Radar Tulungagung - Prabowo Subianto ke Amerika Serikat dalam kunjungan kerja strategis untuk bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Agenda utama Prabowo Subianto ke Amerika Serikat adalah menandatangani kesepakatan tarif dagang sebesar 19 persen serta menghadiri rapat perdana Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza.
Kunjungan Prabowo Subianto ke Amerika Serikat ini menjadi sorotan karena menyangkut kepentingan perdagangan bilateral hingga isu geopolitik global. Pemerintah menilai lawatan ini sebagai langkah aktif diplomasi Indonesia dalam memperkuat posisi nasional di tengah dinamika global.
Presiden Prabowo Subianto bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdana Kusuma, Jakarta, sekitar pukul 09.00 WIB. Keberangkatan tersebut dilepas langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sejumlah menteri, Kapolri, Panglima TNI, serta pejabat terkait lainnya.
Teken Tarif Dagang 19 Persen dengan AS
Dalam kunjungannya, Prabowo dijadwalkan bertemu Donald Trump pada 18 atau 19 Februari 2026. Salah satu agenda utama adalah penandatanganan agreement reciprocal tariff atau IRT yang menetapkan tarif dagang Indonesia sebesar 19 persen.
Angka tersebut merupakan hasil negosiasi panjang antara pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat. Sebelumnya, Indonesia sempat dikenakan tarif sebesar 32 persen. Setelah serangkaian perundingan melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, tarif tersebut berhasil ditekan menjadi 19 persen.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya memastikan bahwa angka 19 persen tersebut tidak mengalami perubahan dan akan disahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan ini.
Baca Juga: Sambut Ramadan, Kelurahan Botoran Tulungagung Lestarikan Tradisi Gugur Gunung Bersihkan Pemakaman
Selain kesepakatan tarif, pemerintah Amerika Serikat juga disebut akan memberikan fasilitas bebas bea masuk untuk sejumlah komoditas unggulan Indonesia. Beberapa di antaranya adalah minyak, sawit, kopi, dan kakao. Kebijakan ini diharapkan memperkuat daya saing ekspor Indonesia di pasar Amerika.
Sebagai timbal balik, Indonesia akan memberikan akses lebih luas bagi produk-produk asal Amerika Serikat masuk ke pasar domestik dengan skema tarif nonresiprokal. Kerja sama juga akan diperluas ke sektor digital, teknologi informasi, hingga energi dan migas.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut Indonesia juga berencana mengimpor BBM dari Amerika Serikat senilai sekitar 11 hingga 15 miliar dolar AS. Langkah ini dilakukan untuk menyeimbangkan neraca perdagangan kedua negara.
Data 2025 menunjukkan neraca perdagangan Indonesia terhadap Amerika Serikat mengalami surplus sekitar 8 miliar dolar AS. Dengan tambahan impor energi, pemerintah berharap hubungan dagang menjadi lebih stabil dan seimbang.
Buka Pintu Investasi dan Energi Nikel
Selain perdagangan, pemerintah juga membuka peluang investasi seluas-luasnya bagi investor Amerika Serikat. Fokus investasi diarahkan pada sektor energi dan hilirisasi nikel yang menjadi salah satu prioritas nasional.
Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat struktur industri nasional dan meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri. Pemerintah ingin memastikan kerja sama bilateral tidak hanya berhenti pada transaksi dagang, tetapi juga mendorong investasi jangka panjang.
Hadiri Rapat Perdana Board of Peace Gaza
Selain agenda ekonomi, Prabowo juga dijadwalkan menghadiri rapat perdana Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk oleh Presiden Donald Trump pada awal 2026.
Forum ini diikuti puluhan negara dan bertujuan membahas langkah konkret menuju perdamaian di Gaza, Palestina. Kehadiran Indonesia menjadi bagian dari komitmen diplomasi kemanusiaan dan politik luar negeri bebas aktif.
Keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace sempat memicu polemik di dalam negeri. Presiden Prabowo bahkan mengundang sejumlah ulama, tokoh agama, dan mantan pejabat diplomatik untuk menyamakan persepsi terkait langkah tersebut.
Pemerintah menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia justru menjadi peluang untuk menyuarakan aspirasi rakyat Indonesia terkait perdamaian Gaza secara lebih lantang di forum internasional.
Isu anggaran kontribusi sebesar Rp17 triliun juga sempat menjadi perdebatan publik. Istana menegaskan bahwa dalam rapat perdana nanti tidak serta-merta ada pembayaran anggaran. Semua masih akan melalui kajian mendalam.
Bahkan, pemerintah menyatakan siap mengirim hingga 8.000 pasukan perdamaian sebagai bagian dari kontribusi Indonesia. Total pasukan yang direncanakan dalam misi tersebut mencapai 15.000 personel.
Dengan agenda padat mulai dari penandatanganan tarif dagang 19 persen hingga pembahasan perdamaian Gaza, kunjungan Prabowo Subianto ke Amerika Serikat menjadi salah satu momentum diplomasi terbesar Indonesia pada 2026.
Publik kini menanti hasil konkret dari lawatan tersebut, baik dalam penguatan ekonomi nasional maupun kontribusi Indonesia dalam perdamaian global.