Traffic Jam Assist Omoda E5, Begini Cara Kerja dan Tips Memakainya di Jalan Biasa

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 20:30 WIB
Traffic Jam Assist Omoda E5 bisa mengikuti mobil depan saat macet. Simak cara kerja TJA dan alasan memilih ACC mode only di jalan biasa. (Gemini AI)
Traffic Jam Assist Omoda E5 bisa mengikuti mobil depan saat macet. Simak cara kerja TJA dan alasan memilih ACC mode only di jalan biasa. (Gemini AI)

JAKARTA - Traffic Jam Assist Omoda E5 membantu pengemudi menghadapi kemacetan dengan mengikuti kendaraan di depan secara otomatis. Fitur ini dapat mengatur akselerasi dan pengereman saat mobil merayap, tetapi pengemudi perlu memahami perbedaan mode integrated dan ACC mode only.

Traffic Jam Assist atau TJA menjadi salah satu fitur yang banyak ditanyakan pengguna Omoda E5. Fitur tersebut bekerja ketika kendaraan berada dalam kondisi lalu lintas padat dengan kecepatan rendah.

Dalam penjelasannya, TJA bekerja bersama Adaptive Cruise Control (ACC). Pada kondisi tertentu, sistem akan mengikuti kendaraan di depan tanpa pengemudi harus terus menginjak pedal gas atau rem.

Baca Juga: Siap-Siap Beralih! Mobil Listrik Omoda 4 Segera Masuk Indonesia, Desain Sporty ala Lamborghini dengan Harga yang Seksi Banget!

Batas kerja yang disebutkan dalam penjelasan tersebut berada di bawah 45 km/jam. Pengemudi cukup mengaktifkan fitur melalui tombol yang tersedia.

Saat kendaraan di depan bergerak, Omoda E5 akan mengikutinya. Ketika kendaraan tersebut melambat atau berhenti, mobil juga akan mengurangi kecepatan hingga berhenti.

Mobil Bisa Jalan dan Berhenti Sendiri

Cara penggunaan TJA relatif sederhana. Ketika menghadapi kemacetan, pengemudi dapat menekan tombol aktivasi satu kali.

Baca Juga: Mulai Rp 180 Jutaan, Ini 6 Mobil Listrik Murah di Indonesia dengan Jarak Tempuh Tembus 400 Km

Setelah aktif, indikator akan menunjukkan sistem bekerja. Jika kendaraan di depan mulai berjalan sementara Omoda E5 masih berhenti, sistem akan memberikan peringatan agar pengemudi kembali memberikan input pada pedal.

Hal tersebut terjadi terutama ketika kendaraan di depan berhenti lebih dari sekitar lima detik. Setelah kendaraan depan kembali bergerak, pengemudi perlu menyentuh pedal akselerator untuk memicu sistem agar kembali mengikuti kendaraan.

Sebaliknya, jika kendaraan hanya berhenti sebentar dan kembali bergerak dalam waktu kurang dari lima detik, mobil dapat kembali berjalan mengikuti kendaraan depan secara otomatis.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Sepeda Listrik Terbaik 2026 yang Hemat Biaya, Tampil Stylish, dan Dilengkapi Fitur Canggih: Solusi Mobilitas Warga Blitar

Sistem juga akan mengerem ketika kendaraan di depan berhenti. Setelah itu, apabila waktu berhentinya terlalu lama, muncul peringatan untuk melakukan pemicu kembali.

Dalam pengujian, pengemudi menunjukkan bahwa sentuhan pedal akselerator cukup untuk membuat mobil kembali berjalan. Setelah itu, kaki tidak perlu terus menginjak pedal karena kendaraan kembali mengikuti mobil di depannya.

Kecepatan maksimal tetap mengikuti pengaturan cruise control. Dalam salah satu contoh, batas kecepatan disetel 15 km/jam sehingga kendaraan tidak akan melaju melewati angka tersebut.

Baca Juga: Tantri Kotak Menangis Dapat Hadiah Mobil Listrik Volvo EX30 dari Arda, Berkali-kali Bertanya "Uang dari Mana, Sayang?" Jawaban Sang Suami Bikin Haru

ACC Mode Only Lebih Nyaman di Jalan Biasa

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pilihan antara TJA dengan intervensi kemudi dan ACC mode only.

Pada mode integrated, sistem juga membantu mengarahkan setir berdasarkan marka jalan. Indikator berbentuk setir akan muncul ketika fungsi intervensi kemudi bekerja.

Sistem akan berusaha menjaga posisi mobil di tengah jalur. Namun, menurut pengemudi dalam video, kondisi tersebut tidak selalu ideal ketika digunakan di jalan biasa.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Sepeda Listrik Terbaik 2026 yang Hemat Biaya, Tampil Stylish, dan Dilengkapi Fitur Canggih: Solusi Mobilitas Warga Blitar

Pasalnya, sisi kiri jalan kerap digunakan sepeda motor. Ketika mobil terus diarahkan ke tengah jalur, posisi kendaraan bisa terasa terlalu dekat dengan motor yang melintas di sebelahnya.

Karena itu, untuk jalan biasa dengan kondisi seperti tersebut, pengemudi menyarankan menggunakan ACC mode only. Pada mode ini, fungsi adaptif tetap bekerja, tetapi sistem tidak melakukan intervensi terhadap setir.

Dengan demikian, Omoda E5 tetap dapat mengikuti kendaraan di depan, melakukan pengereman, dan kembali berjalan sesuai kondisi lalu lintas. Sementara arah kemudi tetap sepenuhnya dikendalikan pengemudi.

Baca Juga: Indomobil eMotor QTI Resmi Ramaikan Pasar, Motor Listrik Baru yang Disebut Punya Desain Premium dan Siap Jadi Pilihan Mobilitas Harian

Cara memilihnya adalah dengan menekan tombol adaptive cruise control dalam waktu lebih lama. Mode kemudian berubah sehingga intervensi kemudi tidak lagi aktif.

Pilihan tersebut juga dapat digunakan ketika berkendara di jalan tol. Namun, pengemudi menilai fungsi bantuan kemudi tetap berguna di jalan tol karena dapat membantu kendaraan mengikuti marka.

Pada akhirnya, pemilihan mode bergantung pada kebutuhan dan kenyamanan pengemudi. Ada pengguna yang menginginkan bantuan kemudi agar mobil tetap berada di tengah jalur, tetapi ada pula yang lebih memilih mengatur setir sendiri.

Baca Juga: Tirano X Motor Listrik Indomobil Resmi Diperkenalkan, Harga Rp32 Jutaan Bikin Heboh! Ini Fitur Lengkap yang Disebut Setara Mobil Mewah

Hal terpenting dalam penggunaan Traffic Jam Assist Omoda E5 adalah memahami indikator dan karakter masing-masing mode. Dengan mengetahui kapan sistem mengerem, kapan mobil dapat kembali berjalan, serta kapan pengemudi perlu melakukan pemicu, fitur tersebut dapat digunakan sesuai kondisi lalu lintas.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : Deni D2S
adaptive cruise control Traffic Jam Assist Omoda E5 Omoda E5 TJA ADAS