RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Persiapan menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) semakin intens dilakukan para calon mahasiswa. Salah satu materi yang kerap menjadi tantangan adalah matematika dasar, terutama soal-soal yang menguji kemampuan logika, operasi bilangan, hingga fungsi.
Dalam sebuah sesi pembelajaran yang dibagikan Mantap Academy, sejumlah contoh soal matematika SNBT dibahas secara rinci. Pembahasan ini dapat menjadi referensi bagi peserta untuk memahami pola soal yang berpotensi muncul pada ujian mendatang.
Materi yang dibahas mencakup operasi pecahan, bilangan berurutan, pecahan campuran, rata-rata, hingga fungsi komposisi. Kelima jenis soal tersebut dinilai sering muncul dalam berbagai simulasi maupun latihan SNBT.
Soal Bentuk Akar dan Pecahan
Soal pertama membahas operasi pecahan yang dikaitkan dengan bentuk akar. Peserta diminta mencari nilai variabel k dari persamaan:
3/4 ÷ 1/8 = √(k-2).
Langkah penyelesaiannya adalah mengubah pembagian pecahan menjadi perkalian dengan membalik pecahan kedua. Hasilnya diperoleh nilai 6 = √(k-2).
Selanjutnya kedua ruas dikuadratkan sehingga didapat:
36 = k - 2.
Dari perhitungan tersebut, nilai k yang memenuhi persamaan adalah 38.
Konsep penting pada soal ini adalah memahami operasi pembagian pecahan dan teknik menghilangkan bentuk akar melalui proses kuadrat.
Penjumlahan Bilangan Bulat Berurutan
Soal berikutnya berkaitan dengan lima bilangan bulat berurutan yang jumlahnya dinyatakan sebagai A.
Jika lima bilangan pertama dimisalkan p, p+1, p+2, p+3, dan p+4, maka jumlahnya adalah:
5p + 10 = A.
Kemudian ditanyakan jumlah lima bilangan berikutnya, yakni p+5 hingga p+9. Setelah dijumlahkan diperoleh:
5p + 35.
Karena sebelumnya diketahui bahwa 5p + 10 = A, maka hasil akhir dapat dituliskan menjadi:
A + 25.
Jenis soal seperti ini menguji kemampuan peserta dalam mengenali pola bilangan dan menyusun model matematika sederhana.
Trik Pecahan Campuran dengan Angka Besar
Soal ketiga menampilkan angka besar yang sekilas terlihat rumit, yaitu bentuk pecahan campuran dengan angka 2024 dan 2025.
Pembahasan menekankan pentingnya memahami konsep dasar pecahan campuran sebelum melakukan perhitungan.
Strategi yang digunakan adalah mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa, kemudian melakukan pemfaktoran sehingga angka-angka besar dapat disederhanakan.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa pada soal SNBT, peserta tidak selalu dituntut menghitung angka besar secara langsung, melainkan mencari pola dan melakukan penyederhanaan.
Rata-Rata dari Rata-Rata
Materi lain yang dibahas adalah konsep rata-rata.
Diketahui bahwa x merupakan rata-rata dari m dan 9, y merupakan rata-rata dari 2m dan 15, serta z merupakan rata-rata dari 3m dan 18.
Dari persamaan tersebut diperoleh:
x = (m+9)/2
y = (2m+15)/2
z = (3m+18)/2
Setelah ketiga nilai dijumlahkan dan kembali dicari rata-ratanya, diperoleh hasil akhir:
m + 7.
Soal tipe ini sering menjebak peserta karena banyak yang berhenti pada tahap mencari x+y+z tanpa membagi kembali dengan jumlah data.
Fungsi Berlapis yang Sering Muncul di SNBT
Pada soal terakhir dibahas fungsi:
f(x) = x² - 3x.
Peserta diminta menyelesaikan fungsi yang tersusun berlapis. Teknik yang digunakan adalah mengerjakan fungsi dari bagian paling dalam terlebih dahulu.
Dari perhitungan diperoleh:
f(2) = -2
f(-2) = 10
f(10) = 70.
Hasil akhirnya menghasilkan nilai 9.
Pembahasan ini menegaskan bahwa soal fungsi dalam SNBT menuntut ketelitian serta kemampuan mengikuti urutan proses secara benar.
Secara umum, kelima contoh soal tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan dalam mengerjakan matematika SNBT tidak hanya bergantung pada kemampuan berhitung, tetapi juga pemahaman konsep dan strategi penyelesaian yang tepat. Dengan rutin berlatih dan memahami pola soal, peluang memperoleh skor tinggi dalam SNBT tentu akan semakin besar.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina