Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sejarah PO Rosalia Indah: Berawal dari 1 Colt Diesel “Bibit Kawit” Solo–Blitar, Kini Punya 345 Armada dan 264 Agen di Jawa–Sumatera!

Natasha Eka Safrina • Selasa, 3 Februari 2026 | 18:10 WIB

Sejarah PO Rosalia Indah: dari Colt Diesel “bibit kawit” Solo–Blitar hingga kini punya 345 armada, 264 agen, dan e-ticketing rapi.
Sejarah PO Rosalia Indah: dari Colt Diesel “bibit kawit” Solo–Blitar hingga kini punya 345 armada, 264 agen, dan e-ticketing rapi.

JAKARTA - Sejarah PO Rosalia Indah menjadi salah satu kisah sukses paling menarik di dunia transportasi darat Indonesia. Nama besar Rosalia Indah—atau akrab disebut “Rosin”—sudah tidak asing bagi pecinta bus, terutama masyarakat di kawasan Solo Raya. PO ini dikenal karena armadanya yang terawat, pelayanan yang dinilai baik, serta harga tiket yang relatif terjangkau. Tak heran jika Rosalia Indah mampu bertahan dan terus berkembang hingga masuk jajaran perusahaan otobus besar di Tanah Air.

Dalam video yang dibahas, sejarah PO Rosalia Indah diceritakan dari titik awal yang sangat sederhana. Nama “Rosalia Indah” sendiri diambil dari nama anak pertama pendirinya, yakni Bapak Yustinus Suroso dan Ibu Yustina Rahyuni Suroso. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1983 dan bermarkas di Palur, Jawa Tengah—yang hingga kini menjadi identitas kuat Rosalia Indah di mata publik.

Menariknya, debut Rosalia Indah dimulai hanya dengan satu armada Colt Diesel. Bus tersebut memiliki nomor polisi AD 9866 A dan oleh penggemar bus disebut sebagai “bibit kawit”, atau cikal bakal berdirinya Rosalia Indah. Armada pertama ini digunakan untuk mengangkut penumpang dengan sistem door to door pada rute Solo–Blitar dan sebaliknya. Dari rute pendek itulah, perjalanan panjang Rosalia Indah dimulai.

Baca Juga: Sejarah PO Harapan Jaya: Berawal 3 Bus Tahun 1977, Kini Jadi “Kuda Oren” Premium Asal Tulungagung dengan Layanan First Class!

Dari Agen PO Timbul Jaya hingga Membangun Rosalia Indah

Sebelum fokus membesarkan Rosalia Indah, Bapak Suroso disebut pernah menjabat sebagai kepala agen PO Timbul Jaya di area operasional Jawa Timur. Pengalaman itu menjadi bekal penting dalam memahami karakter pasar, operasional, hingga dinamika bisnis angkutan penumpang.

Seiring waktu, usaha travel yang dikelola Bapak Suroso berkembang pesat. Rute yang dibuka juga semakin luas, mulai dari Jogja–Surabaya, Jogja–Blitar, hingga Jogja–Malang. Perkembangan ini berlangsung hingga memasuki tahun 1991, yang menjadi salah satu titik penting dalam sejarah perusahaan.

Pada tahun tersebut, Bapak Suroso mulai memiliki lima armada bus besar non-AC dengan sasis Hino AK untuk melayani jalur Solo–Blitar. Sejak saat itu, Rosalia Indah resmi menjadi perusahaan perseorangan dengan izin usaha biro perjalanan umum. Di tahun yang sama pula, Bapak Suroso memutuskan mundur dari manajemen PO Timbul Jaya dan memilih fokus membangun Rosalia Indah sepenuhnya.

Baca Juga: Sejarah PO Rosalia Indah: Dari 1 Colt Diesel Rute Solo–Blitar hingga Jadi “Sultan Palur” dengan 21 Bus Double Decker Rekor MURI!

Perjuangan Awal: Semua Dikerjakan Sendiri

Kisah yang membuat publik kagum, di awal membangun Rosalia Indah, Bapak Suroso disebut menangani banyak hal sendiri. Mulai dari urusan manajemen, mencari penumpang, mengurus kecelakaan, menjadi calo, mengatur sopir, hingga tugas-tugas operasional lainnya. Perjuangan ini menggambarkan bahwa Rosalia Indah dibangun bukan dari kemudahan, tetapi dari kerja keras dan ketekunan.

Namun seiring pertumbuhan bisnis, Rosalia Indah mulai membenahi sistem manajemen agar lebih modern. Bapak Suroso dan Ibu Suroso, dibantu anak-anaknya, mulai menata perusahaan dengan struktur yang lebih profesional. Keberadaan manajer HRD dan marketing menjadi bagian penting dalam mendorong ekspansi dan memperkuat brand Rosalia Indah.

Ekspansi Rute hingga Jadi PT pada 2015

Dengan manajemen yang semakin matang dan pelayanan yang konsisten, Rosalia Indah mampu memperluas rute, termasuk melayani jalur Solo–Jakarta dan sebaliknya. Rosalia Indah pun mulai berani bersaing dengan PO-PO besar yang lebih dulu eksis.

Puncaknya, pada tahun 2015, PO Rosalia Indah resmi menjadi perusahaan berbadan hukum dengan nama PT Rosalia Indah Transport. Setelah menjadi PT, pengembangan dilakukan lebih masif, termasuk menambah rute layanan di Pulau Jawa hingga menjangkau beberapa kota di Pulau Sumatera.

Baca Juga: PO Nusantara Kudus: Sejarah Lengkap Bus Legendaris yang Jadi Trendsetter, Punya Scania Terbanyak dan Livery Unik Bikin Melongo!

Tak hanya transportasi penumpang, Rosalia Indah juga berkembang menjadi grup usaha dengan berbagai lini bisnis, seperti pengiriman paket Rosalia Express, hotel, SPBU, hingga minimarket.

345 Armada, 264 Agen, dan Pelayanan Pramugara-Pramugari

Sebagai bukti dedikasi dalam melayani masyarakat, PT Rosalia Indah Transport disebut telah memiliki 345 armada, 264 jaringan agen di Pulau Jawa dan Sumatera, serta 1.583 karyawan. Dalam beberapa kelas layanan, Rosalia Indah juga menghadirkan pramugara dan pramugari untuk meningkatkan kenyamanan penumpang selama perjalanan—sebuah inovasi yang membuatnya semakin dikenal.

Rosalia Indah juga memiliki sistem e-ticketing yang tertata rapi dan memudahkan penumpang saat membeli tiket. Dari sisi armada, Rosalia Indah menggunakan beragam merek sasis seperti Hino, Mercedes-Benz, Scania, dan Volvo, serta bekerja sama dengan berbagai karoseri dengan ciri khas kustomisasi tersendiri.

Kelas layanan Rosalia Indah pun beragam, mulai dari bus pariwisata, travel, hingga layanan eksekutif dan double decker. Perjalanan panjang dari “bibit kawit” hingga ratusan armada inilah yang membuat Rosalia Indah terus menjadi pilihan banyak penumpang sampai sekarang.

Editor : Natasha Eka Safrina
#sejarah bus #PO Rosalia Indah #bus indonesia