Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Program MBG di Surabaya Tuai Apresiasi Siswa, 696 Porsi Makan Bergizi Gratis Dibagikan Setiap Hari di SDN Kalirungkut

Divka Vance Yandriana • Selasa, 10 Maret 2026 | 20:40 WIB

Program MBG di Surabaya bagikan 696 porsi makan bergizi gratis setiap hari. Siswa SDN Kalirungkut antusias dan kirim “surat cinta” ke dapur.
Program MBG di Surabaya bagikan 696 porsi makan bergizi gratis setiap hari. Siswa SDN Kalirungkut antusias dan kirim “surat cinta” ke dapur.

SURABAYA - Program MBG atau Makan Bergizi Gratis terus berjalan di berbagai daerah di Indonesia. Di Kota Surabaya, program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut disambut antusias oleh para siswa sekolah dasar yang menjadi penerima manfaatnya.

Di SDN Kalirungkut 1 Surabaya, sebanyak 696 porsi makan bergizi gratis dibagikan setiap hari kepada siswa. Program ini tidak hanya memberikan makanan sehat bagi anak-anak, tetapi juga menanamkan nilai karakter seperti rasa syukur dan penghargaan terhadap makanan.

Setiap pagi sekitar pukul 10.00 WIB, sejumlah siswa perwakilan kelas terlihat mengambil ompreng atau wadah makanan dari lokasi distribusi untuk dibawa ke kelas masing-masing.

Baca Juga: Siswa SMKN 1 Cikalongwetan Bandung Barat Meninggal Usai Konsumsi MBG, Dinkes Tegaskan Kematian BR Bukan Akibat Program MBG

Menu yang disajikan pun bervariasi dan disesuaikan dengan standar gizi. Pada hari tersebut misalnya, siswa mendapatkan nasi dengan lauk ayam kecap, sayur capcai, tempe, serta buah sebagai pelengkap.

Antusias Siswa Sambut Program MBG

Pelaksanaan program MBG di sekolah ini melibatkan seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.

Namun untuk siswa kelas 1 dan 2, makanan dibagikan lebih awal sekitar dua jam sebelum jam makan siswa kelas yang lebih tinggi.

Setelah makanan tiba di kelas, para siswa terlebih dahulu diminta mencuci tangan dan berdoa sebelum mulai makan.

Baca Juga: OTT Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari: Istri, Pejabat PUPR dan Pihak Swasta Ikut Ditangkap, Diduga Terkait Suap Proyek

Salah satu siswa kelas 5, Fatiah, mengaku sangat menghargai makanan yang ia terima setiap hari melalui program MBG.

Ia bahkan menyebut para pekerja dapur sebagai “pejuang MBG” karena harus bangun pagi dan memasak dalam jumlah besar.

“Saya menghargai para pejuang MBG yang sudah memasak banyak makanan sejak pagi. Jadi saya selalu berusaha menghabiskan makanan yang diberikan,” ujarnya.

Menurut Fatiah, program ini juga mengajarkan siswa untuk lebih bersyukur atas makanan yang mereka terima.

Baca Juga: Polemik Anggaran Pendidikan untuk MBG Memanas, Habiburrahman Tantang Adian Napitupulu Debat dengan Said Abdullah

Menanamkan Nilai Karakter dan Edukasi Gizi

Selain memberikan asupan nutrisi, program MBG juga dimanfaatkan sekolah untuk menanamkan nilai karakter kepada siswa.

Para guru mengajarkan siswa untuk menghargai makanan serta memahami pentingnya gizi bagi kesehatan.

Salah satu bentuk pembelajaran yang diberikan adalah mengajarkan siswa mengenali makanan yang layak konsumsi.

Sebelum makan, siswa diminta untuk memeriksa makanan terlebih dahulu, mulai dari aroma hingga kondisi fisiknya.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari edukasi sederhana mengenai keamanan pangan.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya makan, tetapi juga memahami bagaimana mengenali makanan yang layak dikonsumsi,” ujar salah satu guru.

Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan dapat memiliki kebiasaan hidup sehat sejak dini.

Siswa Kirim “Surat Cinta” ke Dapur MBG

Hal menarik lainnya dari pelaksanaan program MBG di Surabaya adalah komunikasi unik antara siswa dan pengelola dapur.

Beberapa siswa sering menyisipkan surat kecil di dalam ompreng yang akan dikembalikan ke dapur.

Isi surat tersebut biasanya berupa ucapan terima kasih hingga permintaan menu favorit mereka.

Pengelola dapur menyambut baik masukan dari siswa tersebut.

Menurut mereka, komentar jujur dari anak-anak justru menjadi bahan evaluasi yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan.

Dapur SPPG Nikmat Barokah saat ini melayani sekitar 3.950 penerima manfaat, termasuk siswa sekolah dan ibu hamil di Kecamatan Rungkut.

Proses Produksi Diawasi Ketat

Dalam operasionalnya, dapur MBG menerapkan berbagai standar operasional prosedur agar makanan yang disajikan tetap aman dan berkualitas.

Proses pengawasan dimulai dari pemilihan bahan makanan, penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi makanan ke sekolah.

Salah satu tahapan penting adalah uji organoleptik, yaitu pengujian kualitas makanan menggunakan indera manusia.

Pengujian ini meliputi pemeriksaan aroma, rasa, tekstur, hingga tampilan makanan sebelum didistribusikan ke sekolah.

Melalui uji tersebut, tim dapur dapat memastikan makanan yang dikirim benar-benar layak konsumsi.

Dapur MBG Kantongi Sertifikat Higienis

Dapur penyedia makanan juga diwajibkan memiliki sertifikasi keamanan pangan.

SPPG Nikmat Barokah telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang diterbitkan oleh pemerintah daerah.

Sertifikat tersebut menjadi bukti bahwa dapur telah memenuhi standar kebersihan dan keamanan makanan.

Dengan standar tersebut, pemerintah berharap program MBG dapat berjalan dengan aman dan memberikan manfaat maksimal bagi para penerima.

Program ini juga menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia sekaligus mendukung proses belajar mereka di sekolah.

Editor : Divka Vance Yandriana
#Program MBG 2026 #Program MBG #MBG