JAKARTA - Harga motor listrik bekas mulai banyak dicari masyarakat seiring meningkatnya minat terhadap kendaraan ramah lingkungan. Salah satu yang menarik perhatian adalah unit bekas United MX1200 yang kini bisa didapatkan dengan harga mulai Rp7 jutaan.
Dalam pantauan di pasar motor bekas, harga motor listrik bekas seperti United MX1200 tergolong cukup terjangkau dibandingkan unit baru. Motor ini sebelumnya dijual di kisaran Rp10 jutaan setelah subsidi, bahkan bisa lebih tinggi sebelum adanya potongan harga dari pemerintah.
Kini, di pasar bekas, unit yang sama bisa ditebus di angka Rp7 juta hingga Rp8 jutaan, tergantung kondisi dan kelengkapan surat. Hal ini membuat motor listrik bekas menjadi opsi menarik bagi konsumen dengan budget terbatas.
Banyak Merek, Harga Masih Fluktuatif
Pasar motor listrik bekas di Indonesia masih tergolong baru dan belum stabil. Beberapa merek yang beredar antara lain United, Polytron, hingga berbagai brand lain yang berasal dari pabrikan lokal maupun impor.
Namun, harga jual kembali motor listrik bekas masih cenderung fluktuatif. Hal ini dipengaruhi oleh minimnya standar penilaian, kondisi baterai, serta tingkat kepercayaan konsumen terhadap kendaraan listrik.
Sebagai contoh, model bergaya vespa listrik yang saat baru dijual Rp9–11 juta, di pasar bekas bisa turun ke kisaran Rp6–7 jutaan. Meski demikian, unit dengan harga tersebut belum tentu mudah ditemukan.
United MX1200 Jadi Contoh Menarik
Salah satu unit yang menjadi contoh adalah United MX1200 bekas yang dibeli di kisaran Rp7 jutaan. Motor ini dinilai unik karena sudah memiliki kelengkapan layaknya motor konvensional, seperti nomor rangka dan nomor mesin (dinamo).
Secara fisik, motor ini tidak jauh berbeda dengan versi barunya. Fitur seperti mode mundur, bagasi luas, serta sistem pengisian daya tetap menjadi daya tarik utama.
Namun, dalam praktik jual beli, banyak pedagang mengaku masih mengandalkan “feeling” dalam menentukan harga. Hal ini karena belum adanya patokan baku terkait depresiasi motor listrik bekas.
Faktor Penentu Harga: Baterai dan Kondisi
Salah satu faktor utama yang memengaruhi harga motor listrik bekas adalah kondisi baterai. Berbeda dengan motor bensin, komponen baterai menjadi bagian paling krusial dan juga paling mahal untuk diganti.
Selain itu, kondisi fisik seperti bodi, kaki-kaki, serta performa dinamo juga menjadi pertimbangan. Semakin baik kondisi unit, maka harga jualnya bisa mendekati harga pasar atas.
Pedagang juga mempertimbangkan kemudahan penjualan kembali. Motor listrik yang sudah memiliki plat nomor resmi (STNK) cenderung lebih mudah dijual dibandingkan unit tanpa legalitas.
Bisa Kredit dan Tukar Tambah
Menariknya, beberapa dealer motor bekas kini mulai menerima motor listrik sebagai unit dagangan. Bahkan, ada yang menawarkan skema kredit dan tukar tambah untuk memudahkan konsumen.
Hal ini menjadi sinyal bahwa pasar motor listrik bekas mulai berkembang, meski belum sebesar motor konvensional.
Dengan sistem penggunaan yang relatif sederhana—cukup dicas di malam hari dan digunakan di siang hari—motor listrik dinilai praktis untuk kebutuhan harian jarak dekat.
Masa Depan Motor Listrik Bekas
Ke depan, motor listrik diprediksi akan semakin mendominasi pasar otomotif, termasuk di segmen kendaraan bekas. Peralihan dari motor manual ke matic yang terjadi beberapa tahun lalu menjadi gambaran bahwa perubahan serupa bisa terjadi pada kendaraan listrik.
Namun, edukasi konsumen tetap menjadi kunci. Pasalnya, banyak masyarakat yang masih ragu terhadap daya tahan baterai dan biaya perawatan jangka panjang.
Kesimpulan: Murah, Tapi Harus Teliti
Harga motor listrik bekas yang mulai dari Rp7 jutaan memang menggiurkan. Namun, calon pembeli disarankan untuk lebih teliti sebelum membeli, terutama dalam mengecek kondisi baterai dan kelengkapan dokumen.
Dengan pertimbangan yang matang, motor listrik bekas seperti United MX1200 bisa menjadi solusi transportasi hemat dan praktis di tengah naiknya biaya operasional kendaraan konvensional.
Editor : Dyah Wulandari