TULUNGAGUNG - SMPN 2 Tulungagung kembali menarik perhatian dengan pelaksanaan Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema “Berkreasi dengan Pesona Bambu”.
Program ini mengajak siswa-siswi untuk menggali potensi bambu sebagai salah satu elemen penting kearifan lokal. Kegiatan ini diselenggarakan kemarin, (16/12) yang bertempat di halaman sekolah SMPN 2 Tulungagung.
Acara dimulai tepat pukul 08.00 dan diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa, guru, serta pihak terkait yang mendukung terlaksananya program ini.
Fokus utama program ini adalah memanfaatkan bambu sebagai bahan dasar dalam menciptakan berbagai karya seni dan kerajinan inovatif.
Selain bernilai estetika, bambu memiliki banyak manfaat bagi lingkungan dan kehidupan manusia, sehingga program ini bertujuan memperkenalkan penggunaannya secara kreatif.
PLT Kepala SMPN 2 Tulungagung, Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menggali kreativitas siswa sekaligus membentuk karakter yang mandiri dan berdaya guna.
“Melalui kegiatan ini, siswa belajar bekerja sama dan mendalami nilai kearifan lokal. Mereka menghasilkan karya-karya kreatif berbahan bambu yang mencerminkan semangat belajar selama satu semester,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung, Rahadi P. Bintara, turut mengapresiasi kreativitas siswa dan dedikasi para guru dalam mendampingi mereka.
“Bambu memiliki filosofi yang luar biasa: bermanfaat dari akar hingga ujungnya. Filosofi ini menginspirasi siswa untuk bermanfaat di setiap aspek kehidupan. Saya ucapkan selamat kepada guru dan siswa atas karya-karya luar biasa ini,” tuturnya.
Rahadi juga memberikan penghargaan langsung kepada siswa-siswi perwakilan kelas 7, 8, dan 9 yang berani menjawab pertanyaan dengan percaya diri.
Sebagai bentuk apresiasi, mereka menerima hadiah yang diharapkan dapat memotivasi mereka untuk terus berkarya dan menggali potensi terbaik.
SMPN 2 Tulungagung membuktikan bahwa bambu, simbol lokalitas, dapat diolah menjadi karya seni yang spektakuler dan inspiratif.
Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mengeksplorasi potensi lokal yang lebih luas di masa mendatang. (yay)
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra