JAKARTA - Soal PPPK Sekolah Rakyat pada hari pertama tes 17 Juli 2026 mulai dibagikan peserta melalui pengalaman atau field report (FR). Dari laporan tersebut, materi yang muncul mencakup kompetensi teknis, TIU, sosial kultural, serta wawancara.
Informasi itu disampaikan dalam video Lili Hernawati yang membahas pengalaman peserta setelah mengikuti tes PPPK Sekolah Rakyat. Pembahasan tersebut tidak memberikan soal asli, tetapi menggambarkan pola dan jenis materi yang ditemui peserta.
Untuk kompetensi teknis, peserta melaporkan adanya soal yang berkaitan dengan bidang formasi yang dilamar. Guru Bahasa Indonesia, misalnya, mendapat materi terkait Bahasa Indonesia. Sementara peserta dari bidang Bimbingan Konseling (BK) juga menemukan soal yang berkaitan dengan kompetensi bidangnya.
Selain materi khusus sesuai formasi, terdapat pula pengetahuan umum mengenai profesi guru. Peserta disebut menemukan materi teori yang lebih banyak dibandingkan soal berbentuk situasi atau kasus.
TIU Muncul dengan Materi Hitungan hingga Bahasa Indonesia
Pada bagian TIU, pengalaman peserta menunjukkan materi yang muncul cukup beragam. Beberapa peserta mendapatkan soal hitungan dalam jumlah berbeda.
Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Jadi PPPK Penuh Waktu, Status Pegawai Pusat Juga Disepakati
Ada peserta yang melaporkan mendapat 12 soal hitungan, sementara lainnya menyebut memperoleh 20 bahkan lima soal. Materi yang disebut antara lain pecahan, persamaan kuadrat, jarak, waktu dan kecepatan, persentase, premis, padanan kata, kesimpulan, deret, hingga analogi verbal.
Dalam pembahasan tersebut, pecahan menjadi salah satu materi yang disorot. Peserta diingatkan untuk menyamakan penyebut terlebih dahulu pada operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan.
Sementara pada perkalian dan pembagian pecahan, cara pengerjaannya berbeda. Peserta diminta tetap fokus karena kesalahan sederhana dapat terjadi ketika mengerjakan soal dalam kondisi terburu-buru.
Materi jarak, waktu dan kecepatan juga muncul dalam laporan peserta. Salah satu contoh yang dibahas menggunakan rumus waktu, yakni jarak dibagi kecepatan.
Deret juga menjadi bagian yang dibahas. Peserta diarahkan untuk melihat pola selisih antarangka. Jika pola pertama belum ditemukan, peserta dapat melihat kemungkinan pola bertingkat atau bentuk lainnya.
Selain hitungan, soal TIU juga dilaporkan memuat Bahasa Indonesia. Materi seperti ide pokok dan kesimpulan paragraf menjadi contoh yang dibahas dalam video.
Soal Sosial Kultural dan Wawancara
Pada bagian sosial kultural, peserta menemukan soal yang berkaitan dengan kepekaan terhadap keberagaman. Salah satu contoh membahas situasi ketika sebuah acara keagamaan memuat pernyataan yang menyinggung agama lain.
Baca Juga: Usia Baru 9 Tahun, Damar Jadi Penari Termuda Jawa Timur yang Tampil di Istana Negara Saat HUT ke-81
Pilihan jawaban dalam soal tersebut memiliki bobot berbeda. Peserta diarahkan memilih respons yang menunjukkan sikap paling tepat terhadap situasi tersebut.
Soal lain membahas dilema penggunaan ojek online. Peserta yang sudah memesan kendaraan kemudian mendapat tawaran tumpangan gratis dari teman.
Dalam pembahasan, pilihan yang dinilai paling tepat adalah tetap menggunakan ojek online yang sudah dipesan. Alasannya, pembatalan setelah pengemudi menuju lokasi dapat merugikan pengemudi.
Sementara itu, peserta juga diminta tidak melupakan sesi wawancara. Dalam video disebutkan terdapat 10 soal wawancara setelah soal sebelumnya selesai dikerjakan.
Peserta diingatkan untuk memastikan soal wawancara diisi dan disubmit. Jika tidak dikerjakan, nilai dari bagian tersebut berpotensi hilang.
Pembahasan pengalaman hari pertama itu juga menekankan bahwa materi yang diberikan bukan soal asli. Lili menyebut pembahasan hanya digunakan untuk melihat gambaran dan pola soal.
Peserta yang belum menjalani tes disarankan mempersiapkan materi sesuai bidang formasi, memperbanyak latihan, serta memahami cara menyelesaikan soal dengan tepat dan cepat.
Editor : Maylanni Diana Fitri