TULUNGAGUNG- Honda Icon E menjadi salah satu motor listrik Honda yang dirancang untuk mobilitas harian dengan bodi kompak dan bobot sekitar 100 kilogram setelah baterai terpasang. Honda Icon E memiliki baterai lithium 48 volt berkapasitas 30,6 Ah, jarak tempuh yang diklaim mencapai 53 kilometer, serta dua mode berkendara. Namun, saat diuji di tanjakan sekitar 15 derajat, motor ini menunjukkan perbedaan performa yang cukup terasa antara mode Economical dan Standard.
Secara dimensi, Honda Icon E memiliki karakter ramping sehingga mudah dikendalikan di jalan perkotaan. Bobot kosong motor sekitar 89 kilogram tanpa baterai, sedangkan baterainya memiliki berat sekitar 11,4 kilogram.
Dengan baterai terpasang, bobot totalnya berada di kisaran 100 kilogram. Motor menggunakan roda depan 12 inci dan roda belakang 10 inci.
Honda Icon E memiliki tinggi jok 742 mm. Posisi tersebut membuat pengendara dengan tinggi sekitar 170 cm masih dapat menapak dengan kedua kaki.
Salah satu konsekuensi dari posisi baterai di bagian tengah adalah dek terasa cukup tinggi. Namun, area pijakan kaki justru menjadi salah satu keunggulan motor ini karena ukurannya lega.
Dek tersebut dapat digunakan untuk membawa barang berukuran cukup besar. Dalam pengujian, area tersebut dinilai memungkinkan pengguna membawa galon air mineral maupun dus.
Baca Juga: Honda Icon E Jadi Motor Listrik Termurah Honda, Harga Rp28 Juta dan Jarak 53 Km
Setang ditempatkan dengan posisi yang tidak terlalu tinggi maupun rendah. Jarak antara jok dan setang cukup jauh karena terdapat ruang baterai di bagian tengah. Namun, posisi tersebut tetap memberikan ruang kaki yang luas.
Suspensi depan menggunakan model teleskopik, sedangkan bagian belakang memakai suspensi ganda. Saat digunakan membawa beban sekitar 150 kilogram, suspensi disebut masih mampu bekerja tanpa mengalami bottoming yang berlebihan.
Honda Icon E menggunakan sistem pencahayaan full LED, termasuk lampu utama, lampu sein, dan stop lamp. Lampu utama juga dilengkapi DRL.
Sistem pengeremannya menggunakan cakram di depan dan tromol di belakang, dengan combi brake system serta parking brake.
Area kemudi dibuat sederhana. Terdapat pilihan mode Standard dan Economical, starter, lampu, sein, serta klakson. Panel instrumen menggunakan layar digital dengan informasi kecepatan, indikator baterai, mode berkendara, odometer, dan indikator lainnya.
Baca Juga: Honda Icon E Resmi Diperkenalkan, Punya Baterai Fleksibel dan Bagasi 26 Liter
Untuk kepraktisan, tersedia laci penyimpanan di sisi kanan, gantungan barang di tengah, serta kompartemen di sisi kiri yang dilengkapi USB Type-A. Bagasi di bawah jok memiliki kapasitas sekitar 21 liter dan dapat digunakan untuk menyimpan helm, charger, tas, hingga perlengkapan lainnya.
Sumber tenaga Honda Icon E berasal dari baterai lithium 48 volt dengan kapasitas 30,6 Ah. Baterai tersebut ditempatkan di bagian tengah dan memiliki bobot sekitar 11 kilogram.
Dalam transkrip, baterai disebut telah memiliki perlindungan terhadap air dan debu serta standar UN R136. Pengisian daya dapat dilakukan secara langsung melalui motor atau dengan melepas baterai untuk kemudian dibawa ke lokasi lain.
Waktu pengisian dari 0 hingga 100 persen diklaim sekitar 7 jam 20 menit. Sementara pengisian dari 25 hingga 75 persen membutuhkan waktu sekitar 3 jam 30 menit.
Honda Icon E menggunakan motor listrik BLDC dengan sistem hub drive yang terintegrasi langsung pada roda belakang. Tenaga maksimalnya disebut mencapai 1,81 kW atau 2,46 PS, sedangkan rated power berada di angka 1,5 kW atau 2 PS.
Baca Juga: Honda Icon E Dibanderol Rp28 Juta, Begini Performa dan Jarak Tempuhnya
Torsinya mencapai 85 Nm pada putaran rendah. Motor ini memiliki dua mode berkendara, yakni Economical dan Standard.
Saat digunakan dalam mode Economical di tanjakan sekitar 15 derajat, motor berhenti sebelum mencapai puncak. Pengujian kemudian diulang menggunakan mode Standard.
Hasilnya lebih baik. Motor mampu mencapai puncak tanjakan meski kecepatannya turun hingga sekitar 5 km/jam.
Pengujian tersebut menunjukkan karakter Honda Icon E lebih diarahkan untuk penggunaan harian di jalan perkotaan. Motor ini dinilai lebih sesuai untuk perjalanan dengan jarak tidak terlalu jauh dan kondisi jalan yang tidak ekstrem.
Editor : Syarifatul InsaniyahSumber : Diolah dari berbagai sumber