RADAR TULUNGAGUNG - Motor listrik Yadea G6 semakin banyak digunakan masyarakat sebagai kendaraan harian karena dikenal hemat biaya operasional dan minim perawatan. Namun setelah delapan bulan pemakaian dengan jarak tempuh hampir 4.000 kilometer, sejumlah keluhan mulai dirasakan pengguna.
Pengalaman tersebut dibagikan salah satu pemilik Yadea G6 yang mengulas kondisi motornya setelah dipakai sekitar delapan bulan untuk aktivitas sehari-hari. Meski masih merasa puas dengan performanya, pengguna mengaku sempat mengalami beberapa masalah, mulai dari baterai kembung hingga ban bawaan yang dianggap terlalu licin.
Motor listrik Yadea G6 sendiri dikenal sebagai salah satu skuter listrik premium dengan desain modern dan performa cukup tinggi di kelasnya. Kendaraan ini juga cukup populer di kalangan pengguna motor listrik perkotaan.
Baca Juga: OPPO A Series Makin Menarik, HP Murah dengan Baterai Awet dan Desain Premium Mulai Diburu
Baterai Pernah Kembung karena Salah Cara Cas
Keluhan paling serius yang dialami pengguna adalah kondisi baterai yang sempat mengembung. Menurut pengakuannya, masalah tersebut terjadi akibat kesalahan pola pengisian daya.
Pengguna mengaku sering melakukan charging terlalu lama tanpa jeda. Padahal, beberapa pengguna lain menyarankan pengisian baterai SLA dilakukan maksimal dua jam lalu diberi jeda sekitar 15 hingga 30 menit sebelum dilanjutkan kembali.
Namun karena lupa mencabut charger setelah baterai penuh, motor yang sedang diisi daya mengeluarkan aroma panas menyengat. Setelah dicek keesokan harinya, kondisi baterai ternyata sudah mengembung.
“Awalnya lupa nyabut charger karena ngobrol di rumah, pas dicek sudah bau panas,” ujarnya.
Motor kemudian dibawa ke bengkel resmi di kawasan Pantai Indah Kapuk. Setelah menunggu sekitar 14 hari, baterai akhirnya diganti baru karena masih dalam antrean servis yang tidak terlalu panjang.
Baca Juga: OPPO A Series Kembali Naik Daun, HP Murah dengan ColorOS Ringan dan Fast Charging Jadi Andalan
Ban Bawaan Dinilai Licin
Selain masalah baterai, pengguna juga mengeluhkan kualitas ban bawaan Yadea G6. Ban standar dinilai terlalu licin sehingga akhirnya diganti menggunakan ban Michelin untuk roda depan dan belakang.
Pergantian ban ternyata berdampak pada performa motor. Sebelum menggunakan ban Michelin, motor disebut mampu melaju hingga 70 kilometer per jam di jalan lurus.
Namun setelah mengganti ban dengan ukuran lebih besar, kecepatan maksimal turun menjadi sekitar 65 kilometer per jam. Meski begitu, pengguna menilai performa tersebut masih cukup baik karena berada di atas klaim resmi Yadea G6 yang berkisar 60 kilometer per jam.
Baca Juga: OPPO A Series Jadi Andalan Baru, HP Murah dengan Storage Besar dan Fast Charging Cepat
Kampas Rem Sudah Diganti Sekali
Selama delapan bulan penggunaan, komponen yang paling cepat mengalami penggantian adalah kampas rem depan. Pengguna mengaku kampas rem sudah sempat diganti satu kali karena kondisi yang mulai tipis.
Selain itu, ada juga masalah pada komstir yang sempat terasa berat. Namun setelah dilakukan servis, bagian tersebut kembali normal dan terasa lebih ringan saat dikendalikan.
Untuk kaki-kaki, pengguna menyebut performa shockbreaker bawaan masih cukup nyaman digunakan harian. Hanya saja karakter suspensi depan teleskopik masih terasa memantul ketika melewati jalan bergelombang.
Performa Masih Nyaman Dipakai Harian
Meski sempat mengalami beberapa kendala, pengguna mengaku Yadea G6 masih sangat nyaman dipakai untuk kebutuhan harian. Tarikan motor dinilai halus dan tidak terlalu menyentak saat akselerasi.
Dalam pengujian di jalan, mode Gear 1 mampu mencapai kecepatan sekitar 47 kilometer per jam. Sementara pada Gear 2, motor masih bisa melaju hingga 61 kilometer per jam meski kondisi jalan tidak terlalu mulus.
Pengguna sendiri mengaku jarang menggunakan motor untuk perjalanan jauh. Aktivitas hariannya hanya berkisar 10 kilometer pulang-pergi, sementara penggunaan jarak jauh biasanya dilakukan saat mengikuti kegiatan komunitas motor listrik.
Dinilai Tetap Worth It
Meski mengalami beberapa kendala teknis, pengguna tetap menilai Yadea G6 sangat layak dimiliki. Penghematan biaya menjadi alasan utama karena motor listrik tidak membutuhkan bensin, ganti oli, maupun servis rutin seperti motor konvensional.
Selama delapan bulan penggunaan, pengeluaran perawatan disebut masih sangat minim dan hanya terbatas pada penggantian kampas rem serta perbaikan ringan.
Dengan kenyamanan berkendara, biaya operasional murah, dan performa yang masih stabil setelah ribuan kilometer pemakaian, Yadea G6 dinilai tetap menjadi salah satu motor listrik yang menarik untuk penggunaan harian di perkotaan.
Editor : Gita Dwi Nuraini