RADAR TULUNGAGUNG - Program MBG Ramadan atau Makan Bergizi Gratis selama bulan puasa tetap berjalan di Kota Pahlawan. Salah satu sekolah yang konsisten melaksanakan program tersebut adalah SMP Negeri 13 Surabaya. Sebanyak 900 siswa di sekolah ini tetap menerima menu MBG meski tengah menjalankan ibadah puasa.
Pelaksanaan MBG Ramadan di SMP Negeri 13 Surabaya mendapat respons positif dari para siswa. Mereka mengapresiasi pemerintah karena program makan bergizi gratis tidak dihentikan selama Ramadan. Hanya saja, siswa berharap menu yang diberikan lebih variatif agar tidak membosankan.
Selama bulan puasa, menu MBG disesuaikan dengan kebutuhan. Pihak sekolah memastikan makanan yang dibagikan merupakan jenis yang tahan hingga waktu berbuka puasa. Dengan begitu, siswa dapat membawa pulang paket tersebut sebagai takjil.
“Hari ini dapat telur, singkong goreng, kacang, dan jeruk,” ujar salah satu siswa. Ia berharap ke depan variasi menu bisa ditambah, misalnya kue-kue atau makanan lain yang tetap memenuhi standar gizi seimbang.
Menu Disesuaikan Selama Ramadan
Pihak sekolah menjelaskan bahwa penyesuaian menu MBG Ramadan dilakukan agar kualitas makanan tetap terjaga hingga sore hari. Karena didistribusikan pada pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB, makanan harus dalam kondisi aman dikonsumsi saat berbuka.
Menu biasanya dikemas dalam bentuk kantongan atau goodie bag. Konsep ini dipilih agar praktis dan mudah dibawa pulang oleh siswa.
Selain memastikan ketahanan makanan, standar kandungan gizi tetap menjadi perhatian. Protein, serat, dan vitamin tetap diperhitungkan dalam setiap paket MBG Ramadan yang dibagikan kepada siswa.
Meski demikian, siswa mengingatkan agar menu terus berganti setiap hari. Mereka mengaku cepat bosan jika makanan yang diterima terlalu sering sama. Variasi menu dinilai penting agar anak-anak tetap antusias menerima dan mengonsumsi makanan bergizi gratis tersebut.
“Harus selalu bervariatif, soalnya anak-anak cepat bosan. Jadi setiap hari harus berubah biar tetap suka makan MBG ini,” ungkap siswa lainnya.
Sosialisasi ke Wali Murid dan Edukasi Siswa
Agar pelaksanaan MBG Ramadan berjalan lancar, pihak sekolah telah melakukan sosialisasi kepada wali murid melalui surat edaran. Edukasi juga diberikan langsung kepada siswa terkait tujuan program tersebut.
Sekolah menekankan bahwa paket MBG selama Ramadan diperuntukkan sebagai menu berbuka puasa di rumah. Karena itu, siswa diingatkan agar tidak mengonsumsinya sebelum waktu berbuka.
“Kita sosialisasikan melalui surat edaran dan kepada murid secara langsung. Responsnya luar biasa karena diterima dengan baik. Ini dibuat untuk takjil anak-anak di rumah,” jelas pihak sekolah.
Namun, ada satu tantangan yang dihadapi. Guru harus terus memberikan edukasi agar siswa tidak tergoda membuka paket makanan sebelum waktunya. Pengawasan dan pengingat rutin dilakukan supaya tidak terjadi pelanggaran yang membatalkan puasa.
207 Ribu Penerima Manfaat di Surabaya
Program makan bergizi gratis di Surabaya terus menunjukkan cakupan luas. Hingga pertengahan Februari 2026, tercatat lebih dari 207.000 penerima manfaat telah merasakan program ini.
Pemerintah Kota Surabaya menegaskan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG, termasuk selama Ramadan. Evaluasi mencakup kualitas menu, ketepatan distribusi, hingga respons siswa dan orang tua.
MBG Ramadan menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga asupan gizi anak sekolah, meskipun dalam kondisi berpuasa. Penyesuaian pola distribusi dan jenis makanan menjadi strategi agar tujuan program tetap tercapai.
Dengan dukungan sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah, program makan bergizi gratis diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan serta konsentrasi belajar siswa. Terlebih di bulan Ramadan, ketika pola makan berubah, asupan gizi yang tepat tetap menjadi kebutuhan penting bagi anak-anak usia sekolah.
Ke depan, masukan dari siswa terkait variasi menu diharapkan menjadi bahan evaluasi agar MBG Ramadan semakin optimal dan diminati.
Editor : Cholifatun Nisak