RADAR TULUNGAGUNG - VinFast Limo Green menjadi sorotan setelah diperkenalkan sebagai MPV listrik pertama dari pabrikan asal Vietnam tersebut. Kehadiran VinFast Limo Green menandai langkah serius VinFast dalam menggarap pasar otomotif Indonesia, khususnya segmen kendaraan listrik keluarga yang tengah berkembang pesat.
Dalam perkenalan awalnya, VinFast Limo Green langsung mencuri perhatian berkat desain modern dan konsep yang difokuskan untuk kebutuhan mobilitas massal seperti taksi dan ride hailing. MPV listrik ini hadir dengan dimensi panjang sekitar 4,7 meter, sekelas dengan Toyota Innova Reborn, yang membuatnya masuk ke kategori kendaraan keluarga menengah dengan kabin luas.
Baca Juga: 7 HP RAM 12 GB Murah Terbaik 2026 Bikin Heboh! Spek Gahar, Gaming Lancar, Harga Mulai 3 Jutaan
Desain Eksterior Modern dan Fungsional
Dari sisi tampilan, VinFast Limo Green mengusung desain depan yang ramping dan futuristik. Lampu depan dibuat tipis dengan aksen yang mengarah ke logo di tengah, memberikan kesan modern khas kendaraan listrik. Bagian bumper didesain simpel dengan air dam besar untuk membantu pendinginan.
Masuk ke bagian samping, mobil ini menggunakan velg 18 inci dengan desain sporty, meski pada versi yang ditampilkan masih menggunakan dop karena berstatus prototipe. Sementara itu, bagian belakang tampil lebih mengotak dan tinggi, sebuah desain yang bukan tanpa alasan.
Bentuk belakang yang boxy ini justru memberikan keuntungan pada ruang kabin, terutama headroom di baris ketiga. Lampu belakang dibuat sederhana dengan garis horizontal yang menyatu, memperkuat identitas desain yang clean dan minimalis.
Interior Minimalis, Fokus Fungsionalitas
Masuk ke dalam kabin, VinFast Limo Green mengusung konsep interior minimalis. Dashboard terlihat bersih tanpa banyak tombol fisik, dengan satu layar besar di tengah sebagai pusat informasi kendaraan. Menariknya, mobil ini tidak memiliki panel instrumen di belakang setir, sehingga semua informasi ditampilkan di layar tengah.
Setir didesain sederhana tanpa banyak tombol tambahan. Material yang digunakan masih berbasis kain (fabric), sesuai dengan target penggunaan sebagai kendaraan komersial. Konsol tengah dibuat floating, menyediakan ruang penyimpanan tambahan serta port USB dan soket 12V.
Kabin Luas dengan Konfigurasi 7 Penumpang
Salah satu keunggulan utama VinFast Limo Green adalah kabinnya yang luas. Mobil ini memiliki konfigurasi 7-seater dengan sistem kursi yang fleksibel. Baris kedua menggunakan model tip and tumble, memudahkan akses ke baris ketiga.
Di baris kedua, posisi duduk dibuat lebih tinggi, memberikan kenyamanan ekstra untuk paha serta visibilitas ke depan. Konsep ini dikenal sebagai “theater seating”, di mana penumpang belakang tetap dapat melihat ke depan tanpa terhalang.
Sementara itu, baris ketiga tergolong cukup nyaman untuk ukuran MPV. Penumpang dengan tinggi 160-170 cm masih dapat duduk dengan cukup lega, dengan tambahan fitur seperti cup holder, ventilasi AC, dan lampu baca.
Bagasi Fleksibel dan Praktis
Ruang bagasi VinFast Limo Green juga cukup fleksibel. Meski semua kursi digunakan, masih tersedia ruang untuk dua koper kabin. Jika membutuhkan ruang lebih besar, kursi baris ketiga dapat dilipat rata untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan.
Selain itu, tersedia ruang penyimpanan tambahan di bawah lantai bagasi yang bisa digunakan untuk menyimpan peralatan darurat atau charger.
Jarak Tempuh 470 Km, Harga Kompetitif
Meski belum diumumkan secara detail terkait kapasitas baterai dan tenaga motor listriknya, VinFast mengklaim bahwa Limo Green mampu menempuh jarak hingga 470 km dalam satu kali pengisian.
Untuk harga, mobil ini diperkirakan akan dijual mulai Rp319 juta dengan skema baterai subscription. Harga tersebut membuat VinFast Limo Green cukup kompetitif di pasar MPV listrik Indonesia.
Siap Masuk Pasar Indonesia
VinFast Limo Green dijadwalkan meluncur resmi pada Maret 2026. Kehadirannya menjadi langkah awal VinFast dalam menantang dominasi MPV konvensional di Indonesia.
Dengan kombinasi desain modern, kabin luas, dan harga yang relatif terjangkau, VinFast Limo Green berpotensi menjadi pilihan menarik bagi konsumen maupun pelaku bisnis transportasi berbasis listrik.
Editor : Fadhilah Salsa Bella