Honda Tiger Cafe Racer Ini Dibikin Pendek dan Padat, Frame Diubah Total

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:50 WIB
Honda Tiger Cafe Racer ini dirombak dengan konsep pendek dan padat. Frame diperpanjang, kaki-kaki diubah, serta bodywork dibuat lebih modern. (Youtube. com)
Honda Tiger Cafe Racer ini dirombak dengan konsep pendek dan padat. Frame diperpanjang, kaki-kaki diubah, serta bodywork dibuat lebih modern. (Youtube. com)

JAKARTA - Honda Tiger Cafe Racer milik seorang pelanggan dari Cilandak, Jakarta Selatan, mendapat rombakan besar setelah lama tidak digunakan. Motor yang kondisinya sudah banyak karat, stang patah, footstep bengkok, hingga roda macet itu diubah dengan konsep Cafe Racer yang pendek dan padat.

Motor tersebut merupakan milik Om Indra. Ia membeli Honda Tiger dalam kondisi bekas secara online sebelum akhirnya menghubungi tim Dimas Gerald untuk melakukan custom ulang.

Saat dijemput, kondisi motor disebut cukup memprihatinkan. Selain banyak bagian berkarat, stang sudah patah, footstep bengkok, dan roda dalam kondisi macet sehingga proses memasukkannya ke mobil cukup sulit.

Baca Juga: Dealer Motor Listrik Alfa Resmi Hadir di Jogja, Harga Mulai Rp21 Jutaan

Setelah dikerjakan, tampilannya berubah drastis. Konsep yang dipilih mengarah ke Cafe Racer dengan posisi rendah dan jarak antara ban dengan rangka dibuat sangat rapat.

Menurut Dimas, karakter tersebut membuat motor terlihat lebih padat. Ia juga menyebut konsep Cafe Racer seperti ini pernah banyak dibuatnya pada masa sebelumnya.

Kaki-kaki Dibuat Lebih Padat

Salah satu perubahan utama terdapat pada sektor kaki-kaki. Pelek depan menggunakan ukuran 3,50 ring 17, sedangkan bagian belakang berukuran 4,50 ring 17.

Baca Juga: 3 Motor Listrik Honda Dibandingkan: Harga, Jarak Tempuh, Kecepatan, hingga Waktu Charging

Tromol tetap menggunakan komponen orisinal Honda. Sementara ban depan dan belakang sama-sama memakai Swallow ukuran 4,50 ring 17.

Penggunaan ban dengan ukuran sama di kedua sisi membuat tampilan Honda Tiger tersebut terlihat semakin padat. Lebar pelek depan dan belakang tetap dibuat berbeda untuk menyesuaikan kebutuhan masing-masing bagian.

Suspensi depan diganti menggunakan shock Yamaha Byson. Bagian belakang menggunakan Ride It berukuran 320 mm.

Baca Juga: 3 Motor Listrik Honda Dibandingkan: Harga, Jarak Tempuh, Kecepatan, hingga Waktu Charging

Suspensi depan dibuat pendek, sedangkan bagian belakang menggunakan sok 320 mm. Kombinasi tersebut membuat postur motor tidak terlihat tinggi.

Dimas mengatakan konsep seperti ini memang memiliki konsekuensi. Motor dengan posisi sangat rendah berpotensi membuat bagian depan dan belakang lebih mudah mentok ketika digunakan.

Frame dan Bodywork Ikut Dirombak

Tangki bahan bakar masih menggunakan komponen bawaan Honda Tiger. Menurut Dimas, bentuk tangki tersebut dinilai sudah sesuai dengan konsep Cafe Racer sehingga tidak perlu diganti.

Sebaliknya, cover samping dibuat lebih slim. Tim juga menambahkan tutup filter Yamaha Byson sebagai detail tambahan.

Baca Juga: Alva Cervo, Motor Listrik Buatan Indonesia yang Kencang, Futuristis, tapi Punya Kekurangan

Bagian frame mengalami perubahan cukup besar. Rangka dari bagian tengah hingga belakang diperpanjang, termasuk bagian behel.

Jok yang sebelumnya pendek dibuat lebih panjang mengikuti frame baru. Jok menggunakan kulit MBtech dengan motif wajik dan material busa.

Tim juga menambahkan footstep belakang sehingga motor masih memungkinkan digunakan berboncengan setelah suspensi diganti dengan ukuran yang lebih tinggi.

Bagian rangka di sekitar belakang tangki dan bawah motor juga diubah. Cover samping kanan dan kiri ditambahkan untuk melengkapi tampilan baru.

Baca Juga: Harga Motor Listrik Agustus 2026 di Cibubur, Mulai Rp1,4 Juta

Spakbor depan turut dibuat custom. Sebelumnya motor disebut tidak memiliki spakbor, tetapi konsep baru mengharuskan adanya komponen tersebut.

Detail Lampu Masih Pertahankan Komponen Bawaan

Stang bawaan diganti karena sebelumnya mengalami kerusakan. Tim menggunakan stang B Pro sebagai pengganti.

Untuk headlamp, pemilik memilih tetap mempertahankan komponen bawaan Honda Tiger. Batok lampu yang sebelumnya sudah kusam dan banyak bagian terkelupas kemudian dicat ulang.

Lampu sein diganti menggunakan model LED. Sementara spion, handgrip, speedometer, dan sejumlah holder masih mempertahankan komponen bawaan.

Baca Juga: Dealer Motor Listrik Alfa Resmi Hadir di Jogja, Harga Mulai Rp21 Jutaan

Underbone juga masih menggunakan komponen standar. Tim hanya membuat footstep belakang.

Dimas menyebut masih ada beberapa komponen yang sebenarnya ingin diganti, tetapi keputusan tersebut dikembalikan kepada pemilik motor.

Pada bagian akhir, warna motor dibuat dominan hitam dengan beberapa bagian dicat ulang hingga tampil glossy. Motor tersebut kemudian diberi nama “Black Panther” karena mengusung tampilan serba hitam dan menggunakan mesin Honda Tiger.

Baca Juga: Harga Motor Listrik Agustus 2026 di Cibubur, Mulai Rp1,4 Juta

Setelah proses pengerjaan selesai, motor menjalani test ride. Tim juga menyebut unit custom dapat dikirim kepada pelanggan melalui jasa cargo atau diantar langsung sesuai kesepakatan pengiriman.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : Dimas Garage Custom
Cafe Racer Honda Tiger Cafe Racer Honda Tiger Custom Motor modifikasi motor