MALANG - Omoway X menjadi perhatian dalam sesi test drive di Araya, Malang. Motor listrik ini menawarkan tenaga 13 kW, torsi 320 Nm, suspensi depan double wishbone, serta pilihan baterai hingga 7,68 kWh. Harga varian dasarnya disebut sekitar Rp35 juta.
Omoway X merupakan produk dari Omoway, perusahaan teknologi yang baru berdiri pada 2024. Dalam pengembangannya, perusahaan membawa konsep kendaraan dengan teknologi berkendara otonom dan berencana mengembangkan teknologi robot.
Dalam sesi test drive tersebut, varian yang dicoba adalah Omoway X versi paling bawah. Sementara varian yang lebih tinggi memiliki fitur balance dan autopilot.
Penguji mengaku tertarik karena melihat kemampuan kendaraan dalam materi iklannya. Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah kemampuan motor untuk parkir dan berjalan sendiri pada varian tertentu.
Tenaga 13 kW dan Torsi 320 Nm
Dari sisi performa, Omoway X dibekali motor listrik dengan output 13 kW atau sekitar 17,6 tenaga kuda. Angka yang paling mencolok adalah torsinya yang mencapai 320 Nm.
Torsi tersebut membuat respons awal kendaraan terasa sangat spontan. Dalam transkrip, akselerasi 0-50 kilometer per jam diklaim dapat dicapai hanya dalam 3,3 detik.
Kecepatan maksimumnya disebut berada di kisaran 113 hingga 115 km per jam. Penguji menilai performanya terasa sangat cepat saat digunakan dalam sesi test drive.
Omoway X memiliki empat mode berkendara, yakni Comfort, Sport, Wet, dan Assist. Mode Wet digunakan untuk kondisi jalan basah, sedangkan Sport memberikan respons tenaga yang lebih agresif.
Sistem pengereman juga sudah menggunakan ABS. Selain itu, terdapat regenerative brake yang memberikan efek perlambatan ketika gas dilepas.
Dari sisi kenyamanan, bagian depan menggunakan konstruksi double wishbone. Penguji menilai suspensinya terasa nyaman ketika melewati jalan yang tidak rata.
Namun, suspensi belakang hanya menggunakan satu suspensi. Efeknya terasa lebih keras dibandingkan bagian depan ketika melewati polisi tidur.
Baterai 7,68 kWh dan Jarak Tempuh 210 Km
Omoway X tersedia dengan dua pilihan baterai. Versi standar menggunakan baterai 5,38 kWh, sedangkan varian long range menggunakan baterai 7,68 kWh.
Klaim jarak tempuhnya mencapai 160 kilometer untuk baterai standar dan 210 kilometer untuk versi long range. Penguji menegaskan angka tersebut merupakan klaim dan penggunaan nyata dapat berbeda.
Untuk pengisian daya, charger 800 watt membutuhkan waktu sekitar enam jam. Sementara quick charger 2.000 watt membutuhkan sekitar 2,5 jam.
Jika menggunakan stasiun pengisian Omoway, pengisian 0-80 persen disebut dapat dilakukan sekitar 1,5 jam.
Motor ini memiliki bobot sekitar 229 kilogram. Dimensinya juga cukup besar dengan panjang sekitar dua meter dan lebar hampir 86 sentimeter.
Kondisi tersebut membuat manuver membutuhkan penyesuaian. Meski demikian, penguji menilai stabilitasnya cukup baik karena ukuran ban yang lebar dan posisi baterai yang berada di bagian bawah.
Tinggi jok sekitar 76 sentimeter. Pengendara dengan tinggi sekitar 170 sentimeter disebut masih cukup nyaman meski sedikit jinjit.
Andalkan Aplikasi dan Teknologi Otonom
Salah satu bagian yang membedakan Omoway X adalah panel instrumen berukuran 10,2 inci. Layar tersebut dapat dioperasikan melalui joystick di area setang.
Panel menampilkan berbagai informasi kendaraan. Sistem juga menyediakan navigasi, pengaturan kendaraan, serta konektivitas dengan smartphone.
Omoway X tidak menggunakan kunci konvensional. Pengoperasian mengandalkan aplikasi di ponsel. Sistem tersebut dinilai canggih, tetapi penguji juga menyoroti potensi masalah apabila aplikasi mengalami gangguan atau baterai ponsel habis.
Varian yang lebih tinggi menawarkan fitur balance dan autopilot. Menurut penguji, fitur tersebut memungkinkan kendaraan menjaga keseimbangan sendiri dan memiliki kemampuan berkendara otonom.
Untuk varian yang dipilihnya, penguji menyebut harga sekitar Rp61 juta, sementara Omoway X standar berada di kisaran Rp35 juta. Ia juga menyebut harga final masih menunggu informasi berikutnya.
Garansi yang ditawarkan mencakup enam tahun untuk motor dan tujuh tahun untuk baterai. Sebagai merek baru, penguji menilai tantangan Omoway berikutnya adalah membangun kepercayaan konsumen, termasuk memastikan ketersediaan suku cadang dan layanan purnajual.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : DKID Media