Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Masuk Tahun Ajaran Baru, MPLS di Tulungagung Diimbau Tidak Ada Praktik Perundungan

Aditya Yuda Setya Putra • Selasa, 16 Juli 2024 | 19:45 WIB
Seorang guru sedang memberikan materi MPLS kepada siswa-siswi baru di Tulungagung dengan cara yang sopan dan ramah.
Seorang guru sedang memberikan materi MPLS kepada siswa-siswi baru di Tulungagung dengan cara yang sopan dan ramah.

TULUNGAGUNG - Masuk tahun ajaran baru, para siswa di Tulungagung antusias mengikuti jalannya masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), Senin (15/7/2024). Pengawasan di masing-masing lembaga ditingkatkan oleh jajaran terkait demi menghindari pelonco alias perundungan.

Seperti yang tampak di sejumlah lembaga sekolah di mana para siswa diberi berbagai materi MPLS. Di antaranya, terkait pengenalan lingkungan belajar, wawasan wiyata mandala, pengenalan guru dan kepegawaian.

"Secara umum materinya sama dengan MPLS tahun lalu. Tapi, ada instruksi dari pemerintah untuk menyertakan satu materi tambahan. Yaitu, pembekalan dari jajaran kepolisian," kata Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMPN se-Tulungagung, Heni Hendarto.

Dalam hal ini, masing-masing lembaga sekolah wajib berkoordinasi dengan jajaran Polsek di wilayah masing-masing. Selanjutnya, para murid diberi waktu khusus untuk menerima materi dari jajaran Polri.

"Materinya tentang lalu lintas, hukum anak, menghindari bullying, pemanfaatan medsos, dan ada berbagai hal lain," sambungnya.

Untuk diketahui, MPLS digelar selama tiga hari. Tepatnya, pada 15-17 Juli. Heni menegaskan, pengawasan di masing-masing lembaga turut ditingkatkan selama MPLS.

Itu terkait upaya pencegahan aksi pelonco alias perundungan. Meski belum menerima laporan, dia meminta agar masyarakat juga ikut terlibat dalam upaya preventif kali ini.

"Sampai saat ini belum ada laporan. Tapi, kami sudah koordinasi dengan lembaga perlindungan anak. Kami terima materi untuk melindungi anak selama MPLS. Itu sudah di-share ke seluruh kepala sekolah di Tulungagung. Dan sampai saat ini memang belum ada kendala berarti," bebernya.

Di sisi lain, dia mengaku bahwa potensi munculnya aksi pelonco selama MPLS masih bisa terjadi. Untuk itu dia mengimbau pada masyarakat untuk membuat laporan jika mendapati adanya praktik bullying di lingkungan sekolah.

"Jika nanti kami terima laporan, akan segera kami teruskan ke lembaga perlindungan anak dan Dinas Pendidikan. Setelah itu pasti ada tindak lanjut di sana. Yang pasti, pengawasan harus tetap dilakukan," tegas Heni.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#perundungan #mpls