Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Moto 3 2026 Jeres: Feda Ega Pratama Tampil Gila dari P17 ke P6, Honda Team Asia Panen Pujian Hiroshi Aoyama

Maylanni Diana Fitri • Minggu, 24 Mei 2026 | 15:16 WIB
Moto 3 2026 Jeres jadi panggung comeback Feda Ega Pratama dari P17 ke P6 dan pujian Hiroshi Aoyama untuk Honda Team Asia.(pinterest)
Moto 3 2026 Jeres jadi panggung comeback Feda Ega Pratama dari P17 ke P6 dan pujian Hiroshi Aoyama untuk Honda Team Asia.(pinterest)

Radar Tulungagung- Moto 3 2026 Jeres menjadi panggung pembuktian luar biasa bagi pembalap Indonesia, Feda Ega Pratama, yang sukses melakukan comeback dramatis dari posisi start ke-17 hingga finis di urutan keenam pada balapan di Circuito de Jerez. Aksi ini langsung memicu pujian dari manajer Hiroshi Aoyama yang menilai performa tersebut sebagai “anomali” di musim 2026.

Sejak awal balapan Moto 3 2026 Jeres, Feda menunjukkan karakter agresif namun terukur meski harus memulai dari baris tengah akibat kecelakaan di kualifikasi. Dalam kondisi lintasan panas dan tekanan tinggi, pembalap muda Indonesia itu mampu menyalip lebih dari 10 rider dan menembus grup depan hanya dalam beberapa lap pertama. Hasil ini memperkuat posisinya sebagai rookie paling menonjol di kelas Moto3 musim ini.

Performa impresif tersebut juga mengangkat nama Honda Team Asia yang selama ini disebut masih kalah kompetitif dibanding pabrikan Eropa. Namun di Jeres, kombinasi strategi tim dan keberanian Feda berhasil mengubah peta persaingan secara signifikan.

Comeback Gila dari P17: Bukti Mental Baja Feda di Moto 3 2026 Jeres

Balapan Moto 3 2026 Jeres dimulai dengan situasi sulit bagi Feda Ega Pratama. Setelah terjatuh di sesi kualifikasi, ia harus start dari posisi ke-17 di lintasan yang dikenal sempit dan teknikal. Namun, justru dari kondisi inilah performa terbaiknya muncul.

Baca Juga: Rahasia Primbon Jawa: Mengapa Jodoh Weton Legi Sering Disembunyikan Semesta dan Bagaimana Tanda Kedatangannya?

Dalam satu putaran awal, Feda langsung melesat naik lima posisi dengan manuver late braking agresif di tikungan pertama. Ia terus menjaga ritme balap tanpa membuat kesalahan berarti, bahkan saat bersaing ketat di grup tengah yang penuh kontak.

Data telemetri menunjukkan Feda mampu melakukan pengereman hingga 5 meter lebih lambat dibanding rivalnya, namun tetap stabil menjaga racing line. Inilah yang membuatnya mampu bertahan dan terus menyalip secara konsisten hingga masuk zona enam besar.

Analisis Honda Team Asia: Kunci Ada di Setup dan Insting Balap

Menurut penjelasan teknis dari pihak Honda Team Asia, perubahan setup motor jelang balapan menjadi faktor penting dalam performa Feda di Moto 3 2026 Jeres. Tim diketahui melakukan penyesuaian pada mapping mesin dan distribusi beban suspensi untuk meningkatkan stabilitas saat pengereman keras.

Baca Juga: Perjalanan Tulungagung–Trenggalek via Jalur Alternatif Capai 90 Menit, Jarak Tempuh hingga 36 Kilometer dari Terminal Gayatri

Hiroshi Aoyama menyebut bahwa bukan hanya kecepatan yang membuatnya terkesan, tetapi juga ketenangan Feda dalam membaca situasi balapan. Ia menilai pembalap Indonesia itu memiliki insting balap di atas rata-rata rookie pada umumnya.

“Dia mampu membaca celah dan memanfaatkan momen dalam hitungan detik,” menjadi salah satu penilaian internal tim setelah data telemetri dianalisis. Hal ini membuat Feda dianggap sebagai aset jangka panjang Honda di ajang Moto3.

Duel Sengit dan Strategi Cerdas di Lap Akhir Jeres

Memasuki lap-lap akhir Moto 3 2026 Jeres, tensi balapan meningkat tajam. Feda terlibat duel ketat dengan beberapa pembalap papan tengah hingga atas, namun mampu menjaga fokus di tengah tekanan tinggi.

Momen krusial terjadi di tikungan terakhir ketika dua rivalnya melebar akibat pengereman agresif. Feda memanfaatkan situasi tersebut dengan masuk dari sisi dalam dan mengamankan posisi keenam tepat di garis finis. Manuver ini dianggap sebagai salah satu aksi paling cerdas di balapan tersebut.

Race Direction sempat melakukan investigasi, namun hasil akhirnya menyatakan bahwa semua manuver Feda legal dan sesuai regulasi. Keputusan ini memperkuat reputasinya sebagai pembalap agresif namun tetap clean racing.

Penutup: Moto 3 2026 Jeres Jadi Titik Balik Karier Feda

Hasil Moto 3 2026 Jeres menegaskan bahwa Feda Ega Pratama bukan sekadar rookie biasa, melainkan kandidat kuat masa depan Moto3. Start dari P17 dan finis P6 menjadi bukti bahwa kombinasi mental, strategi, dan keberanian mampu mengalahkan keterbatasan teknis.

Dengan dukungan Honda Team Asia dan pengalaman yang terus bertambah, Feda kini mulai diperhitungkan sebagai penantang serius di papan tengah klasemen Moto3 musim 2026. Jika konsistensi ini berlanjut, peluang podium bahkan kemenangan bukan lagi sekadar wacana.

Seperti yang disimpulkan Aoyama, performa Feda di Jeres adalah sinyal kuat bahwa talenta Asia kini mampu bersaing langsung dengan dominasi pembalap Eropa di level dunia.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#Hasil Moto3 Jerez #Feda Ega Pratama #Honda Team Asia Moto3 #Moto 3 2026 Jeres #comeback Moto3 2026