JAKARTA - Masyarakat yang merasa data desilnya tidak lagi sesuai dengan kondisi ekonomi dapat mengajukan pemutakhiran data. Pengajuan bisa dilakukan melalui kantor desa atau kelurahan maupun aplikasi Cek Bansos. Setelah proses verifikasi, masyarakat dapat mengecek kembali kelompok desil dan status bantuan sosial melalui ponsel.
Data desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTS) digunakan untuk menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Pembagian desil terdiri atas 10 kelompok. Desil 1 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.
Ketidaksesuaian data desil dapat terjadi ketika kondisi ekonomi masyarakat berubah. Karena itu, Badan Pusat Statistik (BPS) meminta masyarakat yang merasa datanya tidak akurat untuk segera mengajukan pembaruan.
Data Desil Tidak Langsung Berubah
Pemutakhiran data DTS dilakukan melalui dua jalur, yakni offline dan online. Untuk pengajuan offline, masyarakat dapat mendatangi kantor desa atau kelurahan sesuai domisili.
Baca Juga: Berkendara Malam Hari Jangan Dipaksakan, Ini Cara Jaga Fisik agar Konsentrasi Tetap Optimal
Sampaikan kepada petugas bahwa ingin mengajukan pemutakhiran data DTS. Petugas akan menjelaskan prosedur dan dokumen yang perlu dilengkapi. Data yang diajukan kemudian diproses untuk verifikasi. Dalam kondisi tertentu, masyarakat dapat menjalani survei oleh pendamping sosial.
Sementara itu, pengajuan online dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos. Masyarakat perlu mengunduh aplikasi tersebut melalui Play Store atau App Store. Jika belum memiliki akun, lakukan pendaftaran terlebih dahulu, kemudian masuk menggunakan akun yang telah terdaftar.
Setelah login, pilih menu pengajuan pembaruan data yang tersedia. Isi seluruh data dan jawab pertanyaan yang diberikan. Pastikan informasi yang disampaikan sesuai dengan kondisi sebenarnya, lalu kirim pengajuan.
Kepala BPS Provinsi Jawa Barat Margareta Ari Anggorowati menjelaskan, data yang diajukan tidak langsung mengubah desil. Data harus melalui proses verifikasi dan validasi oleh kementerian terkait.
Setelah proses tersebut, BPS akan melakukan pemeringkatan ulang secara berkala. Karena itu, masyarakat perlu memastikan data yang diajukan benar dan sesuai kondisi ekonomi sebenarnya.
Cara Cek Desil Bansos lewat HP
Setelah mengajukan pemutakhiran, masyarakat dapat mengecek data desil dan status bansos melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id.
Langkahnya sebagai berikut:
Baca Juga: Pembatasan Sound System, Ini Alasan Volume dan Waktu Perlu Diatur agar Karnaval Tetap Nyaman
- Buka browser di ponsel.
- Akses situs cekbansos.kemensos.go.id.
- Masukkan NIK sesuai KTP.
- Isi kode verifikasi atau captcha.
- Klik Cari Data.
Sistem akan menampilkan nama penerima, kelompok desil, periode penyaluran, dan jenis bantuan yang diterima apabila terdaftar.
Pengecekan juga dapat dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos. Setelah membuka aplikasi, pilih menu Cek Bansos, masukkan NIK sesuai KTP, lalu klik Cari Data. Informasi kelompok desil dan jenis bantuan akan ditampilkan apabila pengguna memenuhi kriteria penerima.
Status Bansos Bergantung pada Kriteria Program
Pemutakhiran data penting karena data yang tidak sesuai dapat memengaruhi penentuan penerima bantuan sosial. Namun, perubahan desil tidak otomatis membuat seseorang menerima seluruh program bansos.
Dalam transkrip disebutkan, sejumlah bantuan tahap ketiga 2026 sedang disalurkan secara bertahap. Program tersebut mencakup Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), bantuan pangan, bantuan beras, serta bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (BPI JKN).
Tidak semua keluarga menerima jenis bantuan yang sama. Jenis bantuan bergantung pada kriteria program, kondisi sosial ekonomi, dan data yang telah diperbarui.
Karena itu, masyarakat yang merasa data desilnya tidak akurat perlu segera mengajukan pemutakhiran. Setelahnya, pengecekan status desil dan kepesertaan bansos dapat dilakukan secara berkala melalui kanal resmi.
Editor : Maylanni Diana Fitri