Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Maryoto Birowo Optimis Maju Pilkada Tulungagung, Didik Girnoto Yekti Siap Dampingi

Mukhamad Zainul Fikri • Minggu, 10 Maret 2024 | 20:40 WIB
Maryoto Birowo Optimis Maju di Pilkada Tulungagung, bergandengan dengan Didik Girnoto Yekti.
Maryoto Birowo Optimis Maju di Pilkada Tulungagung, bergandengan dengan Didik Girnoto Yekti.

TULUNGAGUNG – Mantan Bupati Tulungagung Maryoto Birowo sudah sangat yakin untuk macung “kembali” pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Tulungagung tahun ini.

Untuk sementara, pasangan yang dipilih untuk mendampinginya adalah Didik Girnoto Yekti yang memiliki latar belakang sebagai Kepala Desa Tunggulsari, Kecamatan Kedungwaru.

Duet Maryoto – Didik bakal mengusung konsep melanjutkan pembangunan Tulungagung.

Status Maryoto Birowo sejatinya merupakan seorang petahana pada konstelasi Pilkada Tulungagung November mendatang.

Setelah purna tugas sebagai seorang bupati Tulungagung pada 25 September 2023 lalu, pria tersebut bertekad ingin maju lagi dalam Pilkada Tulungagung tahun ini.

“Saya akan mengikuti kontestasi Pilkada untuk periode 2024-2029,” Maryoto saat ditemui di rumahnya yang berada di kawasan Desa/Kecamatan Karangrejo, Jumat (8/3/2024).

Dia bercerita mulai pada 6 bulan yang lalu, persiapan untuk Pilkada telah dilakukan. Seperti melakukan kunjungan ke berbagai wilayah di Kota Marmer ini.

Kemudian melakukan jajak pendapat ke masyarakat seperti apa peluangnya jika memang benar-benar macung kembali.

“Menurut kesimpulan kami, teman-teman banyak mengharapkan untuk saya dapat tampil kembali. Sehingga ini merupakan modal kami, kalau kami masih dicintai oleh warga, kalau kami masih ada atensi dari masyarakat,” ujar Maryoto.

Maryoto menawarkan peningkatan menuju perubahan untuk kemajuan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tulungagung. Itu tetap berkesinambungan dengan program yang digalakan pada periode 2019-2023 lalu.

“Intinya ingin melanjutkan pembangunan itu,” katanya.

Dalam konstelasi Pilkada nanti, Maryoto mengambil wakil yang memiliki latar belakang kepala desa.

Mengapa demikian, sosok kepala desa dipandang sebagai ujung tombak yang berada di tingkat pemerintahan paling ujung.

Pertimbangan lainnya, kepala desa juga mempunyai asosiasi yang berpotensi memberikan pengaruh kepada masyarakat.

“Saya menentukan Mas Didik Girnoto Yekti ini sebagai wakil saya. Saya fikir kita punya satu tujuan yang sama yaitu membangun Tulungagung untuk maju. Ini alasan kami,” sebutnya.

Diapun mengamini, beberapa waktu terakhir santer beredar kabar bahwa Didik Girnoto Yekti merupakan calon kepala daerah (Cakada) yang masih sendiri dan belum menentukan pasangannya.

Namun Maryoto dengan tegas mengelak kabar tersebut. Isu yang beredar di masyarakat itu ditafsirkan hanyalah psywar yang dibuat oleh sosok lainnya yang juga ingin maju dalam Pilkada nanti.

“Banyak rumor bahwa Pak Didik itu tidak bergandengan dengan saya. Namanya kontestasi, banyak yang ingin menjadi peserta, masing-masing yang ingin maju itu memberikan satu psywar yang bertujuan ingin memecah saya dengan Pak Didik,” jelasnya.

“Saya dengan Pak Didik sudah melaksanakan pencitraan di masyarakat Tulungagung kurang lebih selama 6 bulan siang malam,"

"Ini merupakan sebuah team work yang baik dari saya, sudah ada chemistry. Komitmen yang sudah dibangun selama ini, jangan sampai terpisah,” sambungnya.

Terkait partai politik (Parpol) sebagai kendaraan dalam Pilkada nanti, pasangan Maryoto – Didik sangat terbuka dengan seluruh parpol di Tulungagung.

Komunikasi antara Maryoto - Didik seluruh parpol di Kota Marmer ini juga terus terjaga dengan baik. “Kurang lebih sudah ada penjajakan dengan parpol,” katanya.

Dia menambahkan, status petahana yang disandang memiliki dua kemungkinan yang bisa terjadi.

Opsi pertama akan diberikan kepercayaan lagi oleh masyarakat ketika jabatan sebelumnya dijalankan dengan baik. Opsi yang kedua, bisa saja petahana tidak dipilih lagi oleh masyarakat jika kinerja sebelumnya dipandang tidak baik.

“Makanya sebelum kami menentukan maju atau tidak, kami lebih dulu memberikan satu penjajakan dulu kepada masyarakat. Sehingga pada akhirnya saya memilih opsi maju kembali,” tutupnya.

Sementara saat coba dihubungi beberapa kali oleh koran ini, Kepala Desa Tunggulsari Didik Girnoto Yekti belum bisa memberikan keterengannya terkait niatnya untuk maju pada Pilkada Tulungagung November mendatang.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#pilkada tulungagung #Didik Girnoto Yekti #maryoto birowo