Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Harga BBM Non Subsidi Naik Drastis, Dexlite Tembus Rp23.600 per Liter, Apakah Pertamax dan Pertalite Ikut Menyusul?

Cholifatun Nisak • Sabtu, 30 Mei 2026 | 22:24 WIB
Harga BBM non subsidi naik per 18 April 2026. Dexlite dan Pertamina Dex melonjak tajam, sementara Pertalite dan Biosolar masih aman.
Harga BBM non subsidi naik per 18 April 2026. Dexlite dan Pertamina Dex melonjak tajam, sementara Pertalite dan Biosolar masih aman.

 

RADAR TULUNGAGUNGHarga BBM non subsidi naik secara resmi per 18 April 2026. Kenaikan tersebut berlaku untuk tiga produk Pertamina, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Lonjakan paling tajam terjadi pada Dexlite dan Pertamina Dex yang mengalami kenaikan hingga mendekati Rp24.000 per liter, memicu perhatian luas dari masyarakat.

Kebijakan ini menjadi sorotan karena terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya harga energi dunia. Meski demikian, pemerintah memastikan bahwa BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar masih dipertahankan pada harga lama sehingga belum mengalami perubahan.

Kenaikan harga BBM non subsidi naik ini disebut sebagai respons terhadap gejolak pasar internasional, terutama kenaikan harga minyak mentah dunia dan meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi rantai pasok energi global.

Baca Juga: Harga Asli Pertalite Disebut Lebih Mahal dari Pertamax, Benarkah? Penjelasan Pertamina Soal BBM Subsidi yang Bikin Heboh

Tiga Jenis BBM Non Subsidi Resmi Mengalami Kenaikan Harga

Penyesuaian harga yang berlaku sejak 18 April 2026 tidak diterapkan pada seluruh produk bahan bakar. Hanya tiga jenis BBM non subsidi yang mengalami kenaikan, yaitu Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Dari ketiga produk tersebut, Dexlite menjadi yang paling banyak disorot. Harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp14.200 per liter melonjak menjadi Rp23.600 per liter. Kenaikan lebih dari Rp9.000 per liter itu dianggap cukup signifikan bagi pengguna kendaraan diesel.

Sementara itu, Pertamina Dex yang sebelumnya dipasarkan sekitar Rp14.500 per liter kini naik hingga mendekati Rp24.000 per liter. Pertamax Turbo juga mengalami penyesuaian harga meski tidak sebesar dua produk diesel tersebut.

Perubahan tarif ini langsung dirasakan oleh konsumen, terutama sektor transportasi dan pelaku usaha yang mengandalkan BBM non subsidi dalam operasional sehari-hari.

Baca Juga: Viral! Eksperimen Sederhana Ungkap Pertalite Mengandung Etanol, Benarkah Bisa Berdampak pada Mesin Kendaraan?

Harga Minyak Dunia dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Pemerintah menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM non subsidi bukan semata-mata dipengaruhi faktor domestik. Penyesuaian dilakukan karena adanya tekanan dari pasar energi global yang terus mengalami fluktuasi.

Salah satu faktor utama adalah kenaikan harga minyak mentah dunia yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Selain itu, konflik geopolitik di Timur Tengah turut memengaruhi pasokan dan distribusi energi internasional sehingga berdampak pada harga bahan bakar di berbagai negara.

Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia, menyatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan respons terhadap kondisi pasar global yang sedang bergejolak.

Menurutnya, harga BBM non subsidi memang memiliki keterkaitan langsung dengan perkembangan harga minyak dunia. Ketika harga energi global meningkat, maka biaya pengadaan bahan bakar juga ikut naik sehingga diperlukan penyesuaian harga jual.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa perubahan harga BBM non subsidi mengikuti mekanisme pasar yang berlaku secara internasional.

Pertalite dan Biosolar Masih Aman, Tetapi Ancaman Kenaikan Tetap Ada

Di tengah kabar kenaikan sejumlah BBM non subsidi, masyarakat masih mendapat kabar baik karena beberapa jenis bahan bakar belum mengalami perubahan harga.

Pertamax tetap dipasarkan pada harga Rp12.300 per liter. Sementara Pertamax Green masih dijual Rp12.900 per liter tanpa penyesuaian tarif.

Yang paling menjadi perhatian masyarakat adalah harga BBM subsidi. Hingga saat ini Pertalite masih dipertahankan pada level Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar tetap berada di angka Rp6.800 per liter.

Meski demikian, pemerintah belum dapat memastikan kondisi tersebut akan bertahan dalam jangka panjang. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa keputusan mengenai penyesuaian harga berikutnya akan sangat bergantung pada perkembangan harga minyak dunia.

Menurutnya, apabila harga energi global kembali turun, maka tidak ada alasan untuk menaikkan harga BBM. Namun jika tren kenaikan terus berlanjut, pemerintah kemungkinan akan melakukan evaluasi dan penyesuaian lanjutan.

Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa masyarakat masih perlu mencermati perkembangan pasar energi internasional. Pasalnya, arah harga minyak dunia dalam beberapa bulan mendatang akan menjadi faktor utama yang menentukan nasib harga BBM non subsidi di Indonesia.

Baca Juga: Harga BBM Pertamina Naik Mei 2026, Pertamax Turbo hingga Pertamina Dex Melonjak, Ini Daftar Tarif Terbarunya

Editor : Cholifatun Nisak
#Pertamina Dex Terbaru #harga BBM non subsidi naik #Dexlite naik 2026 #harga Pertalite 2026 #kenaikan BBM April 2026