Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Banyak Calon Siswa SMAN/SMKN di Tulungagung Belum Ambil PIN, Ada Kebijakan Baru dari Dinas Pendidikan Jawa Timur

Sandy Sri Yuwana • Sabtu, 14 Juni 2025 | 16:30 WIB
Para calon murid baru antusias ketika melakukan rangkaian pendaftaran di SMAN 1 Pakel Tulungagung.
Para calon murid baru antusias ketika melakukan rangkaian pendaftaran di SMAN 1 Pakel Tulungagung.

TULUNGAGUNG– Masih banyak peserta belum mengambil PIN dan adanya verifikasi sejumlah berkas ajuan yang belum sesuai di Tulungagung.

Maka, Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur resmi memperpanjang jadwal pengambilan PIN dan verifikasi untuk sistem penerimaan murid baru (SPMB) tahun 2025 termasuk di Tulungagung.

Berdasarkan informasi resmi dari Dindik Jatim, pengambilan PIN secara online diperpanjang untuk siswa yang dafatar SMAN/SMKN di Tulungagung hingga 20 Juni 2025 pukul 23.59 WIB.

Sementara itu, verifikasi PIN dan kesehatan oleh operator sekolah diperpanjang hingga 21 Juni 2025 pukul 16.00 WIB.

Menanggapi perpanjangan ini, Kepala SMAN 1 Pakel Tulungagung, Ardi Susanti menyampaikan, proses verifikasi di sekolahnya masih terus berjalan.

Di SMAN 1 Pakel, setiap hari hingga Jumat (13/6) masih banyak calon siswa berdatangan untuk melakukan pengambilan PIN dan proses verifikasi data.

Dalam sehari, ada sekitar 40 calon siswa datang untuk melengkapi proses SPMB tersebut. Mereka datang dari berbagai SMP negeri maupun swasta.

Rata-rata mereka adalah calon siswa dengan domisili terdekat dari SMAN 1 Pakel.

Tujuan mereka juga tidak hanya SMAN 1 Pakel, tetapi bisa mendaftar melalui SMAN dan SMKN terdekat.

"Di sekolah kami hingga saat ini banyak melakukan verifikasi data. Kami mengikuti aturan dari dinas provinsi untuk masa verifikasi ini," ujar Ardi, ketika dikonfirmasi, Jumat (13/6/2025).

Ardi juga mengimbau masyarakat serta sekolah-sekolah untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Dengan begitu, tidak ada pihak yang memaksakan diri untuk memilih sekolah tertentu dengan cara-cara yang melanggar aturan.

"Kami berharap masyarakat dan sekolah bisa mengikuti prosedur yang ada. Jangan memaksakan diri untuk masuk sekolah tertentu, apalagi sampai melakukan hal-hal yang justru bertentangan dengan aturan," tegasnya. (sri/c1/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#SMAN SMKN Jatim #tulungagung #sman 1 pakel #spmb