK Pratikno menegaskan seluruh daerah terdampak telah menetapkan status darurat bencana.

Status ini menjadi dasar percepatan pengerahan sumber daya oleh pemerintah pusat, termasuk bantuan logistik, kesehatan, sarana transportasi, dan operasi penyelamatan.

“Pemerintah memastikan dukungan penuh agar penanganan darurat berjalan optimal dan masyarakat terdampak segera mendapatkan bantuan yang dibutuhkan,” tegas Pratikno. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#sibolga #Bencana hidrometeorologi #aceh #infrastruktur #sumatera