Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Botoh Bakal Beraksi di Pilkada Tulungagung, Pengamat Bilang Begini

Matlaul Ngainul Aziz • Selasa, 26 November 2024 | 17:15 WIB
Ilustrasi dana bantuan operasional sekolah.
Ilustrasi dana bantuan operasional sekolah.

Tulungagung – Anda membayangkan kontestasi pilkada bebas dari botoh? Sebaiknya buang jauh-jauh fantasi tersebut.

Fenomena botoh dalam kontestasi pilkada sudah menjadi rahasia umum dan sudah menjadi lingkaran setan.

Pasalnya, botoh-botoh ini rela merogoh uang demi kemenangan paslon yang memesan jasa mereka.

Pengamat politik, Hery Widodo mengatakan, adanya fenomena botoh pada kontestasi pilkada merupakan hal yang sulit dihindari, tak terkecuali di Tulungagung. Apalagi, hal tersebut dapat mengubah perolehan suara dari masing-masing paslon.

Meninjau dari beberapa kontestasi pilkada sebelumnya, paslon yang menang dalam kontestasi politik dominan lantaran adanya botoh.

Menurut dia, kategori botoh dalam pilkada ini setidaknya ada dua macam. Yakni, botoh pesanan paslon dan murni perjudian.

“Botoh pesanan dari paslon ini yang justru lebih berbahaya,” jelasnya, kemarin (25/11).

Lanjut dia, botoh pesanan dari paslon dapat mengubah peta politik secara tiba-tiba, dalam hal ini berujung pada perolehan suara. Bahkan, fenomena ini sering terjadi di Tulungagung.

“Botoh-botoh pesanan paslon ini mayoritas berasal dari luar kota atau luar wilayah,” ucapnya.

Diketahui, mekanisme botoh pesanan paslon ini sebelumnya telah berkomitmen dengan paslon untuk menggunakan jasa mereka demi memenangkan pesta demokrasi. Baru pihak botoh akan memanfaatkan peta yang telah disiapkan paslon.

Tak hanya itu, pihak botoh juga akan melakukan survei terkait peta politik dari calon perolehan suara di setiap daerah pemilihan.

Ketika data dari peta politik itu telah didapat, maka pihak botoh akan membalikkan peta politik agar paslon yang dibawa memenangkan pilkada.

“Jadi, keuntungan yang didapat botoh ini (uang kemenangan, Red) akan dimanfaatkan untuk menambah nominal yang sudah disiapkan oleh paslon,” paparnya.

Analogi sederhana, apabila kesepakatan paslon dengan botoh ada di angka Rp 50 ribu setiap satu suara yang didapat, maka bisa jadi calon pemilih mendapatkan lebih dari Rp 50 ribu untuk memilih paslon tersebut.

Uang itu berasal dari pihak botoh.

“Iya, dari situlah sehingga suara bisa berubah,” ungkapnya.

Tak hanya itu, pihak botoh pesanan paslon ini juga bisa mencabut calon suara dari paslon lain. Pihak botoh akan memberikan uang kepada calon pemilih untuk mengubah pilihannya ke paslon yang ingin dimenangkan.

“Jadi ya itu skema yang dimainkan botoh pesanan paslon,” ucapnya.

Berbeda dengan botoh yang murni perjudian. Menurut dia, botoh kategori ini hanya murni melakukan sistem perjudian tanpa memihak paslon mana pun. Tentu tujuan akhirnya yakni kemenangan paslon yang dipasangi taruhan.

Namun, botoh yang murni perjudian ini bisa saja memasang taruhan lebih dari satu paslon.

“Iya, bisa saja dalam satu wilayah kabupaten, botoh yang murni judi ini bisa memasang taruhan lebih dari satu paslon. Soalnya orientasi mereka keuntungan,” pungkasnya. (ziz/c1/rka)

 

Editor : Vidya Sajar Fitri
#Taruhan #Pilkada 2024 #peta politik #uang #botoh