RADAR TULUNGAGUNG - Pengalaman penggunaan motor listrik kini semakin banyak dibagikan oleh pengguna di Indonesia. Salah satunya datang dari pemilik motor listrik United MX100 yang telah menggunakan kendaraan ini selama tujuh bulan untuk aktivitas harian.
Dalam kurun waktu tersebut, motor listrik ini digunakan hampir setiap hari, terutama untuk perjalanan kerja dengan jarak tempuh mencapai 50 hingga 60 kilometer per hari. Secara keseluruhan, odometer menunjukkan angka sekitar 5.000 kilometer lebih, menandakan penggunaan yang cukup intens.
Dari sisi performa, motor listrik United MX100 dinilai cukup mumpuni untuk kebutuhan dalam kota. Dengan daya tempuh maksimal sekitar 80 kilometer dalam kondisi baterai penuh, kendaraan ini masih tergolong ideal untuk mobilitas harian tanpa perlu sering mengisi ulang daya.
Namun, salah satu kekurangan yang cukup terasa adalah durasi pengisian baterai. Dari kondisi baterai sekitar 20 persen hingga penuh, waktu pengisian bisa mencapai 6 hingga 7 jam. Hal ini membuat pengguna harus mengatur waktu pengisian, biasanya dilakukan pada malam hari agar siap digunakan kembali keesokan harinya.
Meski demikian, motor ini sudah dilengkapi fitur auto cut-off yang akan menghentikan pengisian secara otomatis saat baterai penuh. Fitur ini memberikan rasa aman bagi pengguna karena tidak perlu khawatir terjadi overcharge.
Dari sisi biaya operasional, motor listrik ini tergolong sangat hemat. Untuk pengisian daya dari kosong hingga penuh hanya membutuhkan sekitar 2 kWh listrik, atau setara dengan kurang lebih Rp3.000. Biaya ini jauh lebih murah dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak pada kendaraan konvensional.
Selain itu, biaya perawatan juga relatif rendah. Motor listrik tidak memerlukan penggantian oli secara rutin seperti motor berbahan bakar bensin. Pajak tahunannya pun cukup ringan, yakni sekitar Rp35.000.
Selama tujuh bulan penggunaan, kendala yang dialami tergolong ringan. Pengguna hanya pernah mengalami ban bocor pada bagian belakang. Namun, karena sudah menggunakan ban tubeless, perbaikan bisa dilakukan dengan mudah di bengkel pinggir jalan.
Selain itu, sempat terjadi kerusakan pada switch lampu sein. Namun, masalah tersebut dapat diatasi melalui klaim garansi, sehingga tidak menimbulkan biaya tambahan.
Dari segi kenyamanan, motor ini juga cukup memadai. Jok yang lebar dan empuk memberikan kenyamanan baik untuk pengendara maupun pembonceng. Bagasi di bawah jok juga cukup luas dan mampu menampung helm atau barang belanjaan.
Bagian dek bawah juga dinilai fungsional karena bisa digunakan untuk membawa barang berukuran besar seperti galon air. Hal ini menjadi nilai tambah, terutama bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan praktis untuk aktivitas sehari-hari.
Motor ini juga dilengkapi dua sistem kunci, yakni remote dan kunci manual. Fitur ini memberikan fleksibilitas sekaligus keamanan tambahan bagi pengguna.
Dengan kecepatan maksimal yang mampu mencapai sekitar 70 km/jam, motor listrik ini sudah cukup untuk penggunaan dalam kota. Akselerasinya juga tergolong responsif untuk kelasnya.
Dari sisi harga, motor ini dibeli dengan kisaran Rp8 jutaan saat masih mendapatkan subsidi pemerintah. Namun, saat ini subsidi tersebut sudah tidak tersedia karena kuota telah habis. Meski begitu, beberapa dealer masih menawarkan potongan harga tertentu.
Secara keseluruhan, setelah tujuh bulan penggunaan, motor listrik United MX100 dinilai cukup memuaskan. Selain hemat biaya operasional, kendaraan ini juga praktis dan minim perawatan.
Motor ini sangat cocok bagi pengguna dengan mobilitas harian di bawah 80 kilometer. Terlebih lagi, pengguna tidak perlu lagi repot mengantre bahan bakar atau melakukan perawatan rutin seperti penggantian oli.
Editor : Manda Dwi Agustin