JAKARTA - Pengelolaan Dapodik Versi 2027 harus segera dilakukan oleh setiap satuan pendidikan setelah proses instalasi maupun pembaruan aplikasi selesai.
Sekolah diminta mengikuti seluruh tahapan pengelolaan data sesuai alur yang tersedia agar data guru, peserta didik, rombongan belajar, hingga sekolah tetap akurat dan mendukung berbagai layanan pendidikan.
Pengelolaan Dapodik Versi 2027 menjadi langkah penting karena seluruh data yang diinput akan menjadi dasar validasi berbagai layanan pendidikan.
Baca Juga: 13 Cara Hidup Sehat ala Rasulullah dari Bangun Pagi hingga Tidur yang Wajib Dicoba
Oleh sebab itu, satuan pendidikan diminta tidak hanya melakukan sinkronisasi awal, tetapi juga memastikan seluruh informasi yang tercantum telah diperiksa kembali.
Dalam panduan yang disampaikan melalui saluran DATADIKDASMEN, sekolah juga diingatkan agar tidak sekadar menyalin data dari semester sebelumnya.
Setiap perubahan harus diperiksa, diverifikasi, lalu disinkronkan kembali agar data yang tersimpan benar-benar sesuai dengan kondisi terbaru.
Tahapan Awal Pengelolaan Dapodik Versi 2027
Setelah aplikasi Dapodik Versi 2027 berhasil dipasang atau diperbarui, terdapat sejumlah tahapan yang harus segera diselesaikan oleh satuan pendidikan.
Tahapan pertama adalah melakukan registrasi sekaligus sinkronisasi awal. Langkah ini menjadi pintu masuk untuk memulai pengelolaan data pada semester berjalan.
Selanjutnya, sekolah perlu menarik data peserta didik baru yang telah tersedia pada sistem. Data tersebut kemudian disesuaikan dengan kondisi riil di satuan pendidikan.
Baca Juga: Cara Input SK Kenaikan Gaji Berkala di Dapodik Terbaru, Guru Wajib Tahu agar Gaji di Info GTK Sesuai
Tahap berikutnya adalah membuat sekaligus melengkapi rombongan belajar atau rombel. Penyusunan rombel harus dilakukan secara tepat agar proses pembelajaran dapat tercatat dengan benar pada sistem.
Setelah rombel terbentuk, sekolah diminta memasukkan setiap peserta didik ke dalam rombel masing-masing. Penempatan peserta didik harus sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Pengelolaan data kemudian dilanjutkan dengan mengisi pembelajaran beserta pembagian tugas mengajar. Informasi ini menjadi bagian penting dalam administrasi pendidikan yang tersimpan di aplikasi Dapodik.
Selain itu, sekolah juga harus melengkapi seluruh data pendukung. Mulai dari data guru, peserta didik, rombel, hingga data sekolah lainnya.
Tahapan berikutnya adalah melakukan validasi manual. Caranya dengan mencetak Profil Guru, kemudian meminta masing-masing guru memeriksa sekaligus mengonfirmasi seluruh data yang tercantum.
Apabila seluruh proses pemeriksaan telah selesai dilakukan, sekolah diminta kembali melakukan sinkronisasi agar perubahan data tersimpan pada sistem.
Guru Diminta Memastikan Seluruh Data Sudah Benar
Pada proses validasi manual, setiap guru memiliki peran penting untuk memastikan data yang tersimpan benar-benar sesuai kondisi sebenarnya.
Beberapa data yang harus diperiksa meliputi mata pelajaran yang diampu. Guru diminta memastikan tidak terdapat kesalahan pada informasi tersebut.
Jumlah jam mengajar juga harus diperiksa kembali. Informasi ini perlu dipastikan sesuai dengan pembagian tugas yang berlaku.
Selain itu, guru diminta mengecek kelas atau rombongan belajar tempat mengajar. Kesalahan penempatan rombel dapat memengaruhi validitas data.
Data mengenai tugas tambahan juga harus dikonfirmasi apabila terdapat perubahan pada semester berjalan.
Sekolah juga perlu memastikan status sekolah induk setiap guru sudah sesuai.
Keaktifan guru menjadi bagian lain yang wajib diperiksa agar tidak terjadi kekeliruan dalam proses validasi data.
Selain poin-poin tersebut, guru diminta memeriksa seluruh data lain yang masih relevan sehingga tidak ada informasi yang terlewat.
Jangan Sekadar Menyalin Data Semester Sebelumnya
Panduan pengelolaan Dapodik Versi 2027 juga memberikan sejumlah perhatian penting kepada seluruh satuan pendidikan.
Salah satunya adalah larangan hanya menyalin data dari semester sebelumnya tanpa melakukan pemeriksaan ulang.
Seluruh data harus dipastikan benar, lengkap, wajar, dan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya di sekolah.
Langkah tersebut dinilai penting karena setiap perubahan, sekecil apa pun, dapat memengaruhi hasil validasi data apabila tidak segera diperbarui.
Oleh karena itu, sekolah diimbau melakukan pengecekan terhadap seluruh data sebelum kembali melakukan sinkronisasi.
Validasi Data Dilakukan Setiap Bulan
Dalam panduan tersebut juga dijelaskan bahwa proses validasi data untuk penerbitan tunjangan dilaksanakan setiap bulan.
Artinya, setiap keterlambatan maupun kesalahan dalam memperbaiki data berpotensi memengaruhi hasil validasi pada bulan yang bersangkutan.
Karena itu, sekolah tidak disarankan menunggu hingga mendekati penerbitan SKTP untuk melakukan pembaruan data.
Sebaliknya, pengecekan dan sinkronisasi dianjurkan dilakukan secara berkala setiap kali terdapat perubahan data.
Dengan cara tersebut, data yang tersimpan pada aplikasi tetap mengikuti kondisi terbaru sehingga proses validasi dapat berjalan lebih baik.
Data Akurat Mendukung Berbagai Layanan Pendidikan
Keakuratan data menjadi tujuan utama dalam pengelolaan Dapodik Versi 2027.
Data yang benar akan mendukung kelancaran berbagai layanan pendidikan yang memanfaatkan basis data Dapodik.
Layanan tersebut meliputi validasi data GTK, data peserta didik, hingga berbagai proses penyaluran program pendidikan.
Selain itu, data yang valid juga menjadi bagian penting dalam proses penyaluran berbagai bentuk tunjangan sesuai mekanisme yang berlaku.
Karena itu, seluruh tahapan pengelolaan data perlu dilakukan secara berurutan, mulai dari registrasi, sinkronisasi, pengisian data, validasi manual, hingga sinkronisasi akhir.
Melalui tahapan tersebut, sekolah diharapkan dapat menjaga kualitas data yang tersimpan di dalam sistem.
Dengan demikian, seluruh informasi yang digunakan dalam berbagai layanan pendidikan tetap sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Di akhir panduan, pengelola Dapodik juga mengajak satuan pendidikan mengikuti saluran DATADIKDASMEN di WhatsApp sebagai media memperoleh informasi terbaru mengenai pengelolaan data pendidikan.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.