Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pengakuan Jujur Setelah 5.000 Km Pakai Indomobil E-Motor Tirano, Cocok Buat Touring atau Harian? Ini Jawabannya

M. Helmi Nurhisam • Jumat, 19 Juni 2026 | 20:20 WIB
Pengakuan jujur setelah 5.000 km memakai Indomobil E-Motor Tirano. Ternyata lebih cocok untuk harian daripada touring jauh.(Pinterst)
Pengakuan jujur setelah 5.000 km memakai Indomobil E-Motor Tirano. Ternyata lebih cocok untuk harian daripada touring jauh.(Pinterst)

Radar Tulungagung – Setelah menempuh lebih dari 5.000 kilometer dalam waktu sekitar delapan bulan, pemilik sekaligus reviewer otomotif akhirnya membagikan pengalaman jujurnya menggunakan Indomobil E-Motor Tirano. Motor listrik bergaya adventure yang sempat mencuri perhatian karena desainnya yang gagah ini ternyata memberikan kesan berbeda setelah digunakan dalam jangka panjang.

Dalam pengakuannya, pemilik motor menegaskan bahwa unit yang digunakan merupakan motor hasil pembelian pribadi, bukan pinjaman maupun pemberian dari pabrikan. Selama pemakaian tersebut, Tirano telah digunakan untuk aktivitas harian, perjalanan jarak jauh, hingga touring lintas kota.

Menariknya, kesimpulan yang didapat setelah ribuan kilometer penggunaan justru berbeda dari ekspektasi awal. Jika banyak orang menganggap Tirano cocok sebagai motor touring, pengalaman pengguna menunjukkan motor ini justru lebih ideal untuk kebutuhan harian.

Baca Juga: 5 Manhwa Terbaik yang Wajib Dibaca, dari Revenge of the Baskerville Bloodhound hingga Surviving the Game as a Barbarian

Banyak Modifikasi Demi Kenyamanan

Selama pemakaian, sejumlah perubahan dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan berkendara. Jok bawaan ditinggikan sekitar empat sentimeter menggunakan busa medium density agar posisi duduk lebih ergonomis.

Selain itu, sektor kemudi mendapat tambahan raiser stang model pivot. Sementara suspensi belakang diganti menggunakan KTC Razor Pro milik Honda PCX 160 dengan panjang 365 mm.

Perubahan besar juga dilakukan pada kaki-kaki depan. Shockbreaker standar diganti menggunakan KYB Zeto milik Yamaha NMAX lengkap dengan kaliper rem yang disesuaikan. Pelek depan pun diubah menjadi ukuran 14 inci menggunakan komponen Yamaha Aerox yang dipadukan dengan ban FDR Hover.

Menurut pemiliknya, perubahan tersebut dilakukan karena komponen standar dinilai belum mampu memberikan kenyamanan optimal untuk penggunaan intensif.

Baca Juga: 5 Manhwa Wajib Dibaca Versi Nikom, dari Omniscient Reader’s Viewpoint hingga Nano Machine yang Bikin Pembaca Ketagihan

Pernah Touring Hampir 1.900 Kilometer

Salah satu pengalaman paling menarik selama menggunakan Tirano adalah perjalanan touring dari Tangerang menuju Madiun dan kembali lagi ke Tangerang.

Rute yang dipilih cukup panjang karena melewati jalur Pantura saat berangkat dan jalur selatan Pulau Jawa saat pulang. Total perjalanan mencapai sekitar 1.883 kilometer.

Dalam perjalanan tersebut, motor dibantu baterai tambahan serta charger adjustable agar lebih fleksibel saat melakukan pengisian daya di berbagai lokasi.

Sebelumnya, Tirano juga pernah digunakan untuk touring mengelilingi wilayah Banten. Namun saat itu motor sempat kehabisan daya di tengah perjalanan sehingga pengendara harus mengisi ulang baterai di sebuah warung.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu pelajaran penting terkait manajemen jarak tempuh motor listrik saat digunakan untuk perjalanan jauh.

Desain Adventure, Tapi Lebih Cocok Harian

Salah satu alasan utama Tirano banyak diminati adalah desain adventure yang dimilikinya. Motor ini sudah dilengkapi crash bar, dudukan side bag, bracket top box, hingga pelindung lampu yang membuat tampilannya sangat identik dengan motor touring.

Namun setelah digunakan selama berbulan-bulan, pemilik justru menilai karakter Tirano lebih cocok untuk aktivitas harian.

Menurutnya, spesifikasi bawaan seperti kecepatan maksimum sekitar 85 km/jam dan jarak tempuh realistis sekitar 80 kilometer lebih sesuai untuk kebutuhan komuter dibanding perjalanan lintas kota yang sangat jauh.

“Kalau untuk harian sudah sangat cukup. Tapi kalau untuk motor mainan atau touring jarak jauh, masih ada pilihan lain yang lebih menarik,” ungkapnya.

Minim Masalah dan Hampir Tanpa Perawatan

Meski dianggap kurang ideal untuk touring berat, Tirano mendapat nilai tinggi dalam hal keandalan. Selama delapan bulan penggunaan dan lebih dari 5.000 kilometer perjalanan, hampir tidak ditemukan masalah berarti.

Motor tetap berfungsi normal saat digunakan menerobos genangan air maupun dalam aktivitas sehari-hari. Tidak ada keluhan serius terkait baterai, motor penggerak, maupun sistem kelistrikan.

Perawatan yang diperlukan juga sangat minim. Pemilik mengaku tidak perlu melakukan servis rutin layaknya motor bensin karena tidak ada pergantian oli maupun filter.

Menurutnya, keunggulan terbesar Tirano justru terletak pada kemudahan penggunaan, biaya operasional yang rendah, serta minimnya kebutuhan perawatan.

Dengan desain yang menarik, garansi baterai hingga tiga tahun, serta pengalaman penggunaan yang relatif bebas masalah, Indomobil E-Motor Tirano dinilai menjadi salah satu motor listrik yang layak dipertimbangkan bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan harian praktis dan ekonomis.

 

 – Setelah menempuh lebih dari 5.000 kilometer dalam waktu sekitar delapan bulan, pemilik sekaligus reviewer otomotif akhirnya membagikan pengalaman jujurnya menggunakan Indomobil E-Motor Tirano. Motor listrik bergaya adventure yang sempat mencuri perhatian karena desainnya yang gagah ini ternyata memberikan kesan berbeda setelah digunakan dalam jangka panjang.

Dalam pengakuannya, pemilik motor menegaskan bahwa unit yang digunakan merupakan motor hasil pembelian pribadi, bukan pinjaman maupun pemberian dari pabrikan. Selama pemakaian tersebut, Tirano telah digunakan untuk aktivitas harian, perjalanan jarak jauh, hingga touring lintas kota.

Menariknya, kesimpulan yang didapat setelah ribuan kilometer penggunaan justru berbeda dari ekspektasi awal. Jika banyak orang menganggap Tirano cocok sebagai motor touring, pengalaman pengguna menunjukkan motor ini justru lebih ideal untuk kebutuhan harian.

Banyak Modifikasi Demi Kenyamanan

Selama pemakaian, sejumlah perubahan dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan berkendara. Jok bawaan ditinggikan sekitar empat sentimeter menggunakan busa medium density agar posisi duduk lebih ergonomis.

Selain itu, sektor kemudi mendapat tambahan raiser stang model pivot. Sementara suspensi belakang diganti menggunakan KTC Razor Pro milik Honda PCX 160 dengan panjang 365 mm.

Perubahan besar juga dilakukan pada kaki-kaki depan. Shockbreaker standar diganti menggunakan KYB Zeto milik Yamaha NMAX lengkap dengan kaliper rem yang disesuaikan. Pelek depan pun diubah menjadi ukuran 14 inci menggunakan komponen Yamaha Aerox yang dipadukan dengan ban FDR Hover.

Menurut pemiliknya, perubahan tersebut dilakukan karena komponen standar dinilai belum mampu memberikan kenyamanan optimal untuk penggunaan intensif.

Pernah Touring Hampir 1.900 Kilometer

Salah satu pengalaman paling menarik selama menggunakan Tirano adalah perjalanan touring dari Tangerang menuju Madiun dan kembali lagi ke Tangerang.

Rute yang dipilih cukup panjang karena melewati jalur Pantura saat berangkat dan jalur selatan Pulau Jawa saat pulang. Total perjalanan mencapai sekitar 1.883 kilometer.

Dalam perjalanan tersebut, motor dibantu baterai tambahan serta charger adjustable agar lebih fleksibel saat melakukan pengisian daya di berbagai lokasi.

Sebelumnya, Tirano juga pernah digunakan untuk touring mengelilingi wilayah Banten. Namun saat itu motor sempat kehabisan daya di tengah perjalanan sehingga pengendara harus mengisi ulang baterai di sebuah warung.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu pelajaran penting terkait manajemen jarak tempuh motor listrik saat digunakan untuk perjalanan jauh.

Desain Adventure, Tapi Lebih Cocok Harian

Salah satu alasan utama Tirano banyak diminati adalah desain adventure yang dimilikinya. Motor ini sudah dilengkapi crash bar, dudukan side bag, bracket top box, hingga pelindung lampu yang membuat tampilannya sangat identik dengan motor touring.

Namun setelah digunakan selama berbulan-bulan, pemilik justru menilai karakter Tirano lebih cocok untuk aktivitas harian.

Menurutnya, spesifikasi bawaan seperti kecepatan maksimum sekitar 85 km/jam dan jarak tempuh realistis sekitar 80 kilometer lebih sesuai untuk kebutuhan komuter dibanding perjalanan lintas kota yang sangat jauh.

“Kalau untuk harian sudah sangat cukup. Tapi kalau untuk motor mainan atau touring jarak jauh, masih ada pilihan lain yang lebih menarik,” ungkapnya.

Minim Masalah dan Hampir Tanpa Perawatan

Meski dianggap kurang ideal untuk touring berat, Tirano mendapat nilai tinggi dalam hal keandalan. Selama delapan bulan penggunaan dan lebih dari 5.000 kilometer perjalanan, hampir tidak ditemukan masalah berarti.

Motor tetap berfungsi normal saat digunakan menerobos genangan air maupun dalam aktivitas sehari-hari. Tidak ada keluhan serius terkait baterai, motor penggerak, maupun sistem kelistrikan.

Perawatan yang diperlukan juga sangat minim. Pemilik mengaku tidak perlu melakukan servis rutin layaknya motor bensin karena tidak ada pergantian oli maupun filter.

Menurutnya, keunggulan terbesar Tirano justru terletak pada kemudahan penggunaan, biaya operasional yang rendah, serta minimnya kebutuhan perawatan.

Dengan desain yang menarik, garansi baterai hingga tiga tahun, serta pengalaman penggunaan yang relatif bebas masalah, Indomobil E-Motor Tirano dinilai menjadi salah satu motor listrik yang layak dipertimbangkan bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan harian praktis dan ekonomis.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
#touring motor listrik #Indomobil E-Motor Tirano #review Tirano #pengalaman pakai Tirano #motor listrik indonesia