Radar Tulungagung – Motor listrik kini mulai menjadi pilihan kendaraan harian masyarakat perkotaan. Salah satu yang cukup banyak dilirik adalah Viar Q1 X Grab, motor listrik hasil kolaborasi Viar dengan Grab yang banyak beredar di pasar motor bekas maupun lelang armada.
Setelah digunakan harian selama sekitar satu bulan, ternyata ada cukup banyak pengalaman menarik yang dirasakan pengguna motor listrik ini. Mulai dari biaya operasional yang jauh lebih hemat hingga beberapa kekurangan yang cukup sering muncul di kalangan pemilik Viar Q1 X Grab.
Secara tampilan, desain Viar Q1 X Grab memang tidak sepenuhnya disukai semua orang. Namun motor listrik ini disebut memiliki aura skuter retro yang mirip Honda Scoopy generasi lama.
“Kalau buat saya masih oke, mirip Scoopy old tahun 2010-an,” ungkap pemilik motor dalam ulasan videonya.
Bagian spakbor depan bahkan disebut sekilas menyerupai desain Vespa karena menutupi area shock depan.
Suspensi Depan Keras dan Lampu Kurang Maksimal
Meski nyaman digunakan di perkotaan, pengguna mengeluhkan suspensi depan yang terasa cukup keras. Kondisi itu diduga karena usia motor yang sudah lebih dari tiga tahun sehingga oli shock depan perlu diganti atau direstorasi ulang.
Selain itu, lampu depan dinilai cukup terang namun sorotannya terlalu kecil sehingga kurang maksimal saat digunakan berkendara malam hari.
Keluhan lain yang cukup sering muncul ada pada bagian sein. Beberapa pengguna mengaku indikator sein kadang mati atau tidak stabil. Pada unit yang direview bahkan lampu sein mengalami mati total yang diduga akibat kabel putus.
Meski begitu, sistem pengereman motor masih dianggap cukup pakem untuk penggunaan harian. Hanya saja, pengguna mengingatkan agar tidak melakukan pengereman mendadak dalam kecepatan tinggi karena ban masih mudah kehilangan traksi.
Kecepatan Maksimal 60 Km/Jam
Sebagai motor listrik perkotaan, performa Viar Q1 X Grab memang tidak dirancang untuk kebut-kebutan. Kecepatan maksimal motor ini rata-rata berada di angka 55 sampai 60 km/jam.
Dalam kondisi tertentu seperti jalan menurun, motor disebut pernah menyentuh kecepatan 64 km/jam. Namun secara umum, performanya memang lebih cocok digunakan santai di dalam kota.
Pengguna juga mengeluhkan tenaga motor yang kurang responsif saat dipakai menyalip kendaraan besar seperti truk atau bus.
“Kalau buat nyalip agak PR,” ujarnya.
Dashboard Simpel dan Sudah Ada USB Charger
Untuk fitur, Viar Q1 X Grab sebenarnya sudah cukup modern. Dashboard digital menampilkan informasi kecepatan, indikator baterai, trip meter, hingga mode berkendara.
Motor listrik ini juga dilengkapi port USB charger yang bisa digunakan mengisi daya smartphone selama perjalanan.
Ruang kaki pengendara masih terasa nyaman untuk tinggi badan sekitar 170 cm. Namun area pijakan disebut cukup sempit jika membawa banyak barang dibanding motor listrik lain seperti Volta.
Sementara bagian jok belakang mendapat kritik dari pembonceng karena terasa kurang nyaman untuk perjalanan jauh. Posisi duduk belakang dinilai sempit dan cepat membuat pegal.
Baterai Masih Awet Meski Bekas
Salah satu hal yang cukup mengejutkan adalah performa baterainya. Meski menggunakan baterai bekas armada operasional, daya tahan baterai masih dianggap cukup baik.
Dalam sekali pengisian, satu baterai masih mampu menempuh jarak sekitar 40 kilometer dengan sisa daya sekitar 20 persen.
Motor ini sendiri dapat dipasang dua baterai sekaligus sehingga total jarak tempuh bisa mencapai sekitar 80 kilometer tergantung gaya berkendara.
Pengguna menyebut upgrade paling penting untuk motor ini biasanya ada pada bagian controller dan kabel BLDC agar akselerasi lebih responsif.
Biaya Operasional Jauh Lebih Hemat
Salah satu alasan utama pengguna tetap nyaman memakai Viar Q1 X Grab adalah faktor efisiensi biaya. Dibanding motor bensin, pengeluaran bulanan disebut jauh lebih hemat.
Sebelumnya, pengguna mengaku harus mengeluarkan biaya rutin untuk bensin, oli, dan servis motor konvensional yang totalnya bisa mencapai ratusan ribu rupiah per bulan.
Kini biaya tersebut bisa ditekan cukup signifikan setelah beralih ke motor listrik.
Namun pengguna tetap mengingatkan bahwa calon pembeli perlu mempertimbangkan kebutuhan mobilitas sehari-hari sebelum pindah ke motor listrik. Sebab jarak tempuh dan waktu pengisian daya masih menjadi tantangan utama.
Apalagi charger bawaan standar 4 ampere membutuhkan waktu sekitar empat jam untuk pengisian penuh. Karena itu sebagian pengguna mulai mempertimbangkan upgrade fast charging agar lebih praktis.
Secara keseluruhan, setelah satu bulan penggunaan harian, Viar Q1 X Grab dinilai masih nyaman, irit, dan cukup layak dipakai sebagai kendaraan mobilitas dalam kota.
Editor : Maylanni Diana Fitri