Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Skema Baru MBG Saat Ramadan: Begini Cara Badan Gizi Nasional Atur Makan Bergizi Gratis untuk Siswa dan Pesantren

Ingge Nayla Ayu Karina • Kamis, 19 Februari 2026 | 18:50 WIB

Skema MBG saat Ramadan diatur khusus oleh BGN. Simak mekanisme Makan Bergizi Gratis untuk sekolah dan pesantren.
Skema MBG saat Ramadan diatur khusus oleh BGN. Simak mekanisme Makan Bergizi Gratis untuk sekolah dan pesantren.

 

RADAR TULUNGAGUNG - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan suci Ramadan.

Namun, Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan skema khusus agar pelaksanaannya tetap relevan dengan kondisi peserta didik yang menjalankan ibadah puasa.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa terdapat empat mekanisme pelaksanaan MBG selama Ramadan.

Baca Juga: Viral Video MBG Kelapa Muda Utuh di Kukar, SPPG Klarifikasi: Bukan Cuma Buah, Ini Menu Lengkap yang Diterima Siswa

Skema ini disesuaikan dengan karakteristik sekolah, mulai dari mayoritas siswa Muslim yang berpuasa hingga sekolah nonmuslim.

Menurut Dadan, penyesuaian skema dilakukan agar program Makan Bergizi Gratis tetap efektif, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi anak-anak, khususnya siswa sekolah dasar yang mulai belajar berpuasa.

 

Sekolah Mayoritas Muslim, MBG Dikonsumsi Saat Berbuka

Untuk sekolah dengan mayoritas siswa beragama Islam dan menjalankan puasa, MBG tetap akan didistribusikan seperti biasa.

Namun, menu yang diberikan dirancang tahan lama sehingga bisa dikonsumsi saat waktu berbuka puasa.

“Di sekolah yang mayoritas Muslim, MBG tetap dikirim dengan menu tahan lama dan bisa dikonsumsi saat berbuka puasa,” ujar Dadan.

Skema ini diharapkan tidak hanya menjaga asupan gizi anak selama Ramadan, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter.

Anak-anak SD yang mulai belajar berpuasa tetap mendapatkan asupan nutrisi seimbang, meski waktu konsumsinya bergeser ke magrib.

Penyesuaian waktu konsumsi ini menjadi kunci agar tujuan program Makan Bergizi Gratis dalam meningkatkan status gizi anak tetap tercapai.

 

Sekolah Minoritas Berpuasa dan Nonmuslim

BGN juga menyiapkan skema berbeda untuk sekolah yang hanya sebagian kecil siswanya berpuasa.

Dalam kondisi ini, MBG tetap diberikan, namun waktu pembagiannya mendekati jam berbuka.

Menu yang dibagikan juga disesuaikan agar tetap layak konsumsi saat waktu berbuka tiba.

Dengan begitu, siswa yang berpuasa tetap bisa memanfaatkan program tersebut tanpa mengganggu ibadahnya.

Sementara itu, untuk sekolah yang mayoritas siswanya tidak berpuasa atau nonmuslim, pelaksanaan MBG berjalan normal tanpa perubahan skema.

Program Makan Bergizi Gratis tetap diberikan dan dikonsumsi sesuai jadwal seperti hari biasa.

BGN menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan menjaga keadilan dan efektivitas program di seluruh wilayah, tanpa memandang latar belakang agama peserta didik.

 

Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita Tetap Normal

Selain menyasar siswa sekolah, MBG juga diperuntukkan bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.

Selama Ramadan, kelompok ini tetap mendapatkan MBG dengan skema normal.

Hal ini karena mereka tidak diwajibkan berpuasa, sehingga kebutuhan gizi hariannya tetap harus dipenuhi seperti biasa.

Distribusi makanan bergizi bagi kelompok ini dinilai krusial untuk mencegah stunting dan menjaga kesehatan ibu serta anak.

Dengan demikian, program Makan Bergizi Gratis tidak mengalami pengurangan cakupan, melainkan hanya penyesuaian teknis di lapangan.

 

Pesantren Dapat MBG dengan Waktu Fleksibel

Skema khusus juga diterapkan di lingkungan pesantren.

Para santri yang menjalankan puasa tetap mendapatkan MBG, namun waktu pembagiannya digeser.

Menurut Dadan, mekanismenya serupa dengan sekolah mayoritas Muslim.

Makanan bisa dikonsumsi saat berbuka puasa.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan pembagian dilakukan menjelang sahur, tergantung hasil evaluasi teknis di lapangan.

Fleksibilitas ini diberikan agar distribusi tetap efisien dan tidak mengganggu aktivitas belajar santri.

BGN menegaskan, penyesuaian selama Ramadan merupakan bentuk adaptasi kebijakan agar program tetap berjalan optimal.

Prinsip utamanya adalah memastikan kebutuhan gizi anak dan kelompok rentan tetap terpenuhi meski terjadi perubahan pola makan selama bulan puasa.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Melalui empat skema selama Ramadan ini, BGN berharap manfaat program tetap dirasakan secara luas tanpa mengurangi esensi ibadah puasa bagi yang menjalankannya.

Baca Juga: Prabowo Subianto Heran Program MBG Dituding Hamburkan Uang, Tegaskan Hasil Efisiensi dan Siap Hadapi Kampanye Negatif

Ke depan, BGN masih membuka kemungkinan evaluasi tambahan, termasuk opsi pembagian menjelang sahur untuk wilayah tertentu.

Namun, secara garis besar, pelaksanaan MBG selama Ramadan dipastikan tetap berjalan dengan penyesuaian teknis yang telah disiapkan.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#program gizi sekolah #Dadan Hindayana #MBG Ramadhan #Makan Bergizi Gratis #Badan Gizi Nasional (BGN)