Honda EM1 e: Motor Listrik Rp3 Jutaan dengan Jarak Tempuh 41 Km

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 17:15 WIB
Honda EM1 e: dibanderol Rp3 jutaan dengan jarak tempuh 41 km. Motor listrik ini unggulkan handling, kenyamanan, dan sistem battery swap.(Pinterest)
Honda EM1 e: dibanderol Rp3 jutaan dengan jarak tempuh 41 km. Motor listrik ini unggulkan handling, kenyamanan, dan sistem battery swap.(Pinterest)

JAKARTA - Honda EM1 e: menawarkan pendekatan berbeda di pasar motor listrik Indonesia. Dengan harga sekitar Rp3 juta hingga Rp3,5 juta on the road Jakarta, motor listrik ini tidak mengejar kecepatan tinggi maupun jarak tempuh panjang. Honda lebih menonjolkan pengalaman berkendara yang disebut menyerupai motor konvensional.

Honda EM1 e: dibekali baterai berkapasitas 1,4 kWh. Dalam pengujian, jarak tempuh yang ditawarkan hanya sekitar 41 kilometer. Dengan angka tersebut, motor ini lebih cocok digunakan sebagai kendaraan untuk perjalanan pendek di dalam kota.

Di atas kertas, tenaga Honda EM1 e: mencapai 2,3 PS dengan torsi 90 Nm. Torsi besar tersebut langsung terasa sejak putaran bawah. Namun, karakter tenaganya berubah ketika kecepatan mulai meningkat karena motor memang dirancang untuk kebutuhan mobilitas perkotaan.

Baca Juga: Redmi 17 Punya Baterai 7.500 mAh, tapi Ada Kompromi Besar di Performa

Lincah seperti Honda Beat

Dari posisi berkendara, Honda EM1 e: memiliki tinggi jok 740 mm. Pengendara dengan tinggi 167 cm masih bisa menapak dengan sempurna. Posisi setang dan area kaki juga terasa familiar karena karakter ergonominya disebut mirip Honda Beat.

Deck motor tergolong luas, tetapi posisinya cukup tinggi. Bagi pengendara dengan tubuh lebih tinggi, posisi kaki bisa terasa sedikit menekuk ketika duduk.

Bobot kosong Honda EM1 e: mencapai 94 kg untuk tipe standar dan 96 kg untuk tipe Plus. Angka tersebut belum termasuk baterai yang beratnya sekitar 10,2 kg.

Meski bobotnya lebih berat daripada Honda Beat, handling motor tetap terasa lincah. Karakter tersebut membuat Honda EM1 e: mudah digunakan untuk bermanuver dan berpindah jalur di tengah lalu lintas perkotaan.

Suspensinya tidak dibuat terlalu empuk. Bagian depan menggunakan teleskopik, sementara bagian belakang sudah menggunakan dual shock. Kenyamanan kemudian terbantu oleh jok yang empuk.

Saat digunakan berkendara, karakter pengeremannya juga terasa seperti motor bermesin bensin. Honda EM1 e: memakai Combi Brake System yang menghubungkan pengereman roda belakang dan depan.

Salah satu keunggulan yang terasa adalah tidak adanya pemutusan tenaga secara langsung ketika pengendara melakukan pengereman sambil tetap membuka gas. Karakter ini membuat kontrol ketika menikung terasa lebih natural.

Hal tersebut menjadi pembeda dengan sejumlah motor listrik murah yang menurut pengujian memiliki karakter lebih menyerupai sepeda listrik.

Kecepatan Terbatas, Baterai Bisa Ditukar

Honda EM1 e: memiliki dua pilihan karakter berkendara. Pada mode Standard, kecepatan maksimal berada di sekitar 45 km/jam. Sementara mode Econ membatasi kecepatan sekitar 30 km/jam.

Karakter tersebut membuat Honda EM1 e: kurang cocok untuk jalan yang membutuhkan kecepatan tinggi. Ketika digunakan di jalan raya, pengendara perlu memperhatikan kondisi lalu lintas dan kemampuan motor saat hendak menyalip.

Untuk kebutuhan tanjakan, mode Standard lebih disarankan. Mode Econ dianggap terlalu membatasi tenaga sehingga kurang ideal ketika motor membutuhkan dorongan lebih besar.

Baterai menjadi salah satu bagian penting dari Honda EM1 e:. Kapasitasnya 1,4 kWh dengan bobot sekitar 10,2 kg. Baterai dapat dilepas dari motor dan dibawa ke fasilitas pengisian.

Baterai tersebut juga disebut memiliki rating IP65. Dalam pengujian, motor sempat melewati genangan air dan tidak mengalami masalah.

Namun, konsumen harus memperhitungkan harga charger. Perangkat pengisian untuk rumah tidak termasuk dalam harga motor dan disebut memiliki harga sekitar Rp5 juta hingga Rp6 juta.

Alternatifnya adalah menggunakan layanan battery swap yang tersedia di dealer Honda tertentu. Biaya penggantian baterai disebut sekitar Rp8.000 untuk sekali swap.

Bagasi Kecil Jadi Kekurangan

Ruang penyimpanan menjadi salah satu kelemahan Honda EM1 e:. Bagasi di bawah jok sangat terbatas dan hanya cukup untuk barang kecil seperti jas hujan atau jaket. Helm tidak dapat dimasukkan ke dalam ruang tersebut.

Honda kemudian menyediakan EM1 e: Plus yang dapat dipasangkan dengan top box. Varian ini disebut memiliki perbedaan harga sekitar Rp500 ribu dibandingkan tipe standar.

Untuk penyimpanan tambahan, tersedia kantong di bagian depan yang dapat digunakan membawa botol berukuran sekitar 600 ml serta barang-barang kecil.

Honda EM1 e: tetap mampu membawa dua orang dengan total beban sekitar 170–180 kg. Jok yang empuk membuat perjalanan berboncengan tetap terasa nyaman.

Secara keseluruhan, Honda EM1 e: memiliki kelebihan pada kualitas berkendara, handling, pengereman, serta sistem baterai swap. Motor ini juga terasa lebih seperti motor konvensional dibandingkan sepeda listrik.

Sebaliknya, jarak tempuh 41 kilometer, kecepatan maksimal yang terbatas, bagasi kecil, serta charger rumah yang dijual terpisah menjadi pertimbangan penting. Karena itu, Honda EM1 e: lebih tepat dipandang sebagai kendaraan listrik untuk mobilitas pendek di dalam kota, bukan motor untuk perjalanan jauh.

 

Editor : Maylanni Diana Fitri
Sumber : AutonetMagz
motor listrik Honda Honda EM1 e Honda EM1 e harga Honda EM1 e baterai motor listrik indonesia