TULUNGAGUNG – Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan di Kabupaten Tulungagung. Prof. Maftukhin, guru besar UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung sekaligus mantan rektor periode 2021–2023, meninggal dunia pada Rabu (30/5/2026).
Almarhum dikenal sebagai sosok akademisi yang mendedikasikan hampir seluruh hidupnya untuk kemajuan pendidikan tinggi Islam di Tulungagung.
Sebelum UIN SATU berdiri, Prof. Maftukhin telah mengabdi sejak kampus tersebut masih bernama STAIN Tulungagung.
General Manager Radar Tulungagung, Andrian Sunaryo, menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Prof. Maftukhin.
“Atas nama keluarga besar Radar Tulungagung, kami turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya. Prof. Maftukhin adalah sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan di Tulungagung,” ujar Andrian.
Menurut Andrian, jasa almarhum sangat besar dalam membangun dan mengembangkan UIN SATU Tulungagung hingga menjadi salah satu perguruan tinggi Islam terkemuka di Jawa Timur.
“Beliau memimpin kampus ini sejak masa STAIN Tulungagung. Pengabdiannya begitu panjang dan penuh dedikasi. Sugeng tindak, Prof. Jasa panjenengan bagi dunia pendidikan tak ternilai,” tuturnya.
Kepergian Prof. Maftukhin meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar UIN SATU Tulungagung, civitas akademika, serta masyarakat yang mengenalnya sebagai pendidik yang visioner dan penuh keteladanan. (*)
Editor : Anggi Septian A.P.