(screenshot youtube)
JAKARTA - Tren kendaraan listrik di Indonesia semakin berkembang, terutama setelah masyarakat mulai resah dengan isu kualitas BBM di pasaran. Di tengah kondisi tersebut, motor listrik Yadea Velux U hadir sebagai alternatif kendaraan harian yang menawarkan desain modern, fitur pintar, dan biaya operasional lebih hemat.
Motor listrik Yadea Velux U menjadi salah satu model terbaru dari Yadea Indonesia yang mulai menarik perhatian pecinta otomotif. Berbeda dengan motor listrik generasi awal yang desainnya dianggap terlalu futuristis, Yadea Velux tampil lebih familiar dengan gaya skutik khas Indonesia yang sekilas mirip Honda Vario.
Kehadiran Yadea Velux U sekaligus mempertegas keseriusan Yadea dalam menggarap pasar Indonesia. Brand asal China tersebut diketahui sudah menguasai pasar motor listrik global selama delapan tahun berturut-turut dan telah membangun pabrik di Karawang dengan nilai investasi mencapai Rp2,4 triliun.
Desain Modern ala Skutik Premium
Secara tampilan, Yadea Velux memang dibuat agar mudah diterima konsumen Indonesia. Bodinya tampak proporsional seperti motor matik konvensional, bukan menyerupai sepeda listrik seperti kebanyakan motor listrik entry level.
Unit yang diuji dalam video review tampil dengan warna merah berpadu aksen gold yang memberi kesan premium. Bagian depan dilengkapi lampu full LED dengan fitur auto light yang dapat menyesuaikan kondisi cahaya sekitar.
Baca Juga: Program Magang Industri Penguatan Rantai Pasok KUMKM
Di sektor kaki-kaki, motor ini menggunakan ban depan ukuran 90/90 ring 14 dan ban belakang 100/90 ring 14. Sistem pengeremannya sudah memakai cakram depan dan belakang sehingga memberikan rasa aman saat berkendara.
Selain itu, Yadea Velux U juga memakai dual shock breaker belakang yang diklaim nyaman untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak menengah.
Fitur Digital dan Teknologi Pintar
Masuk ke area dashboard, Yadea Velux U sudah menggunakan panel instrumen full digital. Informasi seperti kecepatan, kapasitas baterai, mode berkendara, hingga odometer ditampilkan secara lengkap.
Baca Juga: Kinerja Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global
Menariknya, motor listrik ini juga dilengkapi fitur transmisi mundur yang memudahkan pengendara saat parkir. Ada pula port USB Type-A untuk pengisian daya smartphone serta ruang penyimpanan yang cukup besar.
Salah satu fitur unggulan motor listrik Yadea Velux U adalah konektivitas smartphone melalui aplikasi resmi Yadea. Pengguna dapat memantau posisi kendaraan melalui GPS, menerima notifikasi keamanan, hingga melakukan tracking kendaraan secara real time.
Fitur AI Safety juga menjadi nilai tambah. Sistem ini akan memberikan peringatan ke smartphone apabila motor mengalami benturan, tergeser, atau dicurigai dicuri.
Tiga Varian dengan Spesifikasi Berbeda
Yadea Velux hadir dalam tiga tipe, yakni Velux E, Velux H, dan Velux U sebagai varian tertinggi.
Untuk tipe Velux E, motor ini menggunakan baterai grapin 72 volt 38 Ah dengan motor listrik 2.000 watt. Jarak tempuhnya diklaim mencapai 120 kilometer dengan top speed sekitar 60 km/jam.
Sementara Velux H memakai baterai lithium iron phosphate 72 volt 30 Ah. Tenaganya masih sama yakni 2.000 watt, namun memiliki efisiensi lebih baik dengan jarak tempuh sekitar 90 kilometer.
Adapun Velux U sebagai varian flagship menggunakan dua baterai ternary lithium berkapasitas 74 volt 28 Ah. Motor penggeraknya sudah ditingkatkan menjadi 3.000 watt sehingga mampu melaju hingga 80 km/jam.
Yadea mengklaim Velux U mampu menempuh jarak hingga 130 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh. Waktu charging dari nol hingga penuh juga relatif singkat, sekitar lima jam menggunakan charger 12 ampere.
Harga Yadea Velux
Soal harga, Yadea Velux E dibanderol mulai Rp19 jutaan. Kemudian Velux H berada di kisaran Rp23 jutaan. Sedangkan Yadea Velux U sebagai tipe tertinggi dijual sekitar Rp30 jutaan.
Dengan desain yang lebih membumi, fitur modern, dan biaya operasional yang lebih hemat dibanding motor bensin, Yadea Velux U berpotensi menjadi salah satu motor listrik premium yang cukup diminati pasar Indonesia pada 2026.
Editor : Dyah Wulandari