Akibatnya, banjir merendam permukiman warga di Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.
Warga pun diminta bersiap mengungsi karena curah hujan masih tinggi dan berpotensi memperparah kondisi banjir.
Peristiwa tanggul Sungai Citalahap jebol ini terjadi setelah debit air sungai meningkat drastis akibat hujan dengan intensitas tinggi yang turun sejak siang hingga sore hari.
Tanggul yang tak mampu menahan derasnya aliran air akhirnya runtuh dan mengalir langsung ke kawasan permukiman warga, khususnya di Dusun Kubangsari.
Air bah dengan cepat menggenangi rumah-rumah warga, jalan lingkungan, hingga fasilitas umum.
Sejumlah warga terlihat berupaya menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
Sebagian lainnya mulai bersiap mengungsi ke rumah kerabat atau lokasi yang lebih aman.
Permukiman dan Lahan Pertanian Terendam
Selain merendam rumah warga, banjir akibat tanggul Sungai Citalahap jebol juga menggenangi area persawahan dan perkebunan milik warga.
Ketinggian air di lahan pertanian dilaporkan mencapai sekitar satu meter, membuat tanaman terancam gagal panen.
Warga setempat mengaku banjir kali ini datang lebih cepat dibandingkan kejadian sebelumnya.
Derasnya arus air membuat sebagian warga kesulitan melintas, terutama anak-anak dan lansia. Aktivitas warga pun lumpuh sementara karena akses jalan tertutup genangan air.
“Kami khawatir kalau hujan terus turun, air bisa semakin naik.
Sekarang saja sudah sampai lutut,” ujar salah satu warga Dusun Kubangsari.
Warga Diminta Waspada dan Siaga Evakuasi
Pemerintah desa bersama petugas terkait mengimbau warga untuk tetap waspada dan siaga menghadapi kemungkinan banjir susulan.
Curah hujan di wilayah Ciamis diperkirakan masih tinggi, sehingga potensi meluasnya genangan banjir tetap terbuka.
Warga yang tinggal di daerah bantaran sungai diminta memantau kondisi air secara berkala dan segera mengungsi apabila debit air kembali meningkat.
Keselamatan jiwa menjadi prioritas utama di tengah situasi darurat ini.
Petugas Gabungan Lakukan Penanganan Darurat
Sejumlah petugas gabungan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citandui Kementerian Pekerjaan Umum, BPBD Ciamis, Tagana, serta unsur TNI dan Polri langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.
Mereka berupaya melakukan penanganan darurat dengan menutup sementara tanggul yang jebol.
Petugas menggunakan alat berat dan material darurat untuk menahan aliran air agar tidak semakin meluas ke permukiman warga.
Namun, proses penutupan tanggul masih terkendala derasnya arus air dan kondisi cuaca yang belum sepenuhnya membaik.
“Kami fokus pada penanganan darurat agar aliran air bisa dikendalikan. Setelah itu baru akan dilakukan perbaikan permanen,” ujar salah satu petugas di lokasi.
Harapan Warga Penanganan Cepat
Warga berharap penutupan tanggul Sungai Citalahap yang jebol dapat segera diselesaikan agar banjir tidak semakin meluas dan merugikan lebih banyak pihak.
Selain kerugian materi, warga juga khawatir banjir berkepanjangan dapat memicu gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Hingga Senin malam, petugas masih bersiaga di lokasi untuk memantau perkembangan debit air dan kondisi tanggul.
Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan penanganan banjir berjalan optimal.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Selasa 3 Februari 2026 Kembali Turun, Produk Galeri24 dan UBS Kompak Terkoreksi
Editor : Nabiyah Putri Wibowo