JAKARTA - Motor listrik Gesits yang sudah digunakan selama kurang lebih tiga tahun masih dinilai nyaman dan layak dipakai, meski sejumlah masalah mulai muncul pada beberapa komponennya. Keluhan yang ditemukan antara lain indikator baterai, rem depan, lampu sein, hingga sesekali kehilangan tenaga.
Pengalaman tersebut dibagikan pemilik motor listrik Gesits yang membelinya pada 2020. Saat itu, Gesits disebut menjadi salah satu motor listrik yang mulai menarik perhatian karena masih tergolong baru di Indonesia.
Selama pemakaian, aspek kenyamanan menjadi salah satu kelebihan yang paling dirasakan. Suspensi belakang model monoshock disebut tetap nyaman, termasuk ketika motor digunakan berboncengan.
Baca Juga: Honda EM1 e: Bukan Sekadar Motor Listrik Murah, Ini Kelebihannya
Pemilik Gesits tersebut mengatakan orang yang pernah mencoba maupun menjadi penumpang juga menilai suspensinya nyaman. Posisi berkendara dan bagian footstep turut dianggap mendukung kenyamanan penggunaan.
Selain kenyamanan, performanya juga masih dinilai cukup baik. Motor listrik Gesits disebut masih mampu melaju dan tidak kalah dari motor konvensional dalam penggunaan yang dilakukan pemiliknya.
Namun, setelah tiga tahun digunakan, beberapa persoalan mulai muncul. Salah satunya terdapat pada indikator baterai di speedometer.
Baca Juga: Honda CUV e: Pernah Rp52 Juta, Motor Listrik Ini Sempat Didiskon 60 Persen
Indikator Baterai dan Rem Mulai Bermasalah
Indikator pada dashboard menunjukkan baterai berada di angka nol persen, padahal baterai sebenarnya masih memiliki daya. Karena itu, pemilik harus membuka jok dan memeriksa tombol baterai sebelum menggunakan motor.
Masalah tersebut sudah pernah dilaporkan kepada pihak Gesits. Teknisi bahkan disebut datang langsung ke rumah untuk menangani sejumlah keluhan.
Persoalan lain terjadi pada rem depan. Saat motor sedang digunakan, rem tiba-tiba terasa menempel sehingga kendaraan tidak bisa berjalan. Masalah tersebut kemudian ditangani di bengkel umum dengan melakukan pembubutan pada bagian yang bermasalah.
Baca Juga: Honda CUV e: Pernah Rp52 Juta, Motor Listrik Ini Sempat Didiskon 60 Persen
Ada pula keluhan pada bagian batok lampu. Komponen tersebut terkadang terasa longgar dan bergetar ketika motor digunakan di jalan. Meski demikian, kondisinya tidak selalu muncul.
Keluhan lain yang baru dirasakan adalah lampu sein kiri. Lampunya masih menyala, tetapi tidak lagi mengeluarkan bunyi indikator seperti seharusnya.
Pada bagian bodi, sejumlah panel juga mulai terlihat kusam. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu kekurangan setelah penggunaan selama beberapa tahun.
Baca Juga: Honda EM1 e Rp3 Jutaan Punya Riding Quality Mirip Motor Bensin, tapi Range Cuma 41 Km
Sementara itu, bagian swing arm terlihat mengalami karat. Pemilik menyebut motor tidak terlalu sering digunakan melewati genangan air sehingga penyebab pastinya tidak diketahui. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan cuaca dan usia pemakaian.
Untuk baterai, pemilik mengatakan sejauh ini masih relatif aman. Motor tidak digunakan sebagai kendaraan harian untuk perjalanan ke kantor, melainkan lebih sering dipakai bepergian dalam jarak dekat.
Pengisian baterai dari kondisi sekitar 20 hingga 30 persen membutuhkan waktu kurang lebih empat jam. Pemilik juga merasakan sesekali terjadi penurunan tenaga ketika berkendara dengan posisi gas konstan. Namun, ia belum memastikan apakah kondisi tersebut berkaitan dengan baterai.
Baca Juga: Honda EM1 e Jadi Motor Listrik Resmi AHM, Ini Spek dan Harga Terbarunya
Perawatan Baterai Jadi Perhatian
Setelah tiga tahun, pemilik menilai motor listrik Gesits masih layak digunakan. Masalah yang paling dirasakan berkaitan dengan rem, indikator baterai, lampu sein, serta sesekali kehilangan tenaga.
Pemilik juga berharap generasi Gesits berikutnya dapat memperhatikan sejumlah persoalan tersebut. Perbaikan layanan purnajual menjadi salah satu harapan, terutama agar lokasi bengkel lebih mudah dijangkau dan pengguna tidak harus datang jauh ke Cawang.
Dalam pembahasan tersebut, perawatan baterai juga menjadi perhatian. Pengguna motor listrik disarankan tidak menunggu baterai benar-benar habis sebelum melakukan pengisian. Pengisian disebut sebaiknya dilakukan ketika daya tersisa sekitar 20 persen.
Baca Juga: Omo W X Diuji, Motor Listrik Bongsor dengan Suspensi Nyaman dan Fitur Canggih
Jarak tempuh juga tidak bisa semata-mata mengacu pada angka spesifikasi. Gaya berkendara sangat memengaruhi konsumsi baterai. Penggunaan kecepatan tinggi atau mode berkendara yang lebih agresif akan membuat daya baterai lebih cepat berkurang.
Karena itu, pengguna perlu menyesuaikan gaya berkendara dengan kebutuhan. Berkendara lebih tenang dinilai dapat membantu menghemat baterai dan menjaga jarak tempuh tetap optimal.
Secara keseluruhan, pengalaman tiga tahun tersebut menunjukkan motor listrik Gesits masih menawarkan kenyamanan dan performa yang cukup baik. Namun, beberapa komponen mulai membutuhkan perhatian seiring bertambahnya usia pemakaian.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : motorlistrik.com⚡