JAKARTA, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menghadapi tantangan besar dalam penyediaan infrastruktur pendukung.
Salah satu kebutuhan yang belum terpenuhi adalah pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi pusat produksi makanan bergizi bagi para penerima manfaat.
Bisnis Analis Bizer, Fadli Sani, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan 2025 jumlah dapur SPPG yang telah tersedia baru sekitar 3.700 unit.
Angka tersebut masih jauh dari target nasional sebanyak 15.000 dapur sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 11.000 unit.
Kondisi tersebut membuat Program Makan Bergizi Gratis dinilai masih membuka peluang investasi sekaligus kolaborasi masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan dapur yang tersebar di berbagai daerah.
Baca Juga: Makan Bergizi Gratis Bikin Siswa Ketagihan, Menu Dimsum hingga Chicken Katsu Ternyata Bisa Direquest
Dapur SPPG Jadi Kunci Program MBG
Menurut Fadli, dapur SPPG memiliki fungsi berbeda dibanding dapur komersial pada umumnya. Selain menjadi tempat produksi makanan, setiap dapur wajib diawasi tenaga ahli gizi yang bertugas memastikan mutu, keamanan, serta kandungan nutrisi makanan sebelum didistribusikan.
Distribusi makanan dilakukan secara berkala ke sekolah-sekolah di setiap kecamatan sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus menurunkan angka stunting.
Pengawasan dari ahli gizi berlangsung setiap hari selama operasional sehingga kualitas makanan tetap terjaga sesuai standar Program Makan Bergizi Gratis.
Dampak Ekonomi bagi Daerah
Selain memberikan manfaat di bidang kesehatan, pembangunan dapur SPPG juga diproyeksikan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Setiap fasilitas diperkirakan mempekerjakan sekitar 47 tenaga kerja lokal. Kehadiran dapur juga mendorong peningkatan permintaan bahan pangan dari petani, peternak, hingga pelaku UMKM di wilayah setempat.
Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh penerima makanan bergizi, tetapi juga oleh masyarakat yang terlibat dalam rantai produksi dan distribusi pangan.
Bizer menyebut konsep urun dana yang ditawarkan memungkinkan masyarakat ikut mendukung pembangunan dapur sekaligus memperoleh peluang pembagian keuntungan sesuai skema investasi.
Skema Pendanaan dan Mitra Pelaksana
Dalam pemaparannya, Fadli menjelaskan bahwa Yayasan Wibawa Perkasa Abadi telah menjadi mitra resmi Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Yayasan tersebut saat ini telah memiliki lima dapur yang dipersiapkan beroperasi di Jawa Tengah. Dana yang dihimpun nantinya dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas dapur, pembelian peralatan, pengadaan perlengkapan operasional, kebutuhan legalitas, hingga biaya operasional lainnya.
Investor dijanjikan memperoleh pembagian hasil sebesar 80 persen sebelum investasi kembali. Setelah mencapai titik balik modal, pembagian keuntungan menjadi 40 persen.
Estimasi pengembalian modal diperkirakan berlangsung sekitar 17 bulan dengan potensi imbal hasil yang dipaparkan mencapai sekitar 69 persen per tahun sebelum balik modal.
Operasional Dibayar di Muka
Dalam sistem yang dijelaskan Bizer, pembayaran operasional Program Makan Bergizi Gratis dilakukan lebih dahulu setiap dua minggu sebelum proses produksi dimulai. Skema tersebut disebut mampu mengurangi risiko operasional akibat keterlambatan pembayaran.
Investor juga dijanjikan memperoleh laporan perkembangan bisnis dan laporan keuangan secara berkala. Pembagian dividen dilakukan setiap tiga bulan dengan payout ratio sebesar 98 persen.
Kerja sama operasional berlangsung selama satu tahun dan dapat diperpanjang selama program pemerintah masih berjalan. Sebagai bentuk mitigasi risiko, telah disiapkan mekanisme buyback apabila terjadi wanprestasi sesuai isi perjanjian kerja sama antara para pihak.
Baca Juga: Makan Bergizi Gratis Bikin Siswa Ketagihan, Menu Dimsum hingga Chicken Katsu Ternyata Bisa Direquest
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan