JAKARTA – Pergerakan harga emas Antam hari ini kembali menjadi perhatian investor dan masyarakat. Pada perdagangan Kamis, 5 Februari 2026, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tercatat mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan hari sebelumnya.
Berdasarkan data resmi yang dirilis, harga emas Antam hari ini berada di level Rp2.956.000 per gram. Angka tersebut turun Rp17.000 per gram dari posisi perdagangan sebelumnya. Penurunan ini sekaligus menandai tren pelemahan harga emas batangan Antam dalam beberapa hari terakhir.
Tak hanya harga jual, nilai pembelian kembali atau harga buyback emas Antam juga ikut melemah. Pada perdagangan hari ini, buyback Antam ditetapkan sebesar Rp2.720.000 per gram, turun Rp17.000 dibandingkan hari sebelumnya.
Harga Emas Antam Alami Dua Kali Pembaruan
Menariknya, pergerakan harga emas Antam pada perdagangan kemarin mengalami dua kali pembaruan dalam satu hari. Pada pembaruan pagi hari, harga emas sempat berada di level tertentu sebelum akhirnya kembali disesuaikan pada sore hari.
Pada pembaruan terakhir yang dilakukan sekitar pukul 16.46 WIB, harga emas Antam tercatat naik ke posisi Rp2.973.000 per gram. Namun, penyesuaian tersebut tidak bertahan lama. Memasuki perdagangan hari ini, harga kembali terkoreksi dan turun ke Rp2.956.000 per gram.
Hal serupa juga terjadi pada harga buyback emas Antam. Kemarin, harga buyback sempat mengalami dua kali perubahan. Pembaruan terakhir dilakukan pada pukul 17.41 WIB, dengan harga buyback berada di level Rp2.737.000 per gram, sebelum akhirnya turun lagi pada perdagangan hari ini.
Faktor yang Mempengaruhi Penurunan Harga Emas
Penurunan harga emas Antam hari ini tidak lepas dari dinamika pasar global. Pergerakan harga emas dunia sangat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), nilai tukar dolar AS, hingga sentimen investor terhadap aset aman (safe haven).
Ketika dolar AS menguat dan imbal hasil obligasi meningkat, harga emas cenderung tertekan. Kondisi ini membuat sebagian investor memilih untuk menahan pembelian emas atau bahkan melepas kepemilikan mereka, yang berdampak pada penurunan harga emas di pasar domestik, termasuk emas Antam.
Selain itu, faktor permintaan dan penawaran di dalam negeri juga ikut memengaruhi fluktuasi harga emas batangan. Momentum awal tahun yang biasanya diwarnai peningkatan kebutuhan likuiditas turut menjadi salah satu penyebab pelemahan harga.
Dampak bagi Investor dan Masyarakat
Turunnya harga emas Antam dapat menjadi peluang bagi masyarakat yang ingin mulai berinvestasi emas. Dengan harga yang lebih rendah, investor pemula memiliki kesempatan untuk masuk ke pasar emas dengan modal yang relatif lebih terjangkau.
Namun bagi pemilik emas yang berencana menjual kembali, penurunan harga buyback emas Antam tentu perlu menjadi pertimbangan. Selisih antara harga beli dan harga jual kembali atau spread emas masih tergolong cukup lebar, sehingga investor disarankan untuk berinvestasi emas dalam jangka menengah hingga panjang.
Pengamat pasar menyarankan masyarakat untuk tidak hanya terpaku pada pergerakan harga harian, tetapi juga memperhatikan tujuan investasi. Emas tetap dinilai sebagai instrumen lindung nilai yang efektif terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi global.
Baca Juga: OTT KPK Tetapkan 6 Tersangka Dugaan Korupsi, Libatkan Pejabat dan Pihak Swasta
Perlu Pantau Harga Secara Berkala
Dengan fluktuasi harga yang cukup dinamis, masyarakat disarankan untuk rutin memantau harga emas Antam hari ini melalui kanal resmi Antam atau sumber informasi terpercaya. Pembaruan harga bisa terjadi lebih dari satu kali dalam sehari, terutama saat volatilitas pasar global meningkat.
Ke depan, pergerakan harga emas diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh sentimen global dan kebijakan moneter negara maju. Investor diimbau tetap cermat, tidak terburu-buru mengambil keputusan, serta menyesuaikan strategi investasi dengan kondisi pasar terkini.