JAKARTA - Harley-Davidson di Indonesia ternyata sudah dikenal sejak era 1920-an, jauh sebelum berdirinya Indonesia sebagai negara merdeka. Dalam sebuah video, Manol Motovlog membagikan pengetahuannya tentang perjalanan merek asal Amerika Serikat itu, mulai dari kelahiran Harley-Davidson hingga perkembangan komunitasnya di Indonesia.
Menurut Manol, Harley-Davidson pertama kali hadir di Indonesia pada era kolonial. Saat itu, motor tersebut digunakan untuk kebutuhan kendaraan pertanian dan juga dikendarai orang-orang Belanda.
Kehadiran Harley-Davidson di Indonesia kemudian melewati periode penting ketika Jepang mengambil alih berbagai barang milik Belanda pada masa pendudukan. Motor-motor Harley-Davidson yang sebelumnya digunakan pada masa kolonial ikut berpindah tangan.
Baca Juga: Motor Listrik Davigo Dragon SLI Tembus 200 Km, Harganya Rp18,5 Juta
Setelah Indonesia merdeka, sejumlah motor tersebut kemudian dikuasai masyarakat Indonesia. Kondisi itu disebut menjadi salah satu alasan mengapa hingga sekarang masih terdapat Harley-Davidson tua yang tidak memiliki surat lengkap.
Berawal dari Motor Satu Silinder
Sejarah Harley-Davidson sendiri dimulai di Amerika Serikat. Manol menyebut ide awal pembuatan sepeda motor tersebut tercetus pada 1901 oleh William Harley dan Arthur Davidson.
Keduanya merancang motor satu silinder yang masih menggunakan sistem kayuhan seperti sepeda. Setelah melalui berbagai percobaan dan riset, motor pertama Harley-Davidson akhirnya dibuat pada 1903.
Baca Juga: Motor Listrik IN9 Caren Dibekali Dinamo 1.200 Watt, Angkut 200 Kg
Dealer pertama Harley-Davidson disebut berada di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat. Sementara dealer kedua yang disebut dalam video berada di San Francisco dan masih menjadi salah satu dealer tua Harley-Davidson.
Perkembangan perusahaan berlanjut dengan berbagai inovasi. Pada 1910, Harley-Davidson memperkenalkan logo Bar and Shield yang kemudian menjadi salah satu identitas paling dikenal dari merek tersebut.
Harley-Davidson juga sempat menjadi salah satu dari beberapa produsen sepeda motor Amerika yang menguasai pasar domestik. Dalam perkembangannya, karakter mesin V-Twin kemudian semakin melekat dengan merek tersebut.
Baca Juga: VinFast Viper, Motor Listrik Sporty Rp26 Jutaan dengan Jarak 82 Km
Manol juga menyinggung mesin V-Twin dengan sudut 45 derajat yang menjadi ciri khas Harley-Davidson. Menurut penjelasannya, konfigurasi tersebut sudah digunakan dan menjadi bagian dari identitas Harley-Davidson sejak masa awal perkembangannya.
Sempat Fokus Produksi Motor Militer
Salah satu periode penting terjadi pada 1941 hingga 1945. Harley-Davidson menghentikan produksi untuk kebutuhan sipil dan memproduksi sepeda motor untuk militer.
Motor Harley-Davidson WLA menjadi salah satu model yang digunakan dalam kebutuhan perang. Bentuknya kemudian populer di berbagai media, termasuk melalui gambaran motor yang digunakan karakter Steve Rogers dalam film Captain America.
Baca Juga: Motor Listrik Terbaik 2026, 5 Pilihan Harga Rp15 Jutaan hingga Rp31 Juta
Selain kebutuhan militer, Harley-Davidson juga pernah menghadapi tekanan persaingan. Pada 1960-an, perusahaan disebut menghadapi persaingan dari motor Triumph asal Inggris dalam periode yang dikenal sebagai British Invasion.
Sportster kemudian menjadi salah satu model yang disebut membantu Harley-Davidson menghadapi masa tersebut. Lini Sportster selanjutnya berkembang dan menjadi salah satu model yang dikenal luas.
Pada 1980-an, Harley-Davidson kembali menghadapi masa sulit. Salah satu langkah yang disebut penting adalah pembentukan Harley Owners Group atau HOG oleh generasi ketiga keluarga pendiri, yakni Willie Davidson.
Baca Juga: 5 Motor Listrik Terbaik 2026, Ada yang Bisa Tempuh 130 Km
Komunitas tersebut kemudian menjadi bagian dari strategi pengembangan hubungan antara pengguna, dealer, dan Harley-Davidson.
Perjalanan Harley-Davidson di Indonesia
Di Indonesia, perkembangan komunitas Harley-Davidson kemudian mengarah pada munculnya cikal bakal HDCI. Manol menyebut salah satu tokoh awalnya adalah Om Indro pada era 1960-an.
Pada masa tersebut, dealer resmi belum tersedia sehingga pemilik Harley-Davidson menghadapi kesulitan mendapatkan suku cadang. Perkembangan industri kemudian berubah ketika Mabua Harley-Davidson mulai hadir sebagai dealer pada 1998.
Baca Juga: FinFast Viper Resmi Dibahas, Motor Listrik Sporty Ini Dibanderol Rp26 Jutaan
Mabua menjalankan peran sebagai dealer Harley-Davidson di Indonesia hingga 2015. Setelah itu, posisi tersebut digantikan oleh dua dealer yang disebut dalam video, yakni Anak Elang Harley-Davidson dan Nusantara Harley-Davidson.
Perjalanan panjang tersebut menunjukkan bahwa keberadaan Harley-Davidson di Indonesia bukan fenomena baru. Motor tersebut telah hadir sejak era kolonial, melewati masa pendudukan Jepang, hingga berkembang menjadi bagian dari komunitas otomotif Indonesia.
Bagi Manol, sejarah panjang tersebut menjadi pengalaman menarik dalam dunia berkendara. Ia bahkan pernah bertemu Bill Davidson, keturunan keluarga pendiri Harley-Davidson, saat sebuah acara H.O.G. convention di Bali pada 2015.
Baca Juga: Motor Listrik Terbaik 2026, 5 Pilihan Harga Rp15 Jutaan hingga Rp31 Juta
Dalam pertemuan itu, rompi Harley Owners Group miliknya ditandatangani langsung oleh Bill Davidson. Pengalaman tersebut menjadi salah satu cerita yang ia bagikan bersamaan dengan sejarah panjang Harley-Davidson.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : William Martin Manalu