JAKARTA - Kabar Pertalite 1 Juni 2026 dibatasi untuk mobil bermesin di atas 1.400 cc ramai beredar di media sosial. Narasi tersebut menyebut sejumlah mobil keluarga, SUV, hingga sedan tidak lagi diperbolehkan membeli BBM bersubsidi mulai awal Juni 2026.
Informasi tentang Pertalite 1 Juni 2026 itu bahkan disertai daftar model kendaraan yang diklaim terdampak pembatasan. Kabar tersebut kemudian membuat masyarakat mempertanyakan kebenaran aturan dan apakah pemerintah benar-benar telah menetapkan pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan kapasitas mesin.
Namun, kabar tersebut ternyata tidak benar. PT Pertamina Patra Niaga memastikan belum ada kebijakan resmi pemerintah yang melarang kendaraan bermesin di atas 1.400 cc membeli Pertalite.
Baca Juga: AI dan Kemandirian Visual UMKM
Pertamina Tegaskan Belum Ada Larangan
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Robert M. Dumat menegaskan informasi mengenai pembatasan Pertalite mulai 1 Juni 2026 merupakan kabar bohong atau hoaks.
Hingga informasi dalam video tersebut disampaikan, belum ada arahan ataupun kebijakan resmi pemerintah yang mengatur larangan pembelian Pertalite berdasarkan kapasitas mesin kendaraan maupun merek mobil tertentu.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Turun 2,69 Persen, Investor Perlu Cermati Tren
Dengan demikian, daftar kendaraan yang beredar di media sosial dan disebut tidak boleh menggunakan Pertalite bukan merupakan daftar resmi pemerintah maupun regulator sektor energi.
Pertamina menjelaskan posisinya sebagai pihak yang menjalankan mandat pemerintah dalam distribusi energi. Apabila nantinya terdapat kebijakan baru mengenai pembatasan BBM bersubsidi, pemerintah akan menyampaikan aturan tersebut melalui pengumuman resmi.
Penyaluran Pertalite Masih Berjalan Normal
Di tengah isu pembatasan yang beredar, Pertamina memastikan penyaluran Pertalite masih berlangsung normal di berbagai wilayah.
Masyarakat masih dapat membeli Pertalite sesuai ketentuan yang berlaku saat ini. Belum ada aturan baru yang secara khusus melarang kendaraan dengan kapasitas mesin tertentu membeli BBM bersubsidi tersebut.
Pertamina juga menegaskan bahwa kewenangan untuk menetapkan kebijakan sektor energi berada di tangan pemerintah sebagai regulator. Jika terdapat perubahan kebijakan, kementerian atau lembaga terkait nantinya akan mengatur detail teknis pelaksanaannya.
Karena itu, masyarakat tidak perlu langsung mempercayai daftar kendaraan yang beredar melalui media sosial sebelum ada pengumuman resmi dari pemerintah.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini 12 Agustus 2026 Turun, Antam Rp2,68 Juta, Cek Galeri 24 dan UBS
Program Subsidi Tepat Berbeda dengan Larangan Kendaraan
Pertamina turut menjelaskan mengenai program Subsidi Tepat yang selama ini berjalan. Program tersebut memang berkaitan dengan penataan distribusi BBM subsidi agar penyalurannya lebih tepat sasaran.
Namun, program Subsidi Tepat tidak sama dengan narasi viral yang menyebut kendaraan tertentu akan dilarang membeli Pertalite mulai 1 Juni 2026.
Perbedaan tersebut penting dipahami agar masyarakat tidak keliru mengartikan program penataan distribusi sebagai kebijakan larangan berdasarkan kapasitas mesin kendaraan.
Isu pembatasan BBM subsidi memang bukan hal baru. Wacana mengenai penataan pembelian BBM bersubsidi beberapa kali muncul dan menjadi perhatian masyarakat. Meski demikian, setiap perubahan aturan tetap harus menunggu keputusan resmi pemerintah.
Masyarakat Diminta Cek Informasi Resmi
Pertamina mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya. Informasi yang beredar di media sosial sebaiknya diperiksa terlebih dahulu sebelum diteruskan kepada orang lain.
Masyarakat dapat mengecek informasi mengenai kebijakan BBM melalui kanal resmi pemerintah, regulator terkait, maupun Pertamina. Langkah tersebut penting untuk mencegah penyebaran hoaks yang dapat menimbulkan kepanikan dan kesalahpahaman.
Untuk mendapatkan informasi resmi mengenai layanan maupun produk BBM Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.
Jadi, hingga keterangan yang disampaikan dalam materi tersebut, Pertalite 1 Juni 2026 tidak dibatasi berdasarkan kapasitas mesin di atas 1.400 cc. Tidak ada pula larangan resmi bagi merek atau model mobil tertentu untuk membeli Pertalite. Masyarakat sebaiknya menunggu pengumuman pemerintah apabila nantinya terdapat perubahan kebijakan.
source: YouTube/@kompascom
Editor : Hikmatul Insaniya