Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Makan Bergizi Gratis Jadi Kunci Masa Depan Bangsa, Prabowo Puji Langkah Polri Bangun 1.179 SPPG dan Gudang Pangan

Auliya Nur'Aini Khafadzoh • Senin, 16 Februari 2026 | 15:40 WIB
Program Makan Bergizi Gratis ditegaskan Prabowo sebagai kunci masa depan bangsa saat peresmian 1.179 SPPG dan gudang pangan Polri. Pinterest
Program Makan Bergizi Gratis ditegaskan Prabowo sebagai kunci masa depan bangsa saat peresmian 1.179 SPPG dan gudang pangan Polri. Pinterest

Radar Tulungagung - Program Makan Bergizi Gratis kembali ditegaskan sebagai salah satu fondasi utama pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Hal itu disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto saat menghadiri peresmian dan groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta 18 gudang ketahanan pangan Polri.

Dalam sambutannya, Prabowo secara khusus mengapresiasi inisiatif Kepolisian Negara Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Listyo Sigit Prabowo. Menurutnya, langkah Polri masuk ke sektor pangan dan gizi menunjukkan pemahaman mendalam tentang makna keamanan yang sesungguhnya bagi rakyat.

“Keamanan itu bukan hanya soal hukum dan ketertiban. Keamanan yang sejati adalah ketika rakyat merasa tenang, bahagia, dan yakin anak-anaknya tidak lapar,” tegas Prabowo di hadapan jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan TNI-Polri, serta para kepala daerah.

Peran Polri di Luar Tugas Konvensional

Prabowo menilai Polri telah melampaui tugas konvensional sebagai penegak hukum. Dengan membangun SPPG dan gudang pangan, Polri dinilai menangkap persoalan krusial yang menentukan keselamatan bangsa dalam jangka panjang.

Ia menyebut, seorang pemimpin sejati tidak hanya menjalankan tugas formal, tetapi mampu membaca kebutuhan mendasar rakyat. Dalam konteks ini, kebutuhan paling dasar adalah terbebas dari ancaman kelaparan.

Langkah Polri tersebut juga sejalan dengan visi besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan menekan angka stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah besar Indonesia.

Makan Bergizi Gratis dan Tantangan Stunting

Program Makan Bergizi Gratis, kata Prabowo, bukanlah konsep baru di dunia. Puluhan negara maju dan demokratis telah lebih dulu menerapkannya sebagai bentuk investasi jangka panjang bagi generasi muda.

“Program ini mungkin tidak terasa penting bagi mereka yang sudah berkecukupan. Tapi bagi mayoritas rakyat, makan bergizi gratis adalah kebutuhan mendesak,” ujarnya.

Prabowo mengungkapkan, saat program ini pertama kali digaungkan, dirinya sempat menghadapi gelombang kritik dan ejekan. Bahkan, kritik tersebut datang dari kalangan terdidik yang meragukan keberhasilan program dan menilai kebijakan itu hanya pemborosan anggaran.

Namun, ia tetap yakin berada di jalan yang benar. Data stunting yang kala itu mencapai sekitar 25 persen anak Indonesia menjadi alarm keras bagi negara. Kekurangan gizi, lanjut Prabowo, berdampak langsung pada perkembangan otak, tulang, dan otot anak.

“Kalau sel otak tidak berkembang optimal, bagaimana kita berharap Indonesia menjadi negara maju?” katanya.

SPPG sebagai Instrumen Nyata

Keberadaan 1.179 SPPG yang diresmikan dan digroundbreaking dinilai sebagai instrumen nyata dalam memastikan distribusi pangan bergizi tepat sasaran. SPPG akan menjadi pusat layanan pemenuhan gizi, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Sementara itu, 18 gudang ketahanan pangan Polri diharapkan memperkuat cadangan logistik nasional dan mempercepat respons negara terhadap kondisi darurat, termasuk bencana alam dan krisis pangan.

Prabowo menegaskan, pembangunan fisik tanpa pembangunan manusia adalah sia-sia. Oleh karena itu, investasi di bidang gizi harus menjadi prioritas lintas sektor, tidak hanya pemerintah pusat, tetapi juga aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Harapan untuk Masa Depan

Menutup sambutannya, Prabowo berharap sinergi antara Polri, TNI, kementerian, dan elemen masyarakat terus diperkuat. Ia optimistis, dengan pemenuhan gizi yang baik sejak dini, Indonesia akan memiliki generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing global. “Bangsa yang kuat dimulai dari anak-anak yang tidak lapar,” pungkasnya.

 

Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh
#stunting Indonesia #SPPG polri #ketahanan pangan #Prabowo Subianto #Makan Bergizi Gratis