RADAR TULUNGAGUNG - Nama Dharma Pongrekun kembali menjadi perbincangan publik setelah jagat media sosial diramaikan isu pembukaan jutaan dokumen rahasia Amerika Serikat yang dikenal sebagai Epstein Files.
Dalam dokumen tersebut, sejumlah tokoh berpengaruh dunia disebut memiliki keterkaitan dengan mendiang miliarder Jeffrey Epstein, termasuk pendiri Microsoft, Bill Gates.
Isu ini kemudian dikaitkan warganet dengan pernyataan lama Dharma Pongrekun soal pandemi Covid-19.
Dharma Pongrekun, purnawirawan Polri yang sempat maju sebagai calon Gubernur Jakarta pada Pilkada DKI 2024, sebelumnya pernah menyebut pandemi Covid-19 sebagai agenda terselubung elite global.
Pandangan tersebut kini kembali viral seiring beredarnya informasi terkait isi email dalam Epstein Files yang menyinggung simulasi pandemi jauh sebelum Covid-19 merebak.
Epstein Files Dibuka, Nama Tokoh Dunia Bermunculan
Departemen Kehakiman Amerika Serikat baru-baru ini merilis jutaan halaman dokumen sebagai bagian dari pemenuhan undang-undang transparansi publik.
Berkas yang dikenal sebagai Epstein Files itu memuat lebih dari tiga juta halaman dokumen, termasuk email, catatan penerbangan, foto, dan korespondensi pribadi Jeffrey Epstein dengan jaringan sosialnya.
Sejumlah media internasional melaporkan bahwa nama Bill Gates muncul berulang kali dalam kumpulan dokumen tersebut.
Salah satu email bertanggal 3 Maret 2017, yang dilaporkan media Turki Haberler, membahas berbagai topik strategis, mulai dari simulasi pandemi hingga pengembangan teknologi neuroteknologi yang berkaitan dengan keamanan nasional.
Dalam email tersebut disebutkan adanya lima fokus utama kerja sama, yakni simulasi pandemi, senjata neuroteknologi, data kesehatan digital, penyakit kronis dan ilmu otak, serta ekonomi kesehatan.
Fakta bahwa pembahasan simulasi pandemi dilakukan sekitar tiga tahun sebelum Covid-19 merebak membuat isu ini kembali menjadi bahan spekulasi publik.
Pernyataan Lama Dharma Pongrekun Kembali Disorot
Isu Epstein Files ini membuat warganet kembali mengungkit pernyataan Dharma Pongrekun saat debat Pilkada DKI Jakarta 2024.
Kala itu, ia menyebut pandemi Covid-19 sebagai bagian dari agenda terselubung asing yang bertujuan mengambil alih kedaulatan negara.
Dharma juga mempertanyakan penggunaan alat tes PCR sebagai metode deteksi Covid-19. Menurutnya, PCR tidak dirancang untuk mendeteksi virus secara langsung.
Pernyataan tersebut menuai pro dan kontra luas di tengah masyarakat, terlebih karena disampaikan oleh figur berlatar belakang aparat penegak hukum dan keamanan negara.
Seiring mencuatnya kembali isu global terkait Epstein Files, potongan pernyataan Dharma Pongrekun kembali beredar luas di media sosial dan memicu rasa penasaran publik mengenai sosoknya.
Profil Singkat Dharma Pongrekun
Dharma Pongrekun merupakan purnawirawan Polri dengan pangkat terakhir Komisaris Jenderal Polisi atau jenderal bintang tiga.
Ia lahir di Palu, Sulawesi Tengah, pada 12 Januari 1966 dan dikenal memiliki latar belakang kuat di bidang reserse serta keamanan siber.
Pendidikan formalnya terbilang panjang. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1988, dilanjutkan dengan Pendidikan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 1995.
Gelar magister manajemen diraihnya dari Universitas Bhayangkara pada 2002, serta magister ilmu hukum dari Universitas Gadjah Mada pada 2006.
Pada 2023, ia juga memperoleh gelar doktor kehormatan bidang kemanusiaan dari MBC University Depok.
Karier Panjang di Kepolisian dan Keamanan Siber
Karier Dharma Pongrekun di kepolisian berlangsung selama 36 tahun, sejak 1988 hingga 2024.
Ia pernah menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Deputi Bidang Identifikasi dan Deteksi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pada 2018, hingga Wakil Kepala BSSN pada 2019.
Posisi terakhirnya di institusi Polri adalah sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Jianbang Lemdiklat Polri.
Dengan latar belakang tersebut, pandangan-pandangan Dharma kerap menarik perhatian publik, terutama ketika bersinggungan dengan isu global seperti pandemi, kedaulatan negara, dan peran elit internasional.
Kombinasi antara pembukaan Epstein Files, kemunculan nama Bill Gates, serta pernyataan lama Dharma Pongrekun membuat isu ini kembali menghangat dan menjadi bahan diskusi luas di ruang publik digital Indonesia.***
Editor : Vidya Sajar Fitri