Radar Tulungagung - Minat masyarakat terhadap motor listrik murah semakin meningkat, terutama di segmen harga Rp5 jutaan. Namun di balik harga yang menggiurkan, berbagai kekurangan motor listrik murah mulai terungkap setelah digunakan dalam jangka waktu tertentu.
Pengalaman penggunaan hingga 300 kilometer menunjukkan bahwa kekurangan motor listrik murah bukan sekadar isu kecil. Meski menawarkan biaya operasional rendah, ada sejumlah aspek yang perlu dipahami calon pembeli agar tidak kecewa di kemudian hari.
Kekurangan motor listrik murah ini umumnya berkaitan dengan baterai, performa, hingga kualitas komponen. Hal ini dinilai wajar mengingat banderol harga yang jauh lebih rendah dibanding motor bensin seperti Honda Beat yang kini sudah menyentuh angka Rp20 jutaan.
Indikator Baterai Tidak Akurat
Salah satu kekurangan motor listrik murah yang paling sering dikeluhkan adalah indikator baterai. Pada motor dengan baterai SLA, indikator di speedometer sering tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
Dalam beberapa kasus, indikator masih menunjukkan penuh, namun motor sudah kehabisan daya di tengah perjalanan. Hal ini tentu berisiko, terutama bagi pengguna yang mengandalkan motor untuk mobilitas harian.
Baca Juga: Rekomendasi HP 1 Jutaan RAM 8GB 2026: Layar AMOLED, Storage 256GB, Baterai 6000 mAh!
Sebagai solusi, banyak pengguna memasang voltmeter eksternal. Alat ini mampu memberikan informasi kapasitas baterai yang lebih akurat dan real-time dibanding indikator bawaan.
Umur Baterai dan Biaya Tambahan
Kekurangan motor listrik murah berikutnya adalah umur baterai yang terbatas. Baterai SLA umumnya hanya bertahan 1,5 hingga 2 tahun, tergantung pemakaian.
Setelah masa tersebut, pengguna harus mengganti baterai dengan biaya sekitar Rp1 hingga Rp2 jutaan. Ini menjadi biaya tambahan yang sering tidak diperhitungkan di awal.
Baca Juga: Terungkap! Kekurangan Motor Listrik Murah 5 Jutaan, Benarkah Masih Worth It Dibeli di 2026?
Sementara itu, baterai lithium memang lebih awet, namun harganya jauh lebih mahal. Artinya, meski tidak membeli bensin, pengguna tetap harus menyiapkan dana perawatan jangka panjang.
Kecepatan Terbatas di Jalan Raya
Dari sisi performa, kekurangan motor listrik murah juga terlihat pada batas kecepatan. Rata-rata hanya mampu melaju hingga 50 km/jam karena dibatasi oleh controller.
Kecepatan ini cukup untuk penggunaan di jalan perumahan atau pedesaan. Namun saat digunakan di jalan raya, performanya dianggap kurang memadai dan bahkan bisa mengganggu arus lalu lintas.
Beberapa pengguna mencoba mengatasi hal ini dengan mengganti controller aftermarket. Namun, prosesnya tidak selalu mudah dan sering membutuhkan modifikasi tambahan.
Build Quality Seadanya
Kualitas material juga menjadi salah satu kekurangan motor listrik murah. Dengan harga Rp5 jutaan, motor ini umumnya menggunakan bahan plastik dengan kualitas standar.
Saat melewati jalan rusak atau tidak rata, sering muncul suara berisik dari bodi. Suspensi, terutama di bagian depan, juga dinilai kurang nyaman dan perlu penyesuaian ulang.
Meski demikian, kondisi ini masih dianggap sesuai dengan harga yang ditawarkan.
Spare Part Sulit Dicari
Masalah lain yang tak kalah penting adalah ketersediaan suku cadang. Kekurangan motor listrik murah ini cukup krusial karena spare part tidak selalu tersedia di pasaran.
Banyak komponen harus dicari secara online atau bahkan dimodifikasi dari motor lain yang serupa. Hal ini membuat perbaikan menjadi lebih rumit dan memakan waktu.
Selain itu, perbedaan spesifikasi antar merek yang terlihat mirip juga membuat pengguna harus lebih teliti dalam memilih komponen pengganti.
Masih Worth It?
Terlepas dari berbagai kekurangan motor listrik murah, kendaraan ini tetap memiliki daya tarik tersendiri. Harga yang terjangkau, bebas bensin, dan perawatan yang relatif sederhana menjadi nilai plus.
Untuk penggunaan jarak dekat seperti di lingkungan perumahan atau kampus, motor listrik murah masih sangat layak dipertimbangkan. Apalagi sebagian kekurangan yang ada masih bisa diatasi dengan solusi tambahan.
Namun, bagi pengguna yang membutuhkan performa tinggi dan mobilitas jarak jauh, motor listrik di kelas ini mungkin belum menjadi pilihan ideal.
Dengan memahami kelebihan dan kekurangan motor listrik murah, calon pembeli dapat mengambil keputusan yang lebih bijak sesuai kebutuhan dan anggaran.
Editor : Maylanni Diana Fitri