RADAR TULUNGAGUNG - Pemulihan listrik pascabencana Aceh Tengah terus dikebut oleh PT PLN (Persero) setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayah Takengon dan sekitarnya.
Meski dihadapkan pada medan ekstrem dan akses jalan darat yang lumpuh, PLN memastikan proses normalisasi jaringan listrik tetap berjalan demi mengembalikan aktivitas warga.
Bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur kelistrikan.
Puluhan tiang listrik roboh, jaringan distribusi terputus, dan sejumlah gardu mengalami gangguan berat. Kondisi ini membuat ribuan warga di Aceh Tengah sempat hidup tanpa aliran listrik, termasuk di wilayah-wilayah yang terisolasi.
Namun berkat kerja keras petugas di lapangan dan kolaborasi lintas instansi, pemulihan listrik pascabencana Aceh Tengah menunjukkan progres signifikan.
Hingga saat ini, PLN telah berhasil menormalisasi sebanyak 323 gardu distribusi. Aliran listrik pun kembali menyala di 184 desa yang tersebar di Kabupaten Aceh Tengah.
Baca juga:Infrastruktur Rusak, Akses Terbatas Jadi Tantangan
Proses pemulihan tidak berjalan mudah. Akses jalan darat menuju sejumlah lokasi terdampak masih tertutup material longsor, sehingga menyulitkan mobilisasi peralatan dan personel.
Dalam kondisi tersebut, PLN harus menerapkan strategi khusus, termasuk memanfaatkan jalur alternatif dan dukungan transportasi udara.
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menyampaikan apresiasi atas kerja cepat dan responsif yang dilakukan PLN.
Menurutnya, kehadiran listrik sangat krusial untuk mendukung pemulihan pascabencana, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun pelayanan publik.
“Upaya PLN patut diapresiasi. Di tengah keterbatasan akses dan risiko keselamatan, petugas tetap bekerja maksimal untuk memastikan listrik kembali menyala,” ujar Haili Yoga.
Baca juga:Progres Pemulihan Capai Hampir 80 Persen
Secara keseluruhan, pemulihan jaringan listrik di Aceh Tengah telah mencapai hampir 80 persen. Dari total wilayah terdampak, masih terdapat sekitar 25 desa yang mengalami gangguan kelistrikan.
Selain itu, sekitar 60 desa belum dapat dipulihkan dalam waktu dekat akibat kerusakan parah pada tiang listrik serta keterbatasan material.
Meski demikian, PLN mencatat sekitar 30 desa lainnya sudah masuk dalam tahap proses perbaikan. Petugas terus bekerja lembur untuk menyelesaikan normalisasi pada 139 gardu distribusi yang masih terdampak bencana.
PLN juga menegaskan bahwa keselamatan kerja menjadi prioritas utama. Kondisi tanah yang masih labil dan rawan longsor membuat setiap tahapan pemulihan harus dilakukan dengan kehati-hatian ekstra.
Baca juga:Sinergi dengan TNI, Listrik RSUD Jadi Prioritas
Dalam situasi darurat, fasilitas kesehatan menjadi perhatian utama. Untuk memastikan pelayanan medis tetap berjalan optimal, PLN bersinergi dengan TNI mengirimkan unit genset ke RSUD Takengon melalui jalur udara.
Langkah ini dilakukan sebagai solusi cepat agar rumah sakit tetap memiliki pasokan listrik yang andal, terutama untuk mendukung operasional alat-alat medis dan layanan darurat bagi korban bencana.
“Pasokan listrik untuk fasilitas vital seperti rumah sakit tidak boleh terganggu. Sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam percepatan pemulihan,” ujar perwakilan PLN di lokasi.
Baca juga:Harapan Pemulihan Ekonomi dan Sosial
Dengan terus bertambahnya wilayah yang kembali teraliri listrik, masyarakat Aceh Tengah mulai merasakan dampak positif pemulihan.
Aktivitas ekonomi perlahan bangkit, layanan publik kembali berjalan, dan kehidupan sosial masyarakat mulai pulih.
PLN menargetkan seluruh wilayah terdampak dapat kembali menikmati listrik secara normal seiring membaiknya kondisi lapangan dan tersedianya material pendukung.
Pemulihan listrik pascabencana Aceh Tengah diharapkan menjadi fondasi penting dalam membangkitkan kembali denyut kehidupan masyarakat pascabencana. ****
Editor : Dharaka R. Perdana