JAKARTA - Indomobil E Motor QT Pro mulai digunakan selama sekitar sepekan setelah unit diterima dari dealer. Setelah dipakai wara-wiri, pemilik mengungkap sejumlah catatan, mulai dari spion kecil, alarm yang berisik, hingga rem yang menimbulkan bunyi gesekan.
Unit tersebut disebut sudah digunakan selama tujuh hari, meski pelat nomor belum terpasang. Pemakaian pun masih dilakukan untuk perjalanan yang tidak terlalu jauh.
Dari penggunaan harian itu, beberapa kekurangan mulai dirasakan. Salah satu yang paling awal disorot adalah spion bawaan.
Spion Indomobil E Motor QT Pro dinilai terlalu kecil. Kaca spion juga dianggap belum memberikan jangkauan pandangan belakang yang luas karena bentuknya datar.
Baca Juga: Harga Motor Listrik Agustus 2026 di Cibubur, Mulai Rp1,4 Juta
Pemilik mengaku berencana mengganti spion dengan model yang dianggap lebih baik. Selain spion, desain dashboard juga menjadi salah satu bagian yang kurang disukai.
“Dashboard-nya enggak keren. Gua setuju sih enggak keren, tapi ya enggak bisa diapa-apain,” ujarnya dalam tayangan tersebut.
Alarm Berisik dan Pengoperasian Kunci
Keluhan berikutnya berkaitan dengan alarm. Fitur keamanan tersebut dinilai menghasilkan suara yang cukup keras dan kurang enak didengar.
Baca Juga: Alva Cervo, Motor Listrik Buatan Indonesia yang Kencang, Futuristis, tapi Punya Kekurangan
Menurut pemilik, kondisi itu terkadang membuat orang di area parkir memperhatikan ketika alarm berbunyi. Meski demikian, alarm tetap dianggap sebagai salah satu fitur keamanan pada motor tersebut.
Indomobil E Motor QT Pro sendiri menyediakan tiga metode pengoperasian kunci, yakni NFC, remote, dan kunci mekanis. NFC dinilai menjadi pilihan paling praktis karena cukup ditempelkan untuk menyalakan maupun mematikan motor.
Remote juga bisa digunakan, tetapi pemilik menilai pengoperasiannya membutuhkan beberapa langkah. Sementara kunci mekanis tetap diperlukan untuk membuka bagasi.
Baca Juga: Motor Listrik Honda Terbaru 2025: Icon e dan CUV e Punya Jarak Tempuh hingga 80,7 Km
Karena itu, pemilik terbiasa membawa kunci mekanis dan remote. Remote digunakan antara lain untuk mengaktifkan atau mematikan alarm, sedangkan kunci mekanis diperlukan ketika ingin membuka jok.
Sistem pengaturan berkendara juga mendapat catatan. Motor memiliki tiga pilihan gear atau mode. Mode pertama dianggap terlalu pelan karena kecepatannya hanya berada di kisaran 20-25 km/jam.
“Gear yang satu ini limitnya bukan 30 km/h sebenarnya, tapi sampai 20-25,” katanya.
Baca Juga: Dealer Motor Listrik Alfa Resmi Hadir di Jogja, Harga Mulai Rp21 Jutaan
Karena responsnya sangat terbatas, mode pertama disebut jarang digunakan. Mode kedua dan ketiga justru lebih sering dipilih karena memberikan respons akselerasi yang lebih kuat.
Bobot Ringan, Bagasi dan Rem
Setelah digunakan beberapa hari, bobot motor juga menjadi salah satu karakter yang paling terasa. Pemilik memperkirakan berat Indomobil E Motor QT Pro sekitar 94 kilogram.
Karakter tersebut membuat motor terasa sangat ringan dan mudah dikendalikan. Sensasinya bahkan disebut mirip motor matik ringan seperti Mio M3.
Baca Juga: Alva Cervo, Motor Listrik Buatan Indonesia yang Kencang, Futuristis, tapi Punya Kekurangan
Bagasi juga sempat diuji menggunakan beberapa jenis helm. Helm tertentu tidak bisa dimasukkan dan jok tidak dapat ditutup karena bentuk helm mentok.
Namun, helm model half-face masih bisa dimasukkan dengan posisi tertentu. Artinya, kapasitas bagasi tetap cukup berguna, tetapi jenis helm yang digunakan perlu diperhatikan.
Untuk suspensi, performanya dinilai cukup ketika motor digunakan perlahan di jalan rusak. Melintasi conblock juga disebut tidak menimbulkan masalah berarti.
Baca Juga: Harga Motor Listrik Agustus 2026 di Cibubur, Mulai Rp1,4 Juta
Namun, ketika melaju lebih cepat di jalan dengan permukaan buruk, motor terasa lebih bergetar. Karakter tersebut dikaitkan dengan bobot kendaraan yang ringan.
Bagian pengereman justru mendapat penilaian cukup positif. Rem depan dan belakang disebut menggunakan dua piston dan dinilai cukup mumpuni untuk memperlambat laju motor.
Meski demikian, terdapat bunyi gesekan atau rubbing pada bagian rem ketika motor berjalan. Pemilik menyebut akan mencoba memperbaikinya sendiri.
Baca Juga: Alva Cervo, Motor Listrik Buatan Indonesia yang Kencang, Futuristis, tapi Punya Kekurangan
Secara keseluruhan, setelah pemakaian sekitar satu pekan, Indomobil E Motor QT Pro masih dinilai cukup sesuai dengan ekspektasi. Sejumlah kekurangan ditemukan, tetapi karakter bobot ringan, respons akselerasi pada mode lebih tinggi, pengereman, serta kepraktisan bagasi menjadi bagian yang turut diperhatikan dari penggunaan sehari-hari.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : Harley Anggakesuma